Langsung ke konten utama

cerita Festival seni Internasional

Ah, akhirnya saya bisa posting juga setelah selama beberapa minggu ini disibukkan dengan kerjaan kantor. Usai Festival Seni Internasional 2008 digelar, saatnya saya melaporkan (ih, kayak lapor ma komandan ajah.. he2x) acara festival kemaren.


Festival kali ini mengambil tema art for teacher, jadi banyak meng-explore karya-karya guru baik, guru SD, SMP,SMA dan SMK. Mulai dari karya kriya sampai karya seni pertunjukan. Ternyata ga nyangka loh, para guru itu punya kemampuan yang ok. Lukisan karya mereka yang dipamerkan juga cukup membuat orang berdecak kagum. Puncak acara festival ditandai dengan penganugrahan Teachers Award.


Acara bazar barang-barang seni juga ga kalah seru dan ramai karena banyak barang-barang unik dijual dengan harga yang miring. Saya aja juga ikutan mborong he2x.
Mumpung acara ini gratis dan ga setiap tahun digelar, saya ga sia-siakan kesempatan ini. Setiap sore,selepas kantor (karena kalo pas jam ngantor saya sibuk dengan jadwa panitia) saya mengajak ikhsan untuk lihat festival. Tak ketinggalan asisten di rumah juga saya ajak. Mas –bapak ikhsan- karena sibuk dengan urusan kantor, ga setiap hari bisa menemani kita nonton. Ah, yang penting kami –saya dan ikhsan- senang karena bisa mengapresiasi seni dan budaya bangsa kita. Semoga saja 2 tahun mendatang festival seni internasional ini bisa tetep digelar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…