Langsung ke konten utama

selamat ulang tahun

tanggal 28 Agustus kemaren adalah hari ulang tahun mas dan pas saat mas pulang dari Jakarta. Saya tidak menyiapkan perayaan apa-apa. Hanya sekotak kado (sstt ini juga isinya pesenan dari si bapak hihi) dan bisikan selamat ulang tahun di telinga mas menjelang kami sahur. Teriring doa semoga di masa-masa yang akan datang, mas semakin menyayangi kami -saya dan ikhsan-, semakin dewasa, semakin meningkat syukur dan ibadah kepada Allah serta dimudahkan rejeki. Amien..

Dan bisa ditebak, ketika membuka kadonya mas tersenyum senang sambil memeluk saya.
"Makasih jeng. Kadonya cocok.."

Komentar

omietha mengatakan…
wah, selamat ulang tahun Pak Sigit...
Moga tambah barakah

btw, penasaran nih kado pesenannya apa hihihi..
Lidya mengatakan…
happy milad ya
Fitri3boys mengatakan…
he he he, pasti cocok ya, khan kadonya dah di request duluan bukan? met utah ya buat bapaknya ikhsan
Bintang mengatakan…
senengnya dapet kado yang pas..Met ulang tahun yahhh
BunDit mengatakan…
Hahaha lucu baca obrolan di telepon itu trus kadonya sudah dibuka ya? Apa sih jeng barangnya hahahaha mau tauuuuu aja. Foto dong...foto... :D
BunDit mengatakan…
Eh malah lupa ngucapin ultah gara2 penasaran hehehe. Met ultah buat Bapaknya Ikhsan. Semoga selalu sehat dan bahagia, makin sayang sama jeng entik dan ikhsan :-)
Bunda Farras mengatakan…
met ultah ya bapaknya ikhsan .. gimana gak cocok kadonya , orang request sendiri ^^ he hee
entik mengatakan…
@ all: tengkyu doanya..
Btw kadonya ga boleh di publish sama si bapak je. Jadi maaf potonya juga ga bisa dipajang :)
Motik mengatakan…
Selamat ultah buat bapake ikhsan..
Wah kadonya ga boleh dipajang ya. Tapi aku tebak kadonya gadget nih hehehe..
Isma Kazee mengatakan…
bikin penasaran nih, kadonya apa yaaa
anyway, met ultah ya buat bapaknya ikhsan, semoga main sukses dan bahagia selalu, amin.

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…