Langsung ke konten utama

ambruk juga

Mnggu kemaren, selama 3 hari saya absen ga ngantor karena badan -ambruk-, ternyata selama beberapa hari itu saya sangat merasakan perhatiandari dua lelaki di dekat saya. Lelaki yang satu anaknya mertua -mas- dan lelaki yang satunya laki -ikhsan-

Jumat minggu yang lalu penyakit lama saya kembali menyerang yaitu maag. Duh sakitnya ampyun deh. Sebenarnya penyakit ini dah hampir 2 taon ga menyambangi perut saya tapi kemaren itu kok ya mampir, pas si mas lagi tugas luar kota pulak. Dan di rumah cuma ada anak lelaki kecil -ikhsan-, asisten dan eyang. Badan meriang, panas, pusing, perut mual masih ditambah diare harus saya rasakan dan tahan sendiri. Saya coba minum persediaan obat maag dan obat diare yang saya punya, tapi rasanya tidak begitu mempan.
Dalam keadaan teler seperti itu, yang ada di pikiran cuma berharap ada mas di samping saya. Lumayan, kan bisa minta dipijit atau dianter ke dokter hiks..hiks..

Malam minggu si mas akhirnya pulang..
saya berusaha bersikap baek-baek aja (sambil nahan sakit bo'). Tapi setelah mas megang badan saya,"lho jeng, kok badanne anget ?"
Barulah, saya berkeluh kesah semuanya..
Hari minggu-nya saya ga kuat nahan sakit akhirnya saya diboyong juga sama mas ke UGD RS Condongcatur. Sampai UGD, ngantri karena banyak pasien yang masuk juga.
Diperiksa dokter, saya bilang semua keluhan saya. Si dokter manggut-manggut. Trus bilang," bu..kok saya curiga ibu typus ya?"
"weks..,masak sih dok?" saya ga percaya.
"soalnya badan ibu panas dan kepala sakit. Tapi kita tunggu sampai 3 hari, kalau tidak ada perubahan cek darah ya bu?"

saya cuma diem aja, dalam hati berdoa semoga diagnosis dokter tadi ga tepat. Saya cuma sakit maag.
Setelah dapat obat, saya pulang. Di rumah ikhsan sudah nunggu dan bertanya. Ibu darimana, kok ga ngajak ikhsan dan macem2.
Begitu dijawab kalau ibu sakit dan barusan dibawa ke dokter, ikhsan manggut-manggut dan memegang dahi saya.
"woo, ibu panas. Besok lagi jangan maem es ya bu?" katanya sok tahu.
saya cuma tersenyum mendengarnya.

3 hari di rumah, saya benar-benar tepar. Badan terasa lemes dan pengennya cuma tiduran. Nah untungnya ada si mas jadinya saya diopeni hihi..
Ditanyain pengen makan apa, disuapin, dirayu biar makannya habis banyak dan dibelikan makanan kesukaan saya. Pokoknya siip deh.. -makasih ya mas-

ikhsan juga tidak ketinggalan. Setiap waktunya saya minum obat, ikhsan mengambilkan pisang dan air putih buat saya. Menemani saya meminum obat dan meminumkan obat sirup ke mulut saya sambil bilang,"enak to bu? mengko rak ibu sembuh dewe, disembuhkan Allah."
Duh, saya terenyuh banget dengernya... -makasih ya nang-

Alhamdulillah sekarang saya dah baikan, semoga maag-nya ga kambuh lagi...

Komentar

BunDit mengatakan…
Rasanya emang seneng jeng kalau pas sakit ada yang nemenin, merhatiin dan ngopenin. Dulu pas masih ngekos, trus sakit rasane nelongso. Sekarang kalau sakit ada suami dan anak yang njagain. Jaga kesehatan ya jeng :-)
Bunda Farras mengatakan…
haduuh soo sweet banget bacanya .. beruntungnya dirimu mbak .. gimana sekarang dah sembuhkan ?? mang lagi musim tuh typus .. suamiku juga sempet gitu .. alhamdulillah setelah minum perasan kunyit plus madu dan telor ayam kampung , panasnya ilang & perutnya gak sakit lagi .. ^^
BABY DIJA mengatakan…
waaah mas ikhsan hebat banget!!!
Elsa mengatakan…
gitu ya rasanya punya anak yang memperhatikan kita...
jadi ikut terharu Mbak

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad