Langsung ke konten utama

foto studio

sebenarnya sudah lama banget saya pengen bikin foto keluarga. Pengen foto studio ceritanya hehe..
dulu sempat sewaktu ikhsan umur 1,5 taon saya ajak ke studio calista dengan ring road. Kita bertiga -saya, mas & ikhsan- dah pake baju yang paling ok. Niat dari rumah poto di studio. Nah sampai disana, waktu masuk studio ikhsan masih ok-ok aja alias ga nangis atawa ngajakin pulang. Trus selanjutnya kita diminta naek ke lantai 2. Trus ketemu fotografernya dan diajak masuk studio. Disini ikhsan dah mulai minta gendong dan gak mau turun. Kayaknya rada keder liat suasana studio dengan perlengkapan fotografinya.
selanjutnya kita disuruh milih background untuk fotonya. Setelah milih & saatnya difoto ikhsan nangis kejer dan ga mau difoto. Ngajakin pulang.
Weh gimnana nih? saya dan mas berusaha merayu-rayu ikhsan tapi tetep aja nangis. Fotografernya nyoba kasih iming-iming bola dan boneka tapi tetep aja ikhsan ga mau.
Akhirnya saya ga tega dan memutuskan membatalkan sesi poto di studio kala itu. Lha kalau dipaksakan pastinya wajah ikhsan juga bakalan sembab sisa-sisa nangis.

Nah beberapa waktu lalu si mas butuh pas poto. Saya suruh coba foto di calista aja. Biasanya sehari langsung jadi. Mas setuju. Terlintas di pikiran saya, kenapa ga nyoba foto keluarga lagi ya? keknya ikhsan dah gede dan ga setakut dulu.
Mas setuju dengan ide saya. Saya ngajakin ikhsan dengan alih-alih nganter bapaknya foto di calista. Ikhsan seneng banget. Saya sempat deg-degan kalau ikhsan ga mau dan bakalan gagal poto lagi.

setelah ketemu fotografer & milih background, kita diarahin gayanya. Ikhsan masih mau ngikutin. Tapi giliran lampu dinyalain & fotografer siap njepret, Ikhsan nangis kenceng dan ga mau di foto. Trus ngajakin pulang.
Duh, kejadian yang sama berulang lagi. Saya dan mas butuh beberapa saat untuk mencoba menenangkan ikhsan. Untungnya kali ini ikhsan rada nurut. Tangisnya mereda dan ga ngajakin pulang.

Akhirnya sesi foto keluarga kami berjalan juga. Fotografernya njepret2 dan kasih arahan gaya. Syukurlah Ikhsan dengan muka yang agak sembab mau dipoto.

ini hasil foto yang terbaik menurut saya..



ini ikhsan masih rada manyun abis nangis....

Komentar

omietha mengatakan…
huuuaaaa..so so sweet....
Zulfadhli's Family mengatakan…
Hihihi, Mas Ikhsan bibirnya sexy yah di poto yang bawah.

Btw selamet yanh Jeng akhirnya sukses juga poto studionya. Jadi pengen juga ahhhh......
Vera mengatakan…
emang susyah2 gampang ya ngajakin bocah ke studio foto. skrg lega dong yah...mas ikhsan udah mau difoto...cakep deh
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
hahahaha Ikhsan takut ya di foto, kebalikan tuh sama nay yg centil.Lama2 terbiasa kok bu
Itu bibir manyuun nya ok juga, hehehe
Lidya mengatakan…
Kereeeen foto nya.
Fitri3boys mengatakan…
okeh dech fotonya..........tetep kece kok ikhsan
Diyah-ummi Zalfa mengatakan…
Waahhh...jadi berfikir lg niy mo bikin foto keluarga di studio, lha mas Ikhsan yang dah besar aja masih nangis di foto apalagi Zalfa.....
Btw mas Ikhsan emang guanteng....
lia nurmalasari mengatakan…
mba, aku suka ekspresi ikhsan di foto yang kedua. salam kenal yah :)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…