Langsung ke konten utama

hampir genap 2 taon 2 bulan

sudah lama ga cerita tentang perkembangan ikhsan. Setelah genap 2 tahun, ikhsan mulai banyak celotehannya. Mulai dari mengungkapkan keinginannya sampai menceritakan kembali kegiatannya sehari-hari. karena saya mengajarkan 2 bahasa (bahasa indonesia & bahasa jawa) alhasil ikhsan campur aduk dalam pemakaian bahasanya. Ketika diajak bicara menggunakan bahasa indonesia dia menjawab pake bahasa jawa begitu sebaliknya kalo diajak bicara pake bahasa jawa dia menjawab pake bahasa indonesia.. hihi.., maklum juga sih wong namanya masih belajar. Seperti omongan ikhsan yang kayak gini:
" ibu itu mobil apa?"
" itu taksi dik"
" taksi lampune di ndhuwur (lampunya di atas), itu taksine mau jalan,"
trus kalau ditanya umur:
" ikhsan umurnya berapa?"
" empat, empat ki wes sekolah> (empat tuh dah sekolah)."
saya ketawa dengarnya, trus saya lanjutkan nanya:
" sekolah TK apa SD?"
" SD," jawab ikhsan mantap " koyo (kayak) mba lina," yang ini tetangga depan rumah yang kelas 1 SD. hihi maunya langsung SD ga mau TK.
Kalau ditanya tentang keluarga gini jawabnya:
" ikhsan bapaknya siapa?"
" bapak sigit."
" kalau ibunya?"
" ibu entik."
" rumahnya mana?"
" tanjungsari." - ini nama dusun tempat tinggal kami-
hihi lucu dewh kalau ngobrol sama ikhsan. Selalu bikin saya dan mas geli.

menginjak usia 2 tahun ikhsan mulai doyan dengan susu UHT, walo saya sudah mencoba memperkenalkannya sejak lama tapi ikhsan mesti melalui tahap ga doyan dulu. Awalnya saya coba beri susu murni,ikhsan hanya mau minum beberapa sendok saja. Sampai beberapa waktu akhirnya saya menyerah dan mencoba susu UHT. Pengenalan susu UHT ini juga butuh proses yang lumayan lama. Hampir 1 bulan waktu yang saya butuhkan. Alhamdulillah ikhsan mulai suka dan meninggal susu formula sekaligus botol dot-nya. Sekarang Ikhsan minum UHT dengan gelas atau sedotan. Dalam sehari ikhsan bisa minta minum 480 cc UHT atau sekitar 3 gelas. Sebenarnya saya pengen ikhsan minum susu 2 gelas saja dalam sehari (sekitar 320 cc)supaya makan besarnya bisa lebih banyak. Tapi kalau ikhsan sudah merengek minta susu, saya suka ga tega dan saya kasih juga.

alhamdulillah perkembangan kesehatan ikhsan juga baik. Stamina juga ok. Jadi kalau ikhsan lagi maen sama temen2nya yang lagi pada keserang flu, alhamdulillah ikhsan ga ketularan.

yang sering kangen dengan perkembangan ikhsan adalah mbah kakung & mbah putri di bantul karena kami ga bisa sering2 ngajak ikhsan silaturahmi ke sana, maklum jarak rumah mbah kakung dengan rumah kami lumayan jauh ditambah lagi seringnya mas tugas keluar kota jadi kami ga bisa tiap minggu bertandang ke bantul.

Komentar

isma mengatakan…
rata2 anak jogja memang pakai jawa indonesia ya hehe kyk shinfa, dicampur2. ihsan, tambah pinter ya nak...
Motik mengatakan…
Ikhsan makin pinter aja nih.. Gpp ngomongnya campur2 :)
Baca percakapan ikhsan aku jd inget ponakanku yg tinggal di yogya, lucu denger logat jawanya ponakanku kalo lg ngomong hehehe
Diyah mengatakan…
Ikhsan tambah pinter aja ya...
Ajarin Zalfa bahasa jawa donk...hehehe...
Oya mbak selamat menunaikan ibadah puasa & maaf lahir batin ya...
Desy Noer mengatakan…
Wah tambah pinter aja nich Ikhsan. Seru yah kalo anak udah bisa diajak ngobrol.

Lucu kai ya denger ikhsan ngomongnya campur aduk bahasanya.
Keke Naima mengatakan…
Ikhsan tambah besar.. tambah pinter ya.. :)
lidya mengatakan…
ikhsan tambah pintar aja ya. selamat puasa mbak

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad