Langsung ke konten utama

merapi part 3

Ngomongin tentang merapi ga ada habisnya dewh hehehe...
kali ini saya pengen berbagi foto-foto yang saya ambil pas saya dan teman-teman rombongan konferensi internasional wisdom ugm, yang awal desember kemaren meninjau daerah yang kena dampak erupsi merapi kemaren, dalam rangka sosial program.

karena status merapi sudah normal kembali, maka aktivitas waraga di daerah lereng merapi juga sudah berangsur-angsur normal kembali. Nah, karena sudah normal, sekarang desa-desa yang terkena awan panas kemaren menjadi "desa wisata". Bagaimana tidak, kalau setiap hari lebih dari 100 orang datang menyaksikan sisa-sisa daerah yang kena semburan awan panas itu.



jika melihat langsung keadaan desa yang terkena terjangan awan panas, memang bikin hati ini mak serr.., miris. Saya kemaren mengambil foto di desa pangukrejo, desa yang berjarak 2 km dari desa kinahrejo (tempat tinggal mbah maridjan). Dari sini, merapi terlihat sangat jelas dan dekat. Sisa-sisa lahar yang berwarna abu-abu masih terlihat di lereng gunung. Di desa pangukrejo, sudah tidak ada rumah yang berdiri. Hanya ada sisa-sisa pondasi rumah saja yang terlihat. Tampaknya rumah-rumah dan perabotnya ikut terbakar awan panas yang melewati desa itu.





pohon-pohon juga terbakar dan tumbang tak bersisa. Doh..doh.., daerah pangukrejo adalah daerah wisata kali kuning yang dulunya adem dan asri sekarang berubah jadi padang pasir..
Dulu saya paling seneng kalau maen ke kali kuning karena airnya sangat jernih dan daerahnya dipenuhi pohon-pohon yang hijau nan rindang.





saya juga sempat mengambil gambar mobil APV wartawan viva news yang meninggal bersama mbah maridjan di rumahnya karena hendak mengajak mbah maridjan turun ke pengungsian.
Mobilnya tinggal kerangkanya saja. Bisa dibayangkan suhu awan panas yang menyapunya. Wuih.., pastinya panas banget ya??





Karena pada waktu saya ke sana cuaca sudah mendung dan hujan, akhirnya rombongan kami harus kembali turun ke djogja. Sepanjang perjalanan pulang, ternyata sudah ada tunas-tunas pohon kecil yang mulai menghijau. Ada sedikit harapan, tanah-tanah disini menjadi subur. Merapi ternyata tidak hanya memberi bencana, tapi juga membawa berkah bagi masyarakatnya. Tanah-tanah di sekitar merapi menjadi subur setelah erupsi, sungai-sungai juga dibanjiri pasair kualitas 1 dan daerah bencana-nya pun sekarang menjadi "objek wisata".
Semoga, masyarakat sekitar merapi segera menggeliat bangun dan memulai kehidupannya kembali....



Komentar

Lidya mengatakan…
masih berasa ga debu2nya?
Nia mengatakan…
wahhh foto2nya keren nechh, asyik yach bisa berkunjung kesana...smoga warga lereng merapi segera bangkit....
Bunda Farras mengatakan…
haduuh beneran makser liatnya mbak .. wah ternyata mbak punya bakat jadi photografer juga nih .. keren 2 fotonya ..
Bintang mengatakan…
ok banget postingannya neh..aku yg tinggal jauh jadi tau keadaan setelah semburan awan panas merapi...Thanks yah Entik
entik mengatakan…
@lidya: udah ga berasa debunya, tapi rada berasa bau busuk bangkai. Kata temen2 sih itu hewan2 ternak masyarakat yang mati dan belum sempat dibakar dan mungkin juga masih ada jenazah warga yang masih ketimbun & belum dievakuasi.

@Nia: kalau liat langsung lebih bagus dan boleh bernarsis ria dikit hehe...

@Bunda Farras: itu aku ambil cuma pake kamea digital biasa bun..

@bintang: aku cuma sekedar berbagi ke teman-teman yang tidak bisa liat langsung lokasi kok mba :)
Bundanya Nay dan Carissa mengatakan…
Bagus postingannya bu...udah kebayang panasnya ya...sampe seperti kota mati.
Semoga masyarakat menjadi lebih makmur nantinya, amiin
Fitri3boys mengatakan…
Mengaminkan doanya jeng Entik......Moga kehidupan disana segera back to normal lagi..
Elsa mengatakan…
ya ampuuuuuuuuuuun...
lihat fotonya, ngeri yaaa
kayak film film hollywood tentang bencana gitu. tapi yang ini nyata...

duh, semoga gak meletus lagi deh
sampai kapanpun


kalaupun meletus, sebaiknya gak memakan korban yaaa
BunDit mengatakan…
Jaman kuliah dulu saya juga suka main ke Kali Kuning. Ikut miris lihat foto2 pasca bencana. Semoga saudara2 kita yang barusan tertimpa musibah segera bisa bangkit, menyongsong hari esok yang lebih cerah. Amin
dey mengatakan…
amin .. meski2 abu2, tetap punya semangat buat maju
Zulfadhli's Family mengatakan…
Ngeliat potonya ajah gw ngeri banget, Mba. Ga kebayang deh betapa panasnya saat itu.

Semoga masyarakat sekitar Merapi bisa 'cepat bangkit' lagi yah
MeyBengkulen mengatakan…
nice pict mb'. punya tmen di atasnya pakem mepet kali kuning mb. rmh g'roboh tp mandi pasir katanya. prihatin. btw keadaan rumah gmn mb?

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…