Langsung ke konten utama

ikhsan 3 taon 2 bulan

ah, sudah lama tidak up date perkembangan ikhsan...
di usianya yang sekarang ini, ikhsan sudah bisa mengungkapkan banyak hal. Saya sendiri terkadang sampai rada keteteran meladeni pertanyaan-pertanyaan ikhsan yang penuh dengan kata tanya," kenapa dan mengapa?" Dan kami -saya dan mas- harus bisa memberikan jawaban yang rasional dan bisa diterima ikhsan. Pertanyaan-pertanyaan itu seperti:
"ibu,kenapa matahari tenggelam?"
"ibu,ikhsan waktu bayi keluar dari perut ibu ya?"
"ibu, kenapa ibu dan bapak kerja?"
"ibu, kenapa ikhsan ga kerja?"
dan masih banyak lagi.

untuk urusan makan, kayaknya jadi hal yang rada penting karena nafsu makan ikhsan naek turun. Jadinya berat badan susah naeknya walau tetep ada di atas garis hijau KMS. Kalau pas ga mau makan, dibikinkan makanan macem-macem juga ga mau. Sekarang ini makanan favoritnya adalah mie ayam. Wes, kalau lagi makan mie ayam bisa habis banyak dan saya tidak perlu menyuapi karena ikhsan biasanya pengen makan sendiri. Selain itu ikan bakar dan cookies buatan saya juga jadi makanan favoritnya. Sayuran tetep jadi makanan yang paling banyak dilepeh. Kudu super duper sabar dengan ikhsan kalau masalah sayuran, hehe..

masalah sekolah, ikhsan masih minta ditunggu saat sekolah. Saya juga ga memaksa ikhsan untuk sekolah. Maklum ikhsan juga masih 3 taon, jadi menurut kami acara sekolah hanya sekedar ajang sosialisasi dengan teman sebaya dan perkenalan tentang aturan di luar rumah. Kalaupun, di sekolah diajarkan keterampilan yang mengasah motorik halus dan kasarnya itu adalah manfaat tambahan bagi ikhsan.
sampai sekarang jika waktunya sekolah tiba, ikhsan dengan sukarela dan minta untuk sekolah. Jadi tidak ada acara "pemaksaan" bagi ikhsan untuk sekolah.

perkembangan yang lainnya:
* masih suka minta digendong-gendong dan pura-pura jadi bayi. hihi.. geli aja liat ikhsan kalau pas pura-pura jadi bayi, dia kan merangkak-rangkak dan bilang "oek..oek.." setelah itu akan berdiri dan bilang,"sekarang jadi ikhsan gede!"
* ikhsan sudah bisa menggunakan gunting dan memotong kertas menjadi potongan-potongan kecil berbentuk segitiga
* mulai bisa menggunakan pensil untuk menggambar dan mewarnai
* memakai dan melepas celana sendiri, tapi untuk melepas kaos masih belum bisa
* sekarang sudah bisa pipis sendiri di toilet tapi kalau malem masih suka ngompol walau sebelum bobo udah pipis dulu. Lha gimana ga ngompol kalau sebelum bobo minta mimik susu dulu hehe...
*
* terkadang tantrum kalau keinginannya tidak terpenuhi. Dah kayak rocker kalau teriak :)
* mulai bisa mengetik huruf-huruf pada keyboard komputer
* mengeja huruf dan suku kata
* masih suka ribut kalau diajak sholat jamaah di mesjid
* hafalan surat pendek juz amma sekarang macet. Baru sampai At Tiin dan sekarang mulai banyak alasan kalau diajak ngaji ngapalin surat.

Komentar

Lidya mengatakan…
semakin besar semakin pintar ta. biar telat gak apa2 kok postingnya
Bunda Farras mengatakan…
wah mas ikhsan tambah pinteeeerrr .. sama ma Farras nih masih suka pura pura jadi bayi .. he he he .. met ulbul ya ikhsan, tambah pinter .. sehat slalu ..
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Wah ikhsan tambah gede tambah pinter ya...
Ayoo semangat sekolahnya sayang, biar byk temen :)
entik mengatakan…
@mba lidya: makasih mba..
@bunda faras: kebiasan yang sama. Pura-pura jadi bayi ya faras?hihi
@bunda nayla: iya kudu disemangati kalo sekolah nih bun..
Fitri3boys mengatakan…
alow ikhsan..pastinya tambah pinter ya smakin besar.....oo iya, cookies buatan ibu enak ya ikhsan?
Zulfadhli's Family mengatakan…
Mas Ikhsan pinter deh. Hayo MAs, jangan males ngapalin surat2 pendeknya. Ntar kalo udah apal semua ajarin Zahia yah :-)

Btw gw juga kudu siap2 yah Mba menghadapi kekritisan Zahia. Hehehe, ga kebayang deh ngejelasinnya kaya gimana

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…