Langsung ke konten utama

suatu senja

Suatu senja sepekan yang lalu, setelah seharian ngantor, saya duduk ditemani mas di beranda belakang rumah kami. Rasanya penat dan capek seharian di kantor. Dan seperti biasa untuk menghapus lelah, mas mengambil gitar dan mulai memetiknya. Sebuah lantunan lagu dinyanyikannya untuk saya. Indah dan menyentuh sekali..

Adalah engkau, dia yang kurindu tuk jadi bagian bunga di hatiku
Menjadi peneduh kalbu perjalananku
Tibalah waktu yang telah kurindu, tuk selalu bersama denganmu
Tlah terbuka pintu itu, akad tlah terucap sudah
Dinda marilah melangkah

Dinda temanilah aku di setiap detikku dengan doamu
Bila terpisahkan waktu tetaplah disini di dalam hatiku
Ya Robbi ijinkanlah kami untuk terjaga selalu di jalan-Mu
Dinda doamu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa


Lagu-lagu dari Seismic memang jadi lagu favorit kami berdua. Selain syairnya menyentuh, lagunya juga apik kalo dimainkan dengan petikan gitar. Sejak sebelum menikah sampai sekarang kami masih sering mendengarkannya. Dan saya selalu saja tersentuh kala mas menyanyikannya untuk saya. Kok bisa ya???

Komentar

ENDRIYANI mengatakan…
duuuuh...romantisnya!!! jadi ngiri.com nich...
Klo suamiku nyanyi, saya malah suka marah-2...abis suka asal nyanyinya!!! dan gak merdu...hehehhhe
Vera mengatakan…
duuuh..so sweet....tetep mesra terus ya jeng
Unknown mengatakan…
wah ngiri juga ikutan... kagak ada yang pernah nyanyiin lagu untukku huhuhu
Keke Naima mengatakan…
waa.... romantis banget!! Suami sy mah cuek, ngomong cinta aja susah bgt, apalagi di suruh nyanyi romantis kayak gitu. Hahhaha...
Anonim mengatakan…
suit..suit...romantis kali bun...
Anonim mengatakan…
so sweet....

wah..gak nyangka nih bapak na ihksan jago gitar juga...

romantissss abisss

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…