Langsung ke konten utama

Tak Bisa Ke lain Hati



Bulan merah jambu, luruh di kotamu
Kuayun sendiri, langkah-langkah sepi
Menikmati angin, menabur daun-daun
Mencari gambaranmu, di waktu lalu

Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merengut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Begitu lelah sudah, kuharus menepi
Biduk tlah ditambatkan berlabuh di pantaimu...
Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merengut sukma

Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Sungguh kuakui ...

Tak bisa ke lain hati ...

Teringatku mengenangmu

Tergambar paras wajahmu, sendiri ...


Sisi ruang batinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa, merengut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati

Sungguh kuakui ...

Tak bisa ke lain hati ...

lagu: Tak Bisa Ke Lain Hati
dipopulerkan oleh Kla Project

foto ini diikutsertakan pada kontes Lagak dan Lagu di blogCamp

Komentar

Fitri3boys mengatakan…
wah keren bgt lagu ma fotonya dech
Percik Keluarga mengatakan…
ikutan jg nih bun... saling mendoakan semoga menang :D
Bunda Farras mengatakan…
seneng liat fotonya .. ekspresive bgt :)
Tim BlogCamp mengatakan…
Terima kasih atas partisipasi sahabat pada Kontes Lagak dan Lagu di BlogCamp.
Akan dicatat sebagai peserta.

Salam hangat dari Markas BlogCamp
nh18 mengatakan…
Setelah ada stempel hijau dari panitia

juri datang kesini
membawa form penilaian
melakukan penilaian dengan seksama

salam saya
entik mengatakan…
@ibuDzakiFai: lagi narsis tuh mba hehe..
@bunda fisa; yuk semoga kita menang.. :)
@bunda farras: pose yg cengar-cengir gitu bun hehe..
@tim BlogCamp & juri: menangin kita dunk..(mengharap dot com hihi..)
BunDit mengatakan…
Hiyaaa..ternyata ngikut juga. Hehehe yang penting kan narsis ya jeng :D
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
fotonya lucu banget sih buu gayanya, hehehehe
Desy Noer mengatakan…
god luck.. gak bisa ke lain hati dech pokoknya
Nia mengatakan…
hehehe...lucu yach gaya gaya fotonya...hidup narsis. smoga menang
marsudiyanto mengatakan…
Selamat berkontes, semoga sukses...
Makasih sudah mampir ke blog saya.
Salam!
mantap tuh.. ekspesif.. :)
Zulfadhli's Family mengatakan…
Halow Mbakyu, piye kabare? Lama neh ekye kaga main kesini. Abis mudik, sampe Miri tanggal 28 Sept, eh kena virus males ngeblog. Bru kemaren posting lagi dan mulai mampir2 lagi ke rumah tetangga :-)

Hihihi potona lutu. Semoga sukses yah lombanya.

Btw Mas Ikhsan apa kabar? Sehat kan? Baca di postingan yang ibunya dinas luar & nginap di hotel, dah bisa pipis sendiri di toilet. Waaahhh hebat banget deh anak ibu. Jempolan pokonya!

Salam dari Dek Zahia yah buat MAs Ikhsan :-)
shanushy0809 mengatakan…
fotonya ... bagus tuh
nasis banget..
Elsa mengatakan…
waaaaah nih lagu enak banget
meskipun jadul tapi rasanya timeless gitu....
Elsa mengatakan…
Mama Entik
semoga menang yaaa

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya. Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan. Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega. Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba. Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sud