Kamis, 13 Maret 2008

ASI bukan sekedar susu


ikhsan bayi ASI

ASI, begitu familiar kata itu di telinga kita. Siapa yang menyangka, manfaatnya sangat banyak bagi bayi. ASI adalah satu-satunya susu yang terbaik bagi bayi kita. Kandungan nutrisi dalam ASI paling komplet dengan komposisi yang berubah-ubah setiap saat disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh-kembang bayi saat itu. Jangan lupa ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh dan zat antiperadangan sehingga memberikan perlindungan terhadap berbagai infeksi baik yang disebabkan bakteri, virus, jamur atau parasit. Berdasarkan survei, ASI yang kaya dengan zat-zat antiinfeksi sanggup menurunkan angka kematian bayi dan penyakit pada bayi

Namun sayangnya, kini banyak ibu yang tidak memberikan bayinya ASI eksklusif selama 6 bulan. Adalah hak bayi untuk memperoleh ASI dari ibunya. Jadi tega-kah kita merenggut hak bayi kita dan menggantinya dengan susu formula??
Sebuah ironi ketika ibu ikhsan berbincang dengan tetangga yang baru saja melahirkan bayinya beberapa bulan yang lalu.



“ mimik ASI-nya kuat ga mba?” tanya ibu ikhsan
“ASI-ku kurang,jadi ta kasih susu formula.Wah anak-ku kalo minum sufor kuat lho, sekali minum bisa 80 ml,” cerita si tetangga ini dengan sedikit ‘bangga’ Kala itu si bayi masih berumur 3,5 bulan.
Ibu ikhsan agak heran,bayi itu belum ada 6 bulan tapi sudah terkontaminasi sufor sebegitu banyak plus kebanggaan sang ibu bisa memberi sufor banyak ke bayinya.
“Lho tandanya ASI mbak kurang apa?”
“ habis anak-ku kalo malem kadang rewel.”
“apa ngga lebih baik dikasih ASI sampai 6 bulan mba?” ibu ikhsan kasi saran pelan2.
“Ya pengennya sih gitu, tapi kalo ASI-ku emang kurang piye? Tiap ibu kan kondisinya beda-beda, nyatanya tuh bu dokter yang di gang belakang itu bayinya ga dikasih ASI juga ga papa.”
“ Ooo gitu ya…” ibu ikhsan ga bisa komentar lagi.



dari sekelumit perbincangan tadi, ibu ikhsan bersyukur banget bisa ngasih ikhsan ASI yang berlimpah di 6 bulan awal kehidupan ikhsan. Dan Alhamdulillah di usia ikhsan yang ke 8 bulan ini, masih tersedia ASI untuknya.



Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997 dan 2002, lebih dari 95% ibu pernah menyusui bayinya, namun menyusui dalam 1 jam pertama cenderung menurun 8% pada tahun 1997 menjadi 3,7% pada tahun 2002. Cakupan ASI eksklusif 6 bulan juga menurun dari 42,4% pada tahun 1997 menjadi 39,5% pada tahun 2002.



Sedangkan penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8% tahun 1997 menjadi 32,5 % pada tahun 2002.
Pemberian ASI menurunkan risiko berbagai penyakit , antara lain: leukimia dan limfoma pada anak, diabetes, gangguan pencernaan dan diare, infeksi telinga, infeksi pernafasan, pneumonia, asma dan eksim, meningitis, rematik, osteoporosis, kanker payudara dan kanker indung telur, kolesterol yang lebih rendah, dan obesitas pada masa kanak-kanak maupun remaja.



Berbeda dari susu formula yang berasal dari susu sapi, ASI merupakan suatu spesifik spesies yang khusus dibuat hanya untuk bayi manusia, bahkan hanya untuk bayi sang Ibu, bahkan lebih jauh lagi, Komposisi ASI yang keluar setiap tetesnya memiliki kandungan berbeda yang khas yang persis sempurna sesuai dengan kebutuhan bayi seorang ibu pada saat itu.



Ini ibu ikhsan mengutip keterangan dari dr Utami Roesli Ketua Sentra Laktasi Indonesia tentang komposisi ASI:
* ASI hari I hingga kurang lebih ke-4 (kolostrum) Kolustrum bisa dikatakan sebagai "imunisasi" pertama yang diterima bayi karena banyak mengandung protein untuk daya tubuh yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Kadarnya 17 kali dibandingkan dengan ASI matur.
* ASI hari ke-3 hingga kurang lebih ke-10 (ASI transisi) Kadar protein ASI transisi sudah berkurang sementara kadar karbohidrat dan lemaknya meningkat. Begitu juga dengan volumenya yang makin banyak sesuai kebutuhan menyusu bayi yang semakin tinggi.
* ASI hari ke-10 dan selanjutnya (ASI matur) Komposisi ASI yang keluar pada isapan-isapan pertama (foremilk) juga berbeda dengan komposisi yang terkandung pada isapan-isapan akhir (hindmilk). "Hindmilk mengandung lemak dan karbohidratnya lebih banyak dibandingkan foremilk," kata Utami. Berikut ini komposisi/kandungan yang terdapat dalam ASI:
1. Lemak Kadar lemak ASI berubah-ubah secara otomatis sesuai kebutuhan kalori bayi dari hari ke hari. ASI mengandung enzim lipase pencerna lemak sehingga lemak ASI mudah dicerna dan diserap. Sekitar 80% lemak ASI berjenis long chain polyunsaturated fatty acid (lemak ikatan panjang). Antara lain omega 3 (EPA dan DHA), omega 6 (AA) yang merupakan komponen penting untuk pertumbuhan otak.
2. KolesterolManfaat kolesterol dalam ASI antara lain untuk meningkatkan pertumbkuhan otak. Selain itu olesterol berfungsi dalam pembentukan enzim metabolisme kolesterol. Metabolisme itu akan mengendalikan kadar kolesterol di kemudian hari sehingga mencegah serangan jantung.
3. Protein Kandungan protein dalam ASI lebih tinggi dan lebih mudah dicerna oleh usus bayi. Selain berguna sebagai daya tahan tubuh, protein diperlukan pula untuk pertumbuhan otak.
4. Karbohidrat Karbohidrat utama ASI adalah laktosa. Gunanya untuk pertumbuhan otak, meningkatkan penyerapan kalsium, meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik yaitu lactbacillus bifidus, menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya.
5. Vitamin dan Mineral ASI mengandung vitamin dan mineral yang lengkap. Hampir semua vitamin dan mineral dalam ASI diserap tubuh bayi. Perlu juga disadari bahwa masih banyak zat yang terkandung dalam ASI namun belum diketahui kegunaannya.
Jadi tidak usah ragu untuk tetap memberikan ASI bagi bayi kita. Ga pernah ada ruginya deh..,karena ga ada yang bisa menandingi rahmat ALLAH yang bernama ASI ini.
Yuk ibu-ibu go for ASI yack…



Trus kalo ada temen2 yang punya masalah tentang menyusui(laktasi) jangan segan2 buat konsultasi. Ini ada beberapa daftar klinik laktasi yang bisa jadi acuan.
Daftar Klinik Laktasi di Indonesia



Jakarta
RS St CarolusJl. Salemba Raya No. 41Jakarta 10440Telp. (021) 390 4441 (Hunting) pes 7257Email : humas@rscarolus.or.id,
info-pskc@rscarolus.or.id




RS Pertamina JayaJl. Achmad Yani No.2 By PassJakarta PusatTelp. (021) 421 1911 ext.4254



RSAL MintoharjoJl. Bendungan Hilir RayaJakarta PusatTelp. (021) 574 9037/574 9038



RS BundaJl Teuku Cik Ditiro No. 28MENTENG, Jakarta PusatTelp. (021) 319 22005 (hunting)Fax. (021) 310 1077e-mail : bundahospital@bunda.co.id



RS Husada Jl. Raya Mangga Besar No. 137-139Jakarta Barat Telp.(021) 626 0108



RSAB Harapan Kita Jl. S. Parman Kav. 87Jakarta BaratTelp. (021) 566 8284 pes. 1205



RS Pondok Indah Jl. Metro Duta Kav. VEJakarta SelatanTelp. (021) 765 7525



RS MedistraJl. Gatot Subroto Kav. 59Jakarta Selatan Telp. (021) 527 7382 ext.217-222



RS OMCJl. Pulomas Barat VI No. 20Jakarta TimurTelp. (021) 472 3332



RS Islam Jakarta Pondok KopiJl.Raya Pondok Kopi - Jakarta TimurTelp. : (021) 8610471 - 8630654 (Hunting) - Fax. : (021) 8611101, 86604256Email : rsipk@cbn.net.id - rsipk@pdpersi.co.id



RS Pantai Indah Kapuk (RSPIK)Jl. Pantai Indah Utara 3Pantai Indah Kapuk - Jakarta utara (14460 )Telp. (021) 588 0911 - 588 5188



Sentra LAKTASI Indonesia (Selasi)Jl. Agung Perkasa Raya Blok J5 No. 16Sunter Agung PodomoroJakarta UtaraTelp. (021) 651 0183



Bekasi
RSIA Hermina BekasiJl. Kemakmuran No. 39 MargajayaBekasiTelp. (021) 884 2121
RSIA Permata CibuburJl. Alternatif Cibubur - Cileungsi No. 6ABekasi 17435Telp (021)-8458806 Fax (021)-84592146



Depok
RSIA Hermina DepokJl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran MasDepokTelp. (021) 7720 2525
RS Tumbuh KembangJl. Raya Bogor CimanggisTelp (021) 8701873-74



Bogor
RS PMI BogorJl. Pajajaran 80BogorTelp. (0251) 324080
RS Azra BogorJl. Pajajaran No. 129BogorTelp. (0251) 318456
RSIA Hermina BogorJl. Ringroad-I Kav. 23, 25, 27 Perum. Taman YasminBogorTelp. (0251)328222 Fax. (0251)328252



Banten
RS Misi RangkasbitungJl. Multatuli No. 41 Rangkasbitung Lebak,Banten 42311Telp. (0252) 201014
RS International BintaroJl. MH Thamrin No.1 Sektor 7 Bintaro JayaTangerang, BantenTelp. (021) 745 5500
RS. Siloam Gleneagles Jl. Siloam No. 6Lippo Karawaci Tangerang, BantenTelp. (021) 546 0055 pes. 7151



Surakarta
Yayasan Kakak (Fajar Yulianta/Sofie)Jl. Slamet Riyadi No. 534 BTelp. (0271) 711453



Surabaya
RS Islam 1Jl. A. Yani 2-4 (Wonokromo)SurabayaTelp: (031) 828 4504, 828 4506Bukan klinik laktasi, tapi bisa konsul ke klinik ibu-anak dan akan diajarkan.
RS Islam 2Jl. Jemursari 51-57SurabayaTelp: (031) 847 1878, 847 1877



RSUD BanyumasTelp. 797111 ext. 144Banyumas



Yogyakarta
RS Bethesda YogyakartaJl. Jendral Sudirman 70 Yogyakarta 55224 IndonesiaTelp 0274-562246, 0274-586688 (Hunting)Fax 0274-563312
RS Panti RapihJl. Cik Ditiro 30Yogyakarta 55223Telp. (0274) 514845 pes. 227



Semarang
RS St. ElisabethJl. Kawi No.1Telp. (024) 831 0076 pes. 7405Semarang
RS. Panti Wilasa “CitarumJl. Citarum 98SemarangTelp (024) 3542224 (Hunting), (024) 3546043



Bali
RSB Puri BundaJl. Gatot Subroto VI/19Denpasar BaliTelp. (0361) 437999 Fax. (0361) 433988



Medan
RSU Dr. PirngadiJl. Prof. H.M. Yamin SH. No.47Medan 20217Telp. (061) 453 6022 ext 267



Makassar
Poltekkes Makassar (Aswita Amir, Siti Mardiah, SKM) Jurusan GiziJalan Paccerakkane KM 14 DayaMakassarTelp./Fax. (0411) 510197



Kaltim
RS Pupuk KaltimJl. Oxygen, BontangKalimantan Timur 75313Telp. (0548) 41118 pes. 237



KONSELOR MENYUSUI
Mia Sutanto Lulusan kursus Selasi, Ketua AIMIWWW.AIMI-ASI.org0815 10002584
Atau hubungi



Sentra LAKTASI Indonesia (Selasi)(021) 6510183Untuk informasi Konselor Laktasi terdekat dari rumah Anda



BREASTFEEDING SUPPORT
Klinik YOP (Yayasan Orang Tua Peduli)Komplek PWR, Jalan Taman Margasatwa Nomor 60Jakarta Selatan(021) 71284653

8 komentar:

Eucalyptus mengatakan...

Setuju banget, ASI gak ada duanya deh... anak jadi sehat, pinter dan perkembangannya luar biasa klo minum ASI

veraproject mengatakan...

Bagus nih artikelnya...ASI emang yg paling baik.

Skrg aku lagi nyuruh temen2ku yang mo ngelahirin buat inisiasi dini hehehe...

Salma Hasna Tsabitha mengatakan...

Ikhsan bayi ASI, Salma ku juga lho..hidup ASIII...!!!!

BUndAzkA mengatakan...

hidup ASI...!!

dah terbukti kedasyatannya...hihihiihi.....

mari ibu2...kasi asi sbg hak anak kita yaaaaaa;)

Ummu Azzam mengatakan...

IYa,:) kita sendiri tumbuh oleh ASI, bo'! masa tega2nya gak ngasih asi buat anak2 kita, ;)

Ikhsan gimana say? sehat kan? slalu nyusu asi, kan? biar kayak abang azzam nih yang makin pinter, kalo' ngomong sama ummi, pake bahasa linggis...:p hehehe...

widie mengatakan...

ASI..asi..asi...sayang anak..sayang anak...

seeepppp pertahankan asi yak...selama ngga bayar, ngga beli asi kalo dimimik terus produksinya makin banyak lho.....

erva mengatakan...

Mba... pengalaman saya nih: Anak pertama saya hanya memperoleh ASI saya selama 10 bln karena saya sudah hamil anak kedua dan saya lihat anak saya itu gampang sakit. Anak kedua saya memperoleh ASI saya selama 2 tahun dan Alhamdulillah jarang sakit. Saya ibu bekerja jd kalo lagi kerja saya peras ASI agar anak sy tetep memperoleh HAK nya.
Tetap semangat menyediakan ASI untuk anak.

yudith dani mengatakan...

wah seneng bisa kontak sama ibu2 pencinta asi. Saya juga alhamdulillah menyusui ke2 anak saya. Yang pertama saya susui smp 2 thn, yang ke2 sekarang 7 bln msh mimik asi jg. Mereka anak2 ASIX... Aduh bangga nggak sih ibu2 kita bisa menyediakan yg terbaik buat buah hati kita?
Menyusui itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Hidup anak2 asi!