Langsung ke konten utama

jadi supermom (jilid 2)

Ah, masalah klasik yang saya hadapi berulang lagi. Apa lagi kalau bukan urusan asisten di rumah. Ya, minggu ini asisten saya resmi mengundurkan diri. Dan saya harus cari gantinya lagi. Ga gampang cari yang cocok sama kami (saya-ikhsan dan mas). Kejadian yang hampir sama pernah terjadi bulan juli 2009 lalu.
Wah saya harus jadi supermom beneran. Apa-apa kudu dilakukan sendiri. Ditambah sekarang mas lagi tugas di Jakarta. Komplit sudah...

tapi saya tetep bersyukur dan rada lega karena eyang (bapak saya) masih kuat dan bersedia bantu momong ikhsan selagi saya ngantor. makasih ya eyang...
wuih kalau ndak ada eyang, ga tau deh saya mesti gimana.
untung juga ikhsan ga begitu klayu sama si mba-nya. Cuma sesekali nanya trus lupa lagi.

memang rada repot jadi perempuan bekerja seperti saya kalau ketemu masalah klasik ini. Ya, rata-rata semua teman pernah mengalami acara gonta ganti asisten di rumah. tapi roda kehidupan tetap berputar dan saya pun mencoba menjalani kehidupan saya semampunya dengan harapan semoga cepet dapat mba buat momong ikhsan.

Komentar

Fitri3boys mengatakan…
mmh..semangat ya..moga cepet dapet asisten baru buat momomg iksan
Bunda Farras mengatakan…
aku do'a kan jeung smoga ikhsan cepet dapet mbak lagi .. karna kemaren dah dapet ijazah kali ya mbak nya jadi gak mau kerja jadi asisten lagi .. ??
Keke Naima mengatakan…
semoga eyangnya Ikhsan selalu di beri kesehatan & cepet dpt ART baru y mbak :)
Zulfadhli's Family mengatakan…
Semoga cepat dapet AT yang baru yah Mba, dan bisa cocok sama Mas Ikhsan + Ibu Bapak. Amien
bunda_anggie mengatakan…
wuih... kedengarannya repot sangat ya, bun.... belum dapat pengganti mbak, terus harus kerja, sementara partner hidup sedang pergi dinas luar kota... yang tangguh ya bun... salut!!! ^_^
entik mengatakan…
@ibu DzakiFai, bunda ke2nai,jeng susan, bunda anggie: Tengkyu ya..

@bunda Farras: hehe kayaknya gitu, katanya mau cari kerja yang lebih baek gitu.kita kan ga bisa maksa to? dengan ikhlas saya lepas deh.. semoga dapat ganti asisten yang lebih baek (mengharap dot com nih)
bidadari_Azzam mengatakan…
barokalloh bunda...

keep spirit!
Lidya mengatakan…
Semoga semuat sehat2 ya, apakabar mbak? ketinggalan mampir kesini nih

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…