Langsung ke konten utama

rabu seru!-24

kali ini mau ikutan acara Rabu seru di http://tingkahanak.com/ temanya membaca. Poto ini diambil bulan mei 2008, jadi kira-kira saat ikhsan umur 11 bulan.
Sampai sekarang di umurnya yang 2,5 tahun, ikhsan senang dengan buku. Setiap kali ketemu buku selalu bilang," bu, diwacake," (bu, dibacain)sambil menyorongkan buku ke arah saya.
kalau diajak ke toko buku sudah bisa milih sendiri buku yang mau dibeli.




Komentar

Lidya mengatakan…
Good Luck ya Ikhsan. haduh itu bedak nya tebel banget mbak :)
Motik mengatakan…
Ikhsan lg seneng baca buku yaaa.. Toss sama kyara yukk.. Dulu kyara nggak betah dibacain buku. Tapi sekarang malah ketagihan dibacain. Kalo ke toko buku jg mulai pilih sendiri bukunya hehe :)
omietha mengatakan…
duh...pinternya ihksan...gemar membaca...
Vera mengatakan…
ikhsan serius amat baca bukunya hihihi..bedaknya tuebel hihi
Mai mengatakan…
Waa.. Ikhsan lg seneng baca & dibacain buku ya.. sama nih kyk Danis. Yok baca buku bareng yok...;)
Ummi Zalfa mengatakan…
Waduh mas Ikhsan bedak nya belepotan kemana-mana, abis mainan bedak ya....hehehe
Kalo Zalfa belum ummi latih membaca soalnya Zalfa masih seneng mainan, buku abi nya aja abis disobek2.
Keke Naima mengatakan…
pasti ini baca bukunya abis mandi y? :D
Fitri3boys mengatakan…
wah anteng baca bukunya ya ikhsan
Jeng Devi mengatakan…
tingkahnya anak2 emang lucuuu :) btw, skalian ahhh mo nanya bun entik, knp ya aku sering liat anak2 kl dibedakin abis mandi suka begitu... *penasaran mode on, hehe
Bunda @ TingkahAnak.com mengatakan…
Ikhsan, terima kasih ya dah ikutan :D
BunDit mengatakan…
Duuuh..serius banget Mas Ikhsan baca bukunya. Semoga nanti gedenya jadi kutubuku nih :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…