Langsung ke konten utama

hafalan surat-surat pendek

update tentang perkembangan ikhsan ah...

bulan ini ikhsan masuk usia 2 taon 8 bulan. Nggak kerasa dah hampir 3 taon. Alhamdulillah udah banyak perkembangannya. Dan yang paling nyenengin hati saya dan mas adalah ikhsan sudah mulai hafal beberapa surat-surat pendek dalam juz amma:
1. Al Fatihah
2. Al Ikhlas
3. An-Naas
4. Al Falaq
5. Al Ashr
6. Al Kautsar
7. Al Fiil

biasanya saya mengajarkan hafalan surat pas ikhsan mau bobok atau kita lagi guling-gulingan nyantai di kasur. Awalnya saya baca 1 surat dan ikhsan nyuekin aja. Ternyata cueknya ikhsan tuh mendengarkan lho. Karena dalam sehari saya bisa mengulang baca 1 surat bisa 6 kali akhirnya lama-lama ikhsan hafal juga dan mau ngikutin tiap kali saya baca. Alhamdulillah...

Kakak saya yang di semarang mba mah paling getol kasih saya support buat ngajarin ikhsan hafalan surat-surat AlQuran. Syukur-syukur bisa hafal AlQuran.. (huh senengnya kalau kesampaian).
Jadinya saya semangat juga nih, sekalian saya mengulang dan menambah hafalan surat-surat saya :)

ikhsan butuh waktu lebih dari seminggu untuk menghafalkan satu surat. Ngga papa, saya juga ga terlalu maksa. Kalau diajak mengaji, ikhsan langsung deh memulai membaca semua hafalan surat yang ada di kepalanya.

Seneng rasanya kalau dengar ikhsan mulai ngaji dengan ucapannya yang masih cedal-cedal.
Semoga hafalanmu bisa cepet nambah banyak ya nang...

Komentar

Lidya mengatakan…
Ikhsan pinter ya. Mudah2an jadi anak yang sholeh
Susan Noerina mengatakan…
Wah Mas Ikhsan hebat yah. Alhamdulillah. Semoga hafalannya makin banyak dan bisa jadi hafiz Qur'an. Amien.....
astin mengatakan…
sama dong, aku juga ngajarin ki' surat2 pendek kalo dia mau bobok...

ikhsan top dah...
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Ikhsan hebat deh udah tambah pinter ya skrg, semoga kelak menjadi anak yang sholeh, amin
BunDit mengatakan…
Wah...tips mengajarkan surat2 pendek perlu ditiru nih. Dita kalau mau bobok baru bisa ngegongin aja..."amuuuut" hehehe :D . Tambah pinter ya Kak Okhsan :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…