Langsung ke konten utama

cerita tentang kerjaan dan ikhsan

sehari kemaren rasanya cuapek buanget.... rasanya dah ga punya tenaga buat maen2 sama ikhsan. Hari rabu kemaren ibu ikhsan punya gawe Workshop tentang Hak atas Kekayaan Intelektual di kantor. Workshop ini kerjasama dengan Pusat HKI UII djogja. Acara lumayan sukses dan peserta pada antusias. Seneng juga acara yang dah digagas lumayan lama (hampir setaon lho) akhirnya terlaksana dan berjalan sukses walo agak ribet masalah dana.
Ngurusin tentang HKI bikin otak ibu ikhsan yang dah mulai beku tentang hukum mencair lagi. Maklum sejak jadi abdi negara di sini praktis ibu ikhsan hanya melakukan kerjaan teknis dan melupakan background pas kuliah. Bersama seorang teman (dulunya temen kuliah yg kebetulan sekarang satu kantor), kami "kerjabakti" untuk bikin proposal dan usulan supaya Lembaga kami concern masalah HKI. Hasilnya lumayan, sekarang sudah ada pojok HKI yang merupakan embrio terbentuknya sebuah unit pengelolaan HKI.

cerita tentang ikhsan...
hari selasa malam kemaren jam 21.30 ikhsan yang sudah bobo tiba2 terbangun dan menangis hebat plus teriak2. Ibu dan bapak ikhsan langsung meloncat kaget. Ada apa ini? Ikhsan ga pipis, dikasih ASI ga mau malah semakin keras teriaknya, digendong berontak. Kami semua bingung bagaimana nolong ikhsan.
"bapak doain ikhsan..,"pinta ibu sambil gendong ikhsan yang berontak2 dan teriak menangis.
bapak ikhsan langsung doain ikhsan,ibu ikhsan juga ga brenti baca ayat kursi tapi ikhsan seperti ga ketulungan nangisnya.
untunglah kami ga panik. Bapak langsung ambil wudlu dan ngajak si mbak baca surat Yasin buat ikhsan. Selang setengah jam, tangis ikhsan mulai mereda dan mau mimik susu. Alhamdulillah begitu bapak selesai baca Yasin, ikhsan mulai terlelap setelah hampir setengah jam menangis dan berteriak tanpa henti.
sampai sekarang kami belum tahu penyebab kejadian malam itu. Kata Bapak Ikhsan,"kita ditegur Allah untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah kita.."
hmmm.....mungkin juga ya yang

yang mengherankan, setelah kejadian malam itu, tingkah laku ikhsan biasa2 aja-kayaknya dah lupa tuh pernah nangis dan teriak2 sampai tetangga pada ikutan bangun :)

Komentar

semuasayanganna mengatakan…
HAKI?? hu3, jadi pengen kuliah lagii..
isma mengatakan…
Selamat ya utk acarany yg sukses.
Kl liat anak nangis kalap gt mang bingung cmpr tkt. Kl kt wong tuwo diketoki barang alus. Smg ya ikhsan ga nangis kyk gt lg.
Anonim mengatakan…
iyaa mba..kdg anak2 suka gitu, nagis jejeritan ga jelas...tp kalo kita sgera bacain ayat kursi ato apalah sholawat, alfatihah, insyaAllah nangisnya lama2 reda..

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad