Langsung ke konten utama

bike to work

hari ini saya mencoba bike to work alias bersepeda ria ke kantor. Pagi sebelum berangkat,saya sampaikan niat saya ke mas untuk naek sepeda ke kantor.

"mas, hari ini jeng pengen ke kantor naek sepeda."
"ha..ha...," mas dah ketawa duluan. " ga papa bagus jeng, ben jeng sehat."
"tapi sadel-nya terlalu pendek mas, mbok dinaikan dulu," pinta saya.
"wah, repot jeng. Mana mesti pake kunci je.., susah. Mas berangkat pagi," tolak mas dengan berbagai alasan.
"sadelnya tinggi segitu juga pas kok buat jeng," si mas mulai menenangkan saya yang dah mulai manyun.

Walau saya dah punya niatan naek sepeda, tapi mas tetep aja nyiapin motor yang biasa saya pake ngantor di depan rumah. Keknya dia ga yakin 100% kalau saya mau naek sepeda. Berhubung mas harus berangkat pagi, jadi mas berangkat duluan dengan motornya. Mobil dibiarin nganggur di garasi, keknya si mas mau ngirit premium deh he2x.

saya dengan semangat 45 (wih kayak pejuang jaman dulu he2x) siap2 dengan sepeda. Karena jarak rumah dengan kantor ga ad 2 km, kayaknya emang lebih sehat kalo saya bersepeda.
Bisa nyehatin jantung juga membatu ngurangin global warming he2x.
Akhirnya saya kayuh sepeda menuju kantor. Hmmm.... angin yang sepoi-sepoi terasa sejuk menyapa. Saya memilih jalur yang melewati desa yang masih banyak pepohonan. Ternyata asyik juga loh.

Sampai kantor, banyak teman2 yang komentar.
"wah, bike to work toh?"
saya cuma tersenyum saja sambil berpikir, bike to work, kenapa tidak?

Komentar

Keke Naima mengatakan…
jarak rumah-kantor deket ya? enak ya bisa bike to work. Badan juga bisa lebih sehat.. :)
Anonim mengatakan…
asik ya bisa sepedaan lagii pengen juga rasanya naik sepeda
astin mengatakan…
kalo aku 'bike to work' bisa2 kakiku jadi guedhe...naik turun si jalannya hehe
Anonim mengatakan…
ASyik tuh mbak..bike to work...

aku juga pernah....tapi ya pagi2 masuk kantor dah keringatan hehe..neng sehat...
semuasayanganna mengatakan…
hehehe.. asik kok bike to work. aku udah 6bulan ini mbak:)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad