Kamis, 11 Februari 2010

pertanyaan-pertanyaan ikhsan

mengamati perkembangan bicara ikhsan ternyata sekarang ada perubahan. Di awal usia 2 tahun pertanyaan ikhsan selalu diawali dengan kata tanya "apa". Setiap ada sesuatu yang baru & belum pernah dilihat ikhsan selalu teriak-teriak bertanya.
Di jalan liat taksi langsung deh tanya:
" ibu..., itu apa?"
" itu taksi," jawab saya.

liat mobil juga tanya. Kadang dijawab sekali ga terima, pertanyaannya diulang lagi dan saya harus menjawab jawaban yang sama berkali-kali. Baru deh dia puas :)
Nah sekarang pertanyaan ikhsan selalu diawali dengan kata tanya "kenapa".
dan tidak bertanya dengan kata apa.
jadi kalau di jalan lihat taksi, ikhsan sudah tidak bertanya " ibu..., itu apa?" tapi dia akan bertanya,
" ibu, kenapa taksinya jalan?"
" taksinya cari penumpang dik," jawab saya.
" kenapa cari penumpang bu?"
" biar dapet duit."
Baru deh ikhsan manggut-manggut dan terdiam beberapa saat. Tapi 2 detik kemudian akan menanyakan pertanyaan yang sama lagi.

terkadang banyak pertanyaan ikhsan yang sulit saya jawab dan bikin saya bingung.
Seperti ketika suatu saat tetangga depan rumah kami sedang mengawinkan kambingnya dan kebetulan ikhsan sedang bermain di luar, jadi melihat "adegan" itu. Lalu keluarlah pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab dari mulut ikhsan.
" ibu kambingnya awan (=mau)apa?"
Nah, saya harus mikir njawabnya.
" hmm.. kambingnya mau kawin dik," jawab saya pelan-pelan karena agak ragu dengan jawaban saya.
" awan (=mau)apa bu?"
" kawin."
" apa itu?"
Lha saya tambah bingung cari kalimat yang dimengerti anak seusia ikhsan. Tetangga saya yang punya kambing sampai ketawa geli mendengar pertanyaa-pertanyaan ikhsan.
akhirnya saya memberi jawaban seperti ini:
" kambingnya mau punya anak dik, jadi sayang-sayangan."
" ooo... kambingnya awan (=mau)punya anak," ikhsan menimpali dengan lugunya. hihihi...

Ikhsan juga mulai pinter ngeles kalau dikasih tahu. Ketika ikhsan iseng-iseng mainan kran air dispenser dan saya tegur.
" ikhsan air minum jangan buat mainan!"
Ikhsan dengan lantang menjawab:
" aku ga mainan air kok. Aku kan awan cuci tangan!"
"$?%?..."

10 komentar:

Bunda Nayla mengatakan...

Ikhsan dah pinter ya, kadang kita bingung ya buat jwbnya. Kalo gak bisa jawab tanya om gugel aja, hehehe

Lidya mengatakan...

itu baru permulaan loh mbak :), nanti banyak pertanyaan aneh yang kita sendiri bingung menjelaskan nya krn belum sesuai umur

Zulfadhli's Family mengatakan...

Pintarnya Mas ikhsan. Emang yah Jeng anak umur segituh lagi kritis2nya, dan kita sbagai orang tua harus pinter2 nyiapin jawaban yang masuk akal untuk pikiran anak segituh. Tapi tuh tetangga luar biasa yah bo masa kambingnya dibiarkan melakukan perbuatan tidak senonoh di keramaian :-)

ke2nai mengatakan...

kadang suka cape ngeladenin bicaranya anak2.. tp mereka emang gemesin :D

meithreea mengatakan...

Bundaa.. jangan heraann.. pohon mangga kan pasti awan berbuah mangga.. tinggal pilih mau mangga gedong apa mangga manalagi ? hihi :)

Indri mengatakan...

Anak ku waktu umur dua tahun juga begitu mbak. Nanyanya gak berhenti-2, sambung-menyambung terus kayak kereta api. Makin lama makin aneh2 yang ditanya. Tapi setelah masuk 3.5 tahun, pertanyaan mulai agak2 perlu jawaban ilmiah. Kayak kenapa cicak bisa jalan di dinding, apa itu gempa bumi, kenapa bisa ada gempa bumi, kenapa ada hujan bisa turun, kenapa ada petir... jadi lumayan, mesti koleksi buku-2 ensiklopedia anak, biar bisa ngasih jawaban yang bisa keterima sama anak, gak terlalu 'ngilmu' banget. Sekalian ngajakin anak baca deh....

Motik mengatakan...

wahhh ini dia tahap yg bikin ortu harus kreatif menjawab hehe.
kyara masih tahap tanya apa ini, apa itu. deg2an juga kalo sampe tahap bertanya 'kenapa', takutnya kita ga bisa kasih jawaban yg oke. apalagi kalo pertanyaannya aneh2 hihihi...

astien mengatakan...

idem....makin gedhe rasa ingin tahu anak makin luar biasa...harus pinter2 deh ibunya ngejawab :D

Desy Noer mengatakan...

waah keren nich ikhsan, ngomongnya udah lancar banget. makin banyak tau akan makin banyak nanya.

BunDit mengatakan...

Hahaha makin anak gede, ortu juga harus makin kreatif memberi jawaban pertanyaan yang lugu itu ya Jeng :-)