Langsung ke konten utama

weekend di kampung halaman

longweekend kami pulang ke rumah mbah kakung dan mbah putri di bantul

seneng deh, ada di desa kelahiran bapak ikhsan....
masih banyak sawah...
ada sungai yang aernya gemiricik...
angin yang sepoi-sepoi...
yang bikin hati adem.....
ada pasar pleret yang ruame banget tiap pon dan kliwon...
tak tampak sisa-sisa gempa bumi 2006 yang meluluh-lantakkan bantul...

4 hari di sana hampir ta terasa ...
karena ada kebahagian mbah kakung dan mbah putri
dikunjungi anak ragil, mantu ragil dan cucu terkecil
walou ada sedih terpancar ketika anak ragil, mantu ragil dan cucu terkecil harus pamit
"besok..,kami dateng lagi mbah kakung..mbah putri..,"
"bercanda dan tertawa bahagia bersama lagi..."

Komentar

Anonim mengatakan…
Ikhsan habis mudik ke Bantul yaa..wah iya jeng disana tempatnya masih seger, pasti Ikhsan hepi bgt ketemu mbah yaa
Vera mengatakan…
Duuuh..seneng nya ke rumah mbah kakung ma mbah putri ya...
Jadi pengen ke jogja hehehe...
Ira Melati mengatakan…
seneng banget ya yang bisa pulang..wafi pingin banget pulang ke YK tp aybun gak bisa trus nih
Anonim mengatakan…
enak ya ikhsan nek pulang kampung cuma deket2... pasti sering banget..
aku pengn banget punya rmh di jogya..
apa lg anak lanang ada disana...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…