Langsung ke konten utama

terenyuh

tadi pagi ada hal yang bikin hati saya trenyuh. Ceritanya gini, hari ini saya emang kurang enak badan, rada flu dan mulai puyeng2. Jadi mau berangkat ngantor rasanya badan ni lemes banget. Trus saya tiduran di sofa depan, sementara ikhsan udah patroli keliling rumah sekaligus mberantakin barang-barang. Karena puyeng, saya biarin aja ulah ikhsan- biar sekalian kayak kapal pecah rumahnya-

eh, pas dia melewati saya yang lagi tiduran di sofa, tiba-tiba brenti.
"abuk..." maksudnya manggil ibu
" ibu pusing San," jawab saya.
"Pabuk?" maksudnya apa bu?
"badan ibu rada panas terus perut ibu juga kembung nih," saya megang jidat saya.
Ikhsan memandangi saya. Trus tiba-tiba dia ikutan memegang jidat saya dan mengelus-elus kepala saya. " abuk...abuk..," gitu katanya.

Saya tersenyum liat tingkah ikhsan. Tak lama kemudian ikhsan ngacir, saya pikir dia mau keliling rumah lagi. Eh, ternyata dia ambil minyak telon dari kamar.
"abuk..abuk," sambil mengacungkan botol minyak telon ke arah saya dan tangan satunya mengelus-elus perut saya.

aduh, saya terenyuh banget liat perhatian ikhsan ke saya. Dia bermaksud ngasih minyak telon ke perut saya dengan harapan saya segera bangkit dan berdiri -mau diajak patroli keliling rumah keknya :)
makasih ya nang...., kamu memang anak ibu dan bapak tersayang

Komentar

Keke Naima mengatakan…
omongan & perbuatan anak kadang bisa bikin kita terharu ya..
Fitri3boys mengatakan…
ikhsan pinter yah...
ENDRIYANI mengatakan…
Ikhsan pinter bener...Sayang ama abuk nya ya...Pasti abuk nya cepet sembuh ya dah di obatin ama ikhsan...
Unknown mengatakan…
aduh sayangnya ikhsan ma abuk.. terharu ya ...
Anonim mengatakan…
Wahhh Ikhsan sayang ibu yaa itu baru anak ibu dehh ibuna dipijitin pake minyak telon yaa biar cepet sembuh hehhee
Anonim mengatakan…
subhanallah, ihsan sayang ibu ya..
dan lucunya, ihsan dah bisa ngomong 'abuk' tuk ibu. klo abin tadinya bisa skr malah ganti 'mama' :D. salam kenal ya..

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…