Langsung ke konten utama

kartini oh kartini....

tanggal 21 april kata orang lahirnya ibu kartini so ga aneh kalo di hari ini banyak tuh anak2 sekolah yang didandanin pake baju daerah plus sanggul dengan bandrol ngerayain kartini. Seperti tadi pagi pas ibu ikhsan berangkat kantor ketemu iring-iringan andong yang berisi anak2 TK berpakaian daerah yang lagi pawai. Seneng ngeliatnya karena anak2 itu lucu dengan berbagai macam baju daerah.

sempat tergelitik di pikiran ibu ikhsan, sejak kapan sih tanggal 21 april diperingati dan banyak orang kemudian memakai baju daerah di hari itu. Sampai sekarang belum ketemu alasan tentang hal itu. Apa sih esensi orang beramai-ramai pake baju daerah? apa ya itu mewakili semangat kartini untuk memberdayakan perempuan?
sewaktu kecil ibu ikhsan paling "ga seneng" kalo disuruh pake baju daerah ketika hari kartini. Ribet dan ga seneng didandanin. Tapi kalo berangkat sekolah ga pake baju daerah, bakal kena hukum deh sama guru..,jadi dengan setengah terpaksa kita pake kebaya.., ga tahu maknanya pake baju daerah untuk memperingati kartini ???

kartini memang sosok perempuan yang 'tangguh'. Dia ditakdirkan mempunyai kemampuan berpikir dan kemauan yang tinggi untuk maju. Perempuan harus pintar dengan belajar..,apa pun caranya. Keinginan untuk maju tercermin dari semangatnya untuk belajar dan mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada anak2 perempuan di sekitarnya.
tidak ada ruginya mencoba untuk menjadi perempuan yang 'berdaya' seperti kartini...
kartini oh kartini......

Komentar

Fanya Ardianto mengatakan…
aku juga nggak tau apa maksudnya disuruh2 pake baju daerah pas hari kartini, tapi dulu pas sekolah, aku seneng banget! selain seneng didandani, pelajaran rutin juga diliburkan :D
Ning Wiedy mengatakan…
Pake kebaya ga kerjanya ??
entik mengatakan…
to wiedy: di kantor ga berasa hari kartini, pada lupa kali jadi boro2 pake kebaya...
Anonim mengatakan…
Hello!

Nggak terasa udah mau Hari Kartini lagi ya?

Ini ada artikel tentang Kartini juga, "Hari Kartini, Pahlawan Pendidikan" di cantik40s.blogspot.com.

:)

Thanks,
AFM

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…