Langsung ke konten utama

weekend di rumah mbah kakung

weekend kemaren kami rame-rame bertandang ke rumah mbah kakung di bantul tepatnya di kecamatan pleret. Sudah hampir 3 minggu kami tidak ke sana. Sudah dapat ditebak kalau mbah kakung dan mbah putri kangen berat sama ikhsan. Ikhsan adalah cucu yang kedelapan dan yang paling kecil. Jadi paling lucu kayaknya hehe.
di rumah mbah kakung ada mas mukhsin dan mbak ida, ini adalah cucu simbah kakung dari budhe eni. Mereka memang tinggal bareng mbah kakung dan mbah putri. Alhamdulillah ada mereka, jadi mbah kakung dan mbah putri punya kanca.

Saya sendiri, sangat menikmati suasana pedesaan pleret. Hamparan sawah yang hijau benar-benar menyejukkan mata. Udaranya juga masih segar,masih banyak pepohonan yang besar.



kebetulan hari minggu kemaren adalah hari minggu pon. Nah biasa pada hari-hari pasaran pon, kliwon adalah hari pasaran pasar pleret. Jadi di pasar bakalan rame.Trus mas ngajakin saya dan ikhsan jalan-jalan ke pasar pleret.
"Ayo, jeng ke pasar pleret. Mumpung hari pasaran, mesti rame," ajak mas.
saya setuju, dan selanjutnya mas, saya, ikhsan dan mbak ida meluncur ke pasar pleret. Benar saja pasarnya gede dan rame banget.

Di pasar ini pedagangnya beragam, tidak hanya sayuran saja yang dijual tapi ada juga yang menjual ayam, ikan hias, burung, kelinci juga kambing. Kebayang kan ramenya tuh pasar?
ikhsan seneng banget liat-liat kambing dan kelinci.





Nah kalau ke pasar jangan lupa beli jajan pasar. Jajan pasar yang khas disini adalah jenang, jadah dan wajik. Gatot, tiwul dan gethuk juga ada.
Berhubung saya dan ikhsan demen sama jajanan pasar macem gitu,langsung deh ngeborong he.he..
Pokoke yummy deh

Komentar

Anonim mengatakan…
Apik tenan..., kok isa yo.. (bapake yumas)
Lidya mengatakan…
mau dong getuk nya
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Wah bagus banget pemandangan sawahnya ya, ikhsan pasti seneng ya wiken dirumah mbahnya, apalagi ke pasar tuh yg byk jajanannya...:)
Ummi Zalfa mengatakan…
Tempat mbah nya mas Ikhsan pemandangan nya bagus banget masih hijau...
Mau donk jajan pasar nya mas....
BunDit mengatakan…
Hiyaaa... jian mingin-mingini tenan ki. Gatot, tiwul, gethuk, cenil. Duuuh pengiiin. Satu lagi, bakmi pentil... Jeng pengin mudik ke jogja niiih :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad