Langsung ke konten utama

menjelang akhir ramadhan

ah ga terasa hari-hari di bulan puasa tahun ini berlalu begitu cepat. Tinggal beberapa hari lagi bakalan usai. Sedih deh, rasanya belum habis2an ibadahnya. Contohnya jarang banget bisa tarawih di mesjid, karena si ikhsan belum bisa tahan lama diajak sholat di mesjid. Trus belum khatam tadarus, gimana nih?

tapi alhamdulillah ikhsan dah mulai ngerti diajak sholat & ngaji. Tiap kali saya ambil aer wudlu, langsung ikutan dan pengen sholat. Setiap kali saya ambil Qur'an juga ikutan minta alQur'an dan ngaji. Sekarang sudah hafal Al Fatikhah, Al Ikhlas, An-Naas, doa mau bobo-bangun bobo, dao mau maem-sesudah maem. Seneng dan geli kalo liat ikhsan baca hafalan2nya.

lebaran taon ini kami berencana merayakan ke bantul, di tempat mertua baru kemudian menyambangi rumah bapak di condongcatur.

buat temen-temen yang mudik ke rumah ortu/mertua, met mudik ati2 di jalan.

kami sekeluarga mengucapkan: "selamat idul fitri , mohon maaf lahir dan bathin"

Komentar

Desy Noer mengatakan…
Tambah pinter nch ikhsan.

Gak papa bun, yang penting udah usaha maksimal dan ikhlas dalam ibadahnya.

Selamat Idul fitri juga. mohon maaf lahir dan bathin yaa..
Keke Naima mengatakan…
Minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir & batin
isma mengatakan…
met idul fitri, maaf lahir batin ya jeng...
lidya mengatakan…
minal aidin wal faidzin ya mbak, salam buat keluarga
Anonim mengatakan…
Mohon maaf lahir batin ya jeng entik. Wah, tahun ini aku gak mudik ke Bantul, tapi ke sumatera :-) . Wah..kak Ikhsan pinter banget ngajinya. Selalu sehat ya kak :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…