Langsung ke konten utama

me and baby blues

pernah denger tentang baby blues?atau sindrom depresi setelah melahirkan. Penyebab utama sindrom ini adalah perubahan hormon2 yang drastis. Kadar hormon estrogen dan progesteron yang turun secara mendadak setelah melahirkan disinyalir sebagai penyebab munculnya sindrom ini. Lebih dari 80% wanita yang melahirkan untuk pertama kalinya mengalami sindrom ini. Bagaimana kita tahu kalo kita terkena sindrom ini? ada beberapa gejala umum yang bisa dijadikan indikasi, antara lain:
1. cemas
2. sedih atau perasaan kehilangan
3. stres dan merasa tegang
4. tidak sabaran dan mudah marah
5. menangis tanpa sebab
6. mood yang berubah-ubah
7. sulit konsentrasi
8. sulit tidur
9. merasa lelah yang berlebihan
10. tidak ingin keluar rumah, malas berdandan dan malas membersihkan rumah.

nah kalo salah satu gejala itu pernah kita rasakan, maka dapat disinyalir kita terkena sindrom ini. Tapi tenang saja, biasanya sindrom ini akan hilang dengan sendirinya. Bisa memakan waktu antara 1 minggu sampai 1 bulan.

dan kayaknya diriku juga sempat mengalami sindrom ini. Proses melahirkan ikhsan yang tidak mulus masih segar dalam ingatan. Pembukaan yang lumayan lama ditambah proses mengejan setelah pembukaan komplit dan akhirnya proses mengejan harus dihentikan karena setelah pembukaan komplit dan mengejan selama 2 jam, ikhsan tak kunjung keluar. Dokter memutuskan mengeluarkan ikhsan melalui sesar karena ditakutkan ada pendarahan hebat. Ketika akhirnya kami berdua menyetujui, pendarahan sudah terjadi. Dan Alhamdulillah waktunya tepat.

setelah mendengar tangisan si kecil ikhsan, perasan lega, bahagia, dan takut masih bercampur jadi satu. Rasa sakit setelah operasi sempat menciutkan hati, bisa nggak ya ngurus ikhsan?mampu ga ngasi yang terbaik buat dia? Pokoknya membanyangkan aja ngeri..,karena di rumah ga ada yang mbantuin. Tapi syukurlah budhe umi (budhe-nya ikhsan) dengan rela mengambil cuti seminggu untuk mbantuin sekaligus ngajarin ngurus ikhsan. Karena Eyang putri dah ga ada, jadi budhe umi yang jadi andalan. Apalagi kita bakal tinggal di rumah baru yang praktis segalanya harus kita urus sendiri. Jadi membayangkan pulang dari RS sudah capek.

setelah pulang, rasa cemas dan mood yang berubah2 terus muncul. Ditambah lagi jaitan bekas operasi tak kunjung kering dan memakan waktu hampir 3 bulan untuk mengeringkannya dengan berpindah2 dokter. Ini juga sempat bikin down,sempat terpikir-apa ya bakal gini terus? jaitan di perut basah terus dan bakal ga mandi terus??dan badan lemes terus, rasanya capek ngurus diri sendiri dan ikhsan.

Kangmas Sigit tercinta yang ga pernah lelah ngasih suport bahwa semua ini bakal baek2 aja, ikhsan juga bakal baek2 saja dan dia sangat menyayangi kami berdua. Kadang menangis di dadanya, jadi pilihan ketika semuanya terasa berat.- makasih ya mas...,untuk semuanya.
Sempat terbersit di pikiran, apa ini yang namanya baby blues?

Untunglah support dari suami dan keluarga sangat membantu menghilangkan sindrom ini. Mungkin tips di bawah ini bisa membantu temen2 yang mengalami sindrom baby blues:
1. cerita ke orang yang pernah punya pengalaman sama atau pada keluarga
2. minta support yang lebih dari suami
3. jika kondisi fisik sudah lebih ok, cari udara segar atau refreshing dengan suami atau keluarga
4. meminta suami untuk membantu kita melaksanakan tugas rumah tangga sehari-hari dan libatkan dalam mengurus bayi.
5. coba untuk tidur dan istirahat. Minta bantuan keluarga untuk menjaga bayi kita selagi kita tidur.
6. tidak usah berpikir semuanya harus sempurna
7. makan makanan sehat
8. sayangi diri kita sendiri.

Komentar

Anonim mengatakan…
syukurlah kalo semua telah berlalu..
Emang terkadang kita dituntut untuk bisa memenej perasaan kita sendiri...
Katakan baik pasti semuanya jadi indah...
OK!! salam kelg ya
Anonim mengatakan…
Support suami dan keluarga dekat yang ok menurutku bikin baby blues syndrom kita bisa hilang.
Anonim mengatakan…
aku malah lupa nih, dulu kena syndrom ini nggak ya. cuma krn proses melahirkannya alhamdulillah lancar dan di rumah ibu sendiri lagi, jadi bisa membantu perasaan lebih lega dan nyaman.
bisa jd bahan pelajarn nih buat anak-anak kedua kita ya jeng...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…