Langsung ke konten utama

bapak


setiap kali teringat bapak, hati saya selalu terenyuh.
bapak adalah satu-satunya orang tua yang tersisa buat saya setelah 9 tahun yang lalu ibu meninggalkan kami. bapak jugalah tempat saya bercengkrama berbagi cerita. karena dengan bapak saya bisa bebas bertanya, mengobrol bahkan bercanda. Ketika saya hendak melahirkan pun, bapak yang tahu pembukaan saya sudah banyak. Bapak menghitung tiap menit, dan mengatakan, " sudah tiap 15 menit sekali sakit, wes gek dibawa ke rumah sakit,"
setelah tidak ada ibu, bapak tetap tempat saya bertanya tentang ikhsan. Pertama kali saya mencoba tengkurepkan ikhsan di usia 20 hari, bapak-lah yang mengajari saya. Ketika ada apa-apa dengan ikhsan, bapak juga tempat saya berbagi karena bapak selalu menenangkan saya. Pun ketika saya harus mengurus sendiri ikhsan yang waktu itu masih 5 bulan opname di RS karena mas sedang ada di kalimantan, bapak -lah yang memberi kekuatan.

tidak terhingga rasa sayang dan terima kasih saya buat bapak. Tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk membahagiakan bapak. Saya tidak bisa setiap saat menemani bapak. Dan sungguh bapak sangat legowo ketika saya memutuskan untuk membeli rumah dan meninggalkan bapak tinggal di rumah beliau sendirian. Terkadang saya berpikir, apakah saya egois? dan sekali lagi bapak tidak mencap saya seperti itu. Bapak sangat mendukung anak-anaknya untuk mandiri. Bapak juga tidak mau merepotkan anak-anaknya,selagi bapak masih mampu melakukan sendiri, pasti akan dilakukan sendiri. Ikhlas dan sabar itulah yang terpancar dari bapak.
Bapak sudah sangat bahagia ketika menerima telpon saya setiap hari dan menanti kunjungan saya dan ikhsan beserta mas setiap minggunya.

terima kasih bapak, dan maaf jika anakmu tidak bisa berbuat yang terbaik untuk bapak..
terima kasih juga buat mas yang selalu bersedia mengantarkan rantang makanan setiap pagi buat bapak dan menyisihkan waktu sekedar menemani bapak makan siang di sela-sela kesibukan ngantor...

Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan keselamatan untuk bapak, amien.

Komentar

Keke Naima mengatakan…
teharu bacanya mbak.. :)
Vee mengatakan…
hikz..gue nangis tik, terharu banget, bapak berperan sekaligus sebagai ibu, smoga rahmat Allah tercurah untuk bapak n kel.
Bunda Farras mengatakan…
hiks jadi sedih aku mbak .. inget bapakku juga ..

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.