Langsung ke konten utama

cerita tentang si om

cerita tentang operasi usus buntu si om kelik selalu bikin hati ibu ikhsan miris. Sejak dioperasi tanggal 21 Mei lalu sampai sekarang keadaannya belum pulih benar. Karena usus buntu-nya dah kronis jadi menimbulkan infeksi pada luka pasca operasinya. Akibatnya jahitan-nya selalu basah dan mengeluarkan cairan. Aduh kebayang kan perihnya?
ibu ikhsan jadi keinget dulu waktu jahitan pasca sesar yang ga kunjung kering. Selama 3 bulan jahitan mengeluarkan cairan dan mesti rutin ke dokter untuk mengeluarkan cairan dari bekas luka sesar. Wih periiihnya bo... ga ketulungan.
lha kok kejadian yang hampir mirip berulang pada si om. Setiap kali nganter si om kontrol ke rumah sakit, ibu ikhsan bawaannya lemes, mual dan mau pingsan kalo liat si om mringis-mringis nahan sakit karena lukanya dipencet dokter untuk mengeluarkan cairan serasa ngerasain sendiri -maklum ini adik ragil kesayangan ibu ikhsan-
ini memasuki minggu ke2 setelah operasi, keadaan si om dah mulai membaik tapi masih harus kontrol 2 hari sekali ke rumah sakit untuk membersihkan luka pasca operasinya. Menurut dokter, butuh waktu 2-3 minggu agar lukanya menutup dengan sempurna.
doain ya agar si om cepet pulih seperti dulu lagi....

NB. Tengkyu buat astien dan temen2 yang dah nyempetin datang jauh2 dari semarang untuk nengokin si om

Komentar

Anggorowati mengatakan…
duh..miris bacanya.. smoga om-nya ikhsan cepet sehat lagi.amiiin
astin mengatakan…
sama sama mba..
ikut doain juga biar cepet sembuh ya si om nya..
oya makasih jaddah ma tempe bacemnya...enak lo
Anonim mengatakan…
wah si oom baru ops usus buntu ya.
aduh knapa ampe bisa infksi setelah operasi... mungkin perlu penanganan yg lbh intensf
Kalo aku, Alhamdulillah pasca oprsi dl langsung baik.. cuma 1x kontrol..
emang agak butuh ktelatenan apalg br 2mmgu masih mual, dll
moga cepet sembuh ya oom..

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…