Senin, 13 November 2017

De Javu dengan Hyperemesis Gravidarum


Setiap kali tahu kalau ada teman, keluarga atau kenalan saya yang hamil, saya selalu menanyakan pertanyaan yang sama, “mual atau muntah enggak di awal kehamilan?”

Ternyata dari banyak perempuan hamil yang saya tanyai tidak semuanya mengalami mual dan muntah di awal kehamilan. Ada yang serasa tidak hamil karena tidak merasakan mual dan muntah, rasanya biasa saja bahkan cenderung jadi doyan makan. Kalaupun ada yang mual dan muntah kebanyakan hanya terjadi di pagi hari saja selanjutnya tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Dan hanya 1-2 orang saja yang bercerita kalau mual dan muntahnya agak parah. Tidak banyak yang tahu tentang kemungkinan perempuan hamil terserang hyperemesis gravidarum.

Hyperemesis gravidarum adalah morning sickness yang parah yaitu ketika perempuan hamil mengalami mual dan muntah lebih dari 5 kali dalam sehari dan rasa mual berlangsung terus menerus sepanjang hari sehingga makanan susah masuk. Saya pernah menulisnya di sini.

Minggu, 24 September 2017

Mengenal Hyperemesis Gravidarum

Ketika mendapati test pack ada garis merahnya dua, pastinya ibu-ibu yang menanti kehamilan akan seneng campur deg-degan. Biasanya saat ketahuan telat datang bulan, usia kehamilan sudah memasuki minggu keenam atau ketujuh. Selanjutnya yang kemudian datang adalah morning sickness. Kalau orang Jawa bilangnya sih, ngidam. Pokoknya si ibu hamil akan mual-mual bahkan terkadang diikuti dengan muntah. Penyebabnya macam-macam, pada tiap ibu hamil akan berbeda pencetus mual dan muntahnya.

Morning sickness biasanya datang di trimester pertama kehamilan. Pada umumnya ibu hamil ketika mengalami morning sickness akan mual dan muntah 1-2 kali sehari. Jika ibu hamil mengalami mual dan muntah lebih dari 10 kali dalam sehari patut diwaspadai dia mengalami hyperemesis gravidarum

Apa itu hyperemesis gravidarum?

Minggu, 17 September 2017

Perempuan juga Butuh Bahagia


Sebagai perempuan dan Ibu, apa sih yang kita butuhkan untuk bahagia dan bisa menjalani semua tanggungjawab dengan ihklas dan ringan?

Kalau disodori pertanyaan seperti itu, setiap perempuan akan berbeda-beda jawabannya. Jawaban akan tergantung pada sudut pandang dan realitas lingkungan yang ada pada perempuan. Perempuan yang bekerja kantoran akan beda sudut pandangnya dengan perempuan yang tidak bekerja kantoran. Walaupun mereka sama-sama punya status sebagai istri dan Ibu.

Nah, kalau pertanyaan itu disodorin ke saya, jawabannya apa coba?