Langsung ke konten utama

untuk Dija



23 september 2010 dija melewati 6 bulan pertamanya

disaat tangisannya menyapa dunia
tak ada bunda di sisinya
disaat matanya mencoba melihat dunia
tak ada bisikan bunda yang menceritakan indahnya dunia

disaat hujan turun membasahi bumi
tak ada dekapan bunda untuk menghangatkan tubuhnya
pun disaat pelangi datang setelahnya
tak ada bunda yang bisa menemani menyaksikan warna warninya

tapi dija,
engkau tak kan sendiri menjalani hidup
ada begitu banyak orang di dekatmu
yang akan membimbing langkahmu
menapaki kehidupan ini
yang akan menemanimu tertawa
yang akan memelukmu jika engkau menangis

selamat ulang bulan dija...

Komentar

Lidya mengatakan…
sayang sama dija juga nih :)
Fitri3boys mengatakan…
bagus bener puisi buat dijanya...
Elsa mengatakan…
duuh..
aku terharu Mbak...
simple tapi indah...
BABY DIJA mengatakan…
terima kasih Mama Entik.....

Semoga Mama Entik bisa dampingi Dija juga yaaa
Lib mengatakan…
ah...
seandainya saja Noni tau
begitu banyak yang sayang Dija...
dina mengatakan…
Puisinya bagus sekali, pasti dija seneng sekali :)
entik mengatakan…
@lidya: iya,nih.. abis dija-nya lutu banget

@ibuDzakiFai:kebetulan lagi lancar nulis puisinya mba, hehe...

@elsa: :)
@dija: ayo, dija digendong mama entik mau ya??
@Lib: semoga aja mba noni tau..,perjuangannya untuk dija ada yg meneruskan

@dina: yup semoga dija suka...
Pakde Cholik mengatakan…
semua sayang DIJA lho.semoga DIJA jadi anak yg sholehah dab berguna bagi bangsa dan negara.Amin
Desy Noer mengatakan…
good luck
isma mengatakan…
sun sayang buat dija dari jauh ...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…