Langsung ke konten utama

bersyukur

tadi sempat ndengerin radio tentang petuah ramadhan. Kok mengena juga ya hikmah ceritanya? ceritanya gini,

ada seorang pekerja bangunan arip namanya, dia sedang melakukan pengecatan di gedung bertingkat. Ketika sudah berada di atas tangga dia lupa ada sesuatu yang akan disampaikan kepada temannya yang masih berada di bawah. Kemudian dia berteriak memanggil temannya.
"Uri..iip."
si urip yang berada di bawah tidak mendengar karena bisingnya suara di proyek itu. si arip memanggilnya sekali lagi.
"Uri..iip."
si Urip tetap tidak mendengar. Kemudian si Arip punya ide. Bagaimana kalau aku coba menjatuhkan sekeping uang logam di dekat Urip, pasti dia mau menengok ke atas, batinnya. Kemudian si Arip menjatuhkan sekeping uang logam tepat di dekat si Urip. si Urip mengambil uang itu dan memasukkannya ke kantong tanpa menengadahkan kepalanya ke atas.
si Arip kecewa, "aduh Urip kok cuma diambil to uangnya, aku yang melemparkannya dan kamu ga nyoba cari siapa yang menlemparkannya kepadamu."
tapi si Arip ga menyerah, dia mencoba melempar keping uang logam kedua dan tepat jatuh di dekat si Urip. Lagi-lagi su Urip cuma mengambil dan tidak menoleh kemana pun.
Akhirnya si arip punya ide. " Ah, aku lempar aja si Urip dengan batu kerikil, pasti dia akan menengadah ke arahku."
Kemudian si arip melemparkan kerikil tepat kena kepala si Urip dan si Urip langsung menengadahkan kepalanya ke arah si Arip. si Arip pun kemudian bisa menyampaikan pesannya kepad si Urip.

Ternyata, Allah telah banyak memberi kita nikmat namun kita sering lupa untuk bersyukur dan menengadahkan kepala untuk mengingat-Nya. Jadi tidak salah ketika Allah menyentilkan "cobaan" dalam kehidupan kita supaya kita selalu ingat kepada-Nya.
Mari bersyukur atas nikmat dan rahmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Alhamdulillah....

Komentar

lidya mengatakan…
bersyukur itu perlu sekali ya mbak
Fitri3boys mengatakan…
hi hi, namanya sama kayak omnya faidzaky ....

Bener bgt soal bersyukur....trims bgt dah dingatkan ya
Anonim mengatakan…
Sip, apik temen critone mbak. Begitulah manusia jeng, giliran dikasih nikmat lupa sama yang Di Atas. Giliran dikasih bencana, baru deh inget, trus rajin beribadah. Semoga kita semua tidak dalam golongan itu. *ngingetin diri sendiri nih :-)
Iklan Baris mengatakan…
betul....setiap kita dapet rezeki, kita lupa akan yang memberi rezeki, tapi di kala kita tertimpa kesulitan, kita baru menengadah meminta bantuan kepada Sang Pemberi...emmmm emang manusia, tidak pernah mau bersyukur kecuali orang2 yang beriman ^_^

Iklan Gratis
Mai mengatakan…
Wahahaha... 'mengena sasaran' banget nih postingannya.. :)

Tp emang betul ya mom, Sbg ummat yg baik mestinya kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah.

Salam buat si ganteng ya :)
Bunda Farras mengatakan…
Betul banget tuh mbak .. semoga kita termasuk orang orang yang slalu bersyukur kepadaNya ya mbak
Desy Noer mengatakan…
mengena banget mbak..
Iya nich, aku juga masih sangat jaraaaaang banget bersyukur.

Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi manusia yang selalu diingatkan dan selalu bersyukur. amin
Novianti mengatakan…
Setujuuuuu...kata Allah barang siapa yang selalu bersyukur maka akan Aku tambahkan nikmat dari-Ku...dan barang siapa yang kufur maka azab-Ku sangat pedih...na'udzubillah
bunda zikra mengatakan…
wah mom thanks for sharing ya. iya bener terkadang kita suka lupa, tapi moga2 sampe gak kena musibah dulu baru ingat Allah. nauzubillah:(
Keke Naima mengatakan…
mengingatkan kita u/ selalu bersyukur ya.. :)
CichaMamaShaina mengatakan…
cerita dan perumpaannya bagus, pas dan mengena.

Iya bener, makasih udah diingetin ya. Salam buat ikhsan :)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…