Langsung ke konten utama

berburu asisten di rumah

seminggu terakhir ini emang kepala rasanya puyeng banget. Di kantor lagi banyak kerjaan dan rada "tegang"suasananya sementara di rumah, asisten ibu ikhsan alias si mbak yang biasa momong ikhsan minta berhenti. Waduh kebayang kan betapa repotnya?? Si mbak ini baru 4 bulan ikut kami, yang sebelumnya cuma bertahan 1 bulan. Di rumah, kalo siang sampai sore ikhsan emang cuma ditemenin sama asisten ibu ikhsan ini.

kalo si mbak yang dulu, emang ga ngenakin ati ibu ikhsan abis kerjaannya nonton teve melulu. Nah kalo si mbak yang terakhir ini, anaknya rajin, cantik dan ga bolong ngaji plus sholatnya. Ibu ikhsan cocok banget sama si mbak ini, tapi sayangnya tiap kali mudik ke kampung halamannya si mbak auranya pengen pulang terus. Kalo ditanya apa alasannya, njawabnya bingung dan takut-takut.
"lho mbak kok tiba-tiba pengen pulang kenapa?apa ga krasan momong ikhsan?" ibu ikhsan nanyanya pelan-pelan.
"hmm....,saya mau mondok di pesantren," jawab si mbak pelan sambil menunduk dan ga mau natap mata ibu ikhsan.
"Lha mulai kapan?"
"belum tahu..,tapi Insya Allah secepatnya."
"dimana pondoknya?"
"Hmm... deket rumah."
"Trus ikhsan dan ibu piye?"
"Ya ibu cari gantinya,"
"Lha kalo belum dapet?"
"ya saya sampai akhir februari saja bu.."
GUBRAK...,ibu ikhsan puyeng tujuh keliling.

akhirnya kita mesti cepet2 berburu asisten. Orang-orang yang kira-kira punya jalur asisten di rumah dah coba kita hubungi sampai agen penyalur.
Doain aja ibu ikhsan cepet dapet ganti asisten yang baek, yang bisa ngemong ikhsan dan ga neko-neko. Kalo ada yang nolong, tengkyu banget ney..

ikhsan maap ya nak, kamu bakalan adaptasi lagi sama si mbak yang baru...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.