Langsung ke konten utama

pertanyaan-pertanyaan ikhsan

mengamati perkembangan bicara ikhsan ternyata sekarang ada perubahan. Di awal usia 2 tahun pertanyaan ikhsan selalu diawali dengan kata tanya "apa". Setiap ada sesuatu yang baru & belum pernah dilihat ikhsan selalu teriak-teriak bertanya.
Di jalan liat taksi langsung deh tanya:
" ibu..., itu apa?"
" itu taksi," jawab saya.

liat mobil juga tanya. Kadang dijawab sekali ga terima, pertanyaannya diulang lagi dan saya harus menjawab jawaban yang sama berkali-kali. Baru deh dia puas :)
Nah sekarang pertanyaan ikhsan selalu diawali dengan kata tanya "kenapa".
dan tidak bertanya dengan kata apa.
jadi kalau di jalan lihat taksi, ikhsan sudah tidak bertanya " ibu..., itu apa?" tapi dia akan bertanya,
" ibu, kenapa taksinya jalan?"
" taksinya cari penumpang dik," jawab saya.
" kenapa cari penumpang bu?"
" biar dapet duit."
Baru deh ikhsan manggut-manggut dan terdiam beberapa saat. Tapi 2 detik kemudian akan menanyakan pertanyaan yang sama lagi.

terkadang banyak pertanyaan ikhsan yang sulit saya jawab dan bikin saya bingung.
Seperti ketika suatu saat tetangga depan rumah kami sedang mengawinkan kambingnya dan kebetulan ikhsan sedang bermain di luar, jadi melihat "adegan" itu. Lalu keluarlah pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab dari mulut ikhsan.
" ibu kambingnya awan (=mau)apa?"
Nah, saya harus mikir njawabnya.
" hmm.. kambingnya mau kawin dik," jawab saya pelan-pelan karena agak ragu dengan jawaban saya.
" awan (=mau)apa bu?"
" kawin."
" apa itu?"
Lha saya tambah bingung cari kalimat yang dimengerti anak seusia ikhsan. Tetangga saya yang punya kambing sampai ketawa geli mendengar pertanyaa-pertanyaan ikhsan.
akhirnya saya memberi jawaban seperti ini:
" kambingnya mau punya anak dik, jadi sayang-sayangan."
" ooo... kambingnya awan (=mau)punya anak," ikhsan menimpali dengan lugunya. hihihi...

Ikhsan juga mulai pinter ngeles kalau dikasih tahu. Ketika ikhsan iseng-iseng mainan kran air dispenser dan saya tegur.
" ikhsan air minum jangan buat mainan!"
Ikhsan dengan lantang menjawab:
" aku ga mainan air kok. Aku kan awan cuci tangan!"
"$?%?..."

Komentar

Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Ikhsan dah pinter ya, kadang kita bingung ya buat jwbnya. Kalo gak bisa jawab tanya om gugel aja, hehehe
Lidya mengatakan…
itu baru permulaan loh mbak :), nanti banyak pertanyaan aneh yang kita sendiri bingung menjelaskan nya krn belum sesuai umur
Zulfadhli's Family mengatakan…
Pintarnya Mas ikhsan. Emang yah Jeng anak umur segituh lagi kritis2nya, dan kita sbagai orang tua harus pinter2 nyiapin jawaban yang masuk akal untuk pikiran anak segituh. Tapi tuh tetangga luar biasa yah bo masa kambingnya dibiarkan melakukan perbuatan tidak senonoh di keramaian :-)
Keke Naima mengatakan…
kadang suka cape ngeladenin bicaranya anak2.. tp mereka emang gemesin :D
Meitria Cahyani mengatakan…
Bundaa.. jangan heraann.. pohon mangga kan pasti awan berbuah mangga.. tinggal pilih mau mangga gedong apa mangga manalagi ? hihi :)
Indri mengatakan…
Anak ku waktu umur dua tahun juga begitu mbak. Nanyanya gak berhenti-2, sambung-menyambung terus kayak kereta api. Makin lama makin aneh2 yang ditanya. Tapi setelah masuk 3.5 tahun, pertanyaan mulai agak2 perlu jawaban ilmiah. Kayak kenapa cicak bisa jalan di dinding, apa itu gempa bumi, kenapa bisa ada gempa bumi, kenapa ada hujan bisa turun, kenapa ada petir... jadi lumayan, mesti koleksi buku-2 ensiklopedia anak, biar bisa ngasih jawaban yang bisa keterima sama anak, gak terlalu 'ngilmu' banget. Sekalian ngajakin anak baca deh....
Motik mengatakan…
wahhh ini dia tahap yg bikin ortu harus kreatif menjawab hehe.
kyara masih tahap tanya apa ini, apa itu. deg2an juga kalo sampe tahap bertanya 'kenapa', takutnya kita ga bisa kasih jawaban yg oke. apalagi kalo pertanyaannya aneh2 hihihi...
astin mengatakan…
idem....makin gedhe rasa ingin tahu anak makin luar biasa...harus pinter2 deh ibunya ngejawab :D
Desy Noer mengatakan…
waah keren nich ikhsan, ngomongnya udah lancar banget. makin banyak tau akan makin banyak nanya.
BunDit mengatakan…
Hahaha makin anak gede, ortu juga harus makin kreatif memberi jawaban pertanyaan yang lugu itu ya Jeng :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…