Langsung ke konten utama

3 tahun sudah....


Tak terasa 3 tahun sudah kami –saya dan mas- berbagi suka dan duka. Bentangan hari yang kami lalui sungguh mengesankan. Tanggal 14 Agustus 2005 adalah hari dimana mas mengucapkan ijab qabul dengan bapak saya. Sungguh haru kala itu mendengar mas dengan mantap menerima nikah saya dari bapak. Tak ada keraguan dari kalimat yang diucapkan mas di depan naib dari KUA. Waktu itu saya sempatdeg-degan, tapi mas kayaknya tidak deg-degan alias muantap.

Selang seminggu setelah menikah, mas harus kembali ke bandung untuk menyelesaikan kuliah S2 di ITB. Waktu itu rasanya sedih juga ditinggal suami hiks..hiks karena membayangkan akan menghabiskan masa cuti menikah sendirian. Alhasil selama seminggu setelah menikah saya hanya sendirian. Sepi dan ga enak banget, saya pun sempat uring-uringan sama mas. Tapi mas menanggapi dengan “damai” alias ga ikut-ikutan senewen.
“sabar ya jeng…,besok setelah ujian semester selesai pasti mas pulang ke djogja,” begitu janjinya.
Hampir 1 tahun kami terpisah. Saya di djogja dan mas di bandung. Dan masa-masa itu seru kalo diingat karena kala itu kami harus rela melek malam-malam demi mendapat tarif murah untuk saling bertelepon. Setiap jam 3 pagi dering telpon seluler saya sudah berbunyi. SMS dari mas yang rutin membangunkan saya untuk sholat malam. Usai sholat malam, barulah mas menelpon dan waktu 1 jam pun berlalu untuk saling ngobrol dan ketawa-ketiwi. Menjelang subuh barulah acara telpon-telponan usai karena adzan subuh sudah memanggil kami untuk sholat. Dan setelah sholat subuh, bisa ditebak kalo saya ngantuk berat dan tidur lagi sampai jam 6 pagi dan baru siap-siap ke kantor selepas jam 6.

Karena setiap hari ada acara telpon-telponan alhasil alokasi budget untuk pulsa pun membengkak. Tapi ga papa sih, wong dalam keluarga kan komunikasi penting (ini sih untuk ngayem-yemi hati aja karena membengkak-nya budget he2x) lagi pula kami belum punya tanggungan anak. Setelah menyelesaikan kuliah di Bandung, akhirnya mas diwisuda juga dengan predikat cumlaude. Wih seneng dan bangga rasanya ketika melihat mas berdiri ketika namanya disebut sebagai peserta wisuda yang cumlaude dalam acara wisuda sarjana & magister ITB tahun 2006. Saya ga pernah ngebayangin mas hanya punya 1 nilai B dalam transkrip Magister Sains-nya. Kata mas, selama kuliah di Bandung dia konsern belajar biar kuliahnya cepat kelar dan cepet balik Djogja ketemu sama istri tercinta.
"Dapat nilai bagus juga karena di support istri kok," ujar mas rada tersipu karena saya puji predikat cumlaude-nya. (wekekek..., saya sempat ge-er juga mendengar pernyataan2 mas itu)
dan di akhir tahun 2006 saya dinyatakan positip hamil. Duh...,senengnya kami menerima anugrah ini, setelah hampir 1,5 tahun menunggu. Rasanya lengkap kehidupan keluarga kecil kami dengan kehadiran ikhsan di pertengahan tahun 2007. Semakin komplit kebahagian saya dan mas karena kami dapat membeli sebuah rumah mungil di tengah rimbunnya pohon-pohon dan hijaunya persawahan menjelang kelahiran ikhsan. Bagi saya, ikhsan dan mas adalah simponi kebahagian dalam hidup. Mas, dengan kesabarannya telah menggenapkan cinta saya padanya menjadi 100%. Saya dulu sempat tak bisa membayangkan cinta saya pada mas akan semakin bertambah setelah menikah dengannya. Kini tak ada hentinya saya bersyukur pada Allah karena telah menjodohkan saya dengan mas..., Alhamdulillah.
Semoga, kehidupan keluarga kecil kami senantiasa dilimpahi cinta, kasih dan sayang..
dan semoga rahmat Allah selalu terlimpah pada kami..
ami..iin

Komentar

Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Selamat ya Entik..semoga selalu menjadi keluarga sakinah,mawaddah & warrahmah sampe kakek nenek, amiin
Anonim mengatakan…
happy anniversary yaaa....selamaatt semoga perkawinannya awet sampai au memisahkan...keluarganya jd keluarga yg sakinah mawadah waromah aminnnn

ceritanya seruuu banget nehhhh
Anonim mengatakan…
congrats ya mbak... smoga langgeng selamanya n bahagia selalu...

sori aku baru buka kompi nih... pa kabarnya...? kita br akan di Yk next wik kalii...
astin mengatakan…
selamat ya jeng...semoga langgeng sampe maut memisahkan...

bener ceritanya seru...
berakit rakit ke hulu. berenang renang ke tepian ni ceritanya...
Anggorowati mengatakan…
selamat yah jeng.. smoga bahagia sellau bersama keluarga tercinta..amiiin
ENDRIYANI mengatakan…
Wah...telat nich...!!! Tapi gak ada salahnya kan ngucapin sekarang....hehehe

Happy Anniversary yah...S'moga bahagia selalu...panjang jodohnya...dlll pokoknya yang terbaik ya...Amin...
Vera mengatakan…
Selamat ultah pernikahan ya, Jeng, moga jd keluarga sakinah mawadah warrahmah. Nambah momongan lagi. amin

Wah, sama tuh, seminggu abis nikahan langsung ditinggal hehehee...tp ga papa yah, kan klo ketemu jadi kangen2an.

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…