Langsung ke konten utama

jalan-jalan ke Gembiraloka

di Yogya, ada 1 kebun binatang yang bernama Gembiraloka. Sebenarnya ikhsan sudah pernah kami ajak ke sana waktu umur 1,5 taon. Nah, kemaren sekitar 3 hari setelah merapi meletus, kami ajak ikhsan ke Gembiraloka. Berhubung lokasi Gembiraloka ada di tengah kota Yogya, jadi ada di zona aman dari merapi. Tapi tetep ajah debu dari abu vulkanil merapi betebaran di sepanjang jalan menuju Gembiraloka. Jadi kami mesti bersiap make masker, termasuk ikhsan.


rombongan kita terdiri dari 5 orang, saya, mas, ikhsan, eyang dan mba wal. Karena status merapi masih Awas, jadi pengunjung Gembiraloka sangat sedikit. Hanya terlihat beberapa rombongan saja. Mungkin masih pada takut keluar rumah karena banyak debu. Niatan kita juga ga lama-lama ngajak ikhsan di sini karena masih ada debu vulkanik merapi. Jadi kita langsung masuk taman bermain sebelum muter liat binatang.
Nah, berhubung eyang ga kuat jalan jauh, jadi eyang kita tinggal di taman bermain sambil nungguin tas. Maaf ya eyang, hehehe...



Di taman bermain, ikhsan seneng banget maen ayunan sambil berlari-lari kesana kemari.
Kemudian masuk gua-gua buatan yang berbentuk buaya dan naga. "bu, gelap..," komentar ikhsan.


dari taman bermain, kami mulai berjalan mengelilingi Gembiraloka. Ikhsan berteriak senang ketika melewati kandang Gajah. "Waaw.., gajahe gede banget!" saya cuma tersenyum denger komentarnya.
Ketika kita masuk zona reptil, saya cukup takjub dengan aneka reptil yang ada di sini. Bayangkan ada aneka macam katak, ular, kura-kura kecil, bahkan tokek sampai bunglon ada di sini. Ckckck..., hebat euy Gembiraloka bisa punya koleksi binatang-binatang kecil itu.
Ikhsan paling seneng sama katak warna kuning yang habitat aslinya ada di Amerika sono. Pas, ngeliat sudah ngakak duluan, lucu katanya. Kalau mas ga begitu tertarik di zona reptil ini,komentarnya," kok rada jijik ya, ngeliatnya?"
Saya cuma ketawa aja, lha wong mas paling parno kalao liat katak, ular dan tokek. Jadi pantes aja dia ga minat ngeliatnya hehehe...







Berjalan mengeliling separo Gembiraloka lumayan bikin kita berkeringat. Semuanya dah rada capek jalan kecuali ikhsan. Tapi saya memutuskan cukup berjalan keliling Gembiraloka separo ajah. Alasanya karena masih ada debu vulkanik dan kaki dah berasa gempor jalan terus.
Akhirnya kami pulang setlah hampir 1 jam keliling Gembiraloka. Lumayan, masih bisa refreshing ngajak jalan-jalan ikhsan di sela-sela bencana meletusnya merapi :)



Komentar

vera mengatakan…
waaah asyik ya ikhsan liat hewan sambil main-main.
BunDit mengatakan…
Duuuh..kangen deh sama gembiraloka. SeMasa kecil saya sering kesana jeng. Terakhir ke sana th 2006, sebelum merit. Skr sudah jauh lebih bagus ya :-)
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Wah senangnya nih Ikhsan jalan2 ke kebun binatang, tapi tetep pake masker ya biar abu vulkaniknya terserap :)
Liat foto eyang jadi inget alm.ayahku...hikss...
Semoga eyang sehat terus & panjang umur, amiiin
Fitri3boys mengatakan…
Abis jalan2 nie ikhsan.....seneng yach liat hewan secara langsung...
entik mengatakan…
@vera: iya, seneng bisa lari di luar, soale selama merapi meletus ikhsan dilarang keluar rumah karena banyak debu hehe..

@BunDit: kapan-kapan ajak Dita ke Gembiraloka Bun, sekalian nostalgia masa kecil :)

@Bunda Nayla:masker kudu disiapin Bun, abis debunya kadang ga mau kompromi.
Amien, untuk doanya buat eyang

@IbuDzakiFai: iya, ikhsan sengeng banget liat hewan langsung palagi gajah yang guede itu hihi..
Elsa mengatakan…
alhamdulillah ya Gembira Loka masih bagus tuh

kebun binatang di surabaya jelek sekali
sama sekali tidak terawat
satwanya juga terlantar karena pengurusnya punya masalah intern yang tak kunjung selesai
BABY DIJA mengatakan…
waaah asyiknya
Dija belom pernah tuh
jalan jalan ke kebun binatang
Lidya mengatakan…
asyik ke kebon binatang
Keke Naima mengatakan…
aduh kasian nih eyang ditnggalin. Hehehe.... alhamdulillah Ikhsan seneng bgt ya jalan2nya :)
Zulfadhli's Family mengatakan…
Hihihi gpp yah Eyang seklai2 jadi tempat penitipan barang :-)

Btw sama neh kaya Bapaknya Ikhsan, gw juga paling ngeri sama reptil. Gimanaaaa gituuuu looohhh
Nia mengatakan…
asyiknya jalan2 ke kebun binatang....biar kakinya gempor tp seneng yachh....

kasihan eyang ngga di ajak muter2...aku jadi inget waktu kecil dulu, suka di ajak ke pasar sama mama. Tapi begitu sampai di pasar cuma di titipin di tukang ikan heheheheh.....nanti kalau belanjaan mama udah penuh baru dech dijemput.
Motik mengatakan…
waaa aku pernah juga wkt kecil ke gembiraloka tuh mbak. jadi inget jmn dulu hehe..
isma mengatakan…
kayaknya ada wahana barunya ya jeng ... terakhir kmrn orang di rumah pada jalan-jalan ke gembiraloka, sayang aku sudah di sini ...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…