Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

menanti hadirnya anggota baru

hai blog..., kangeeen banget update. Hampir sebulan ga kesentuh nih blog. Banyak hal yang bikin ribet dan ga sempat buat posting. Padahal banyak yang mau diceritain di sini. Nah, sampai disini mulai bingung, mau cerita yang mana dulu?? hehe.. hmm..., awal tahun 2011 lalu, saya seneng kalau baca postingan temen-temen yang lagi hamil atau yang lagi punya bayi kayak jeng motik , jeng soes , mba fitri-ibuna dzakifai , dan jeng deasy . Baca di blog mereka kayaknya exiting banget masa-masa kehamilan dan menanti kelahiran. Ingat saran  mba fitri-ibuna dzakifai , pas chatt via YM ,kalau pengen hamil sering-sering aja baca blog atau web tentang hamil, pasti langsung hamil. Wah masak sih??

terimakasih eyang..

Minggu lalu adalah minggu yang berat bagi saya. Alasan yang pertama, mba nur asisten saya minta cuti untuk menghadiri pernikahan saudaranya di magelang. Yang kedua mas lagi tugas ke tarakan jadi otomatis tidak bisa diajak berbagi pekerjaan rumah. Pilihan saya di saat seperti itu adalah pulang kembali ke rumah eyang. Mau tidak mau saya harus meminta tolong kepada bapak saya tercinta ini. Eyang selalu bersedia menolong saya dalam kondisi kayak gini.

petikan gitar

Dulu sebelum punya suami, saya suka berangan-angan punya pacar yang bisa maen gitar. Jaman-jaman SMA dulu, kalau liat pacar temen bisa maen gitar ngiri, abis serasa romantis abis dewh. Maklum jaman masih muda kan, gayanya pengen sok-sok romantis gitu.Tapi seiring waktu berjalan saya tidak punya pacar yang piawai maen gitar. Akhirnya, lama kelamaan keinginan untuk punya "seseorang" yang bisa maen gitar pupus dari pikiran saya. Saya ga nyangka sama sekali, ternyata keinnginan saya untuk punya "seseorang" yang bisa maen gitar dikabulkan oleh Allah. Saya dipertemukan dengan mas di penghujung tahun 2003. Saya terpesona dengan nyanyiannya diiringi petikan gitar ketika suatu sore menikmati sunset di parangtritis. (doh, kalau suami saya baca, bisa ge-er abis nih hehe..) Dari penampilannya yang ga nyeni, ternyata jari-jarinya lentur memainkan dawai-dawai gitar. Teman dekat saya sempat nyeletuk," wah, calon suamimu pinter maen gitar lho.., aku iri. Aku juga pengen puny

lukisan ikhsan

Beberapa hari yang lalu, pekerjaan di kantor lumayan banyak. Saya dikejar deadline penelitian yang harus selesai awal desember ini ditambah pekerjaan rutin kantor. Mas juga lagi ditimbun banyak kerjaan dikantor, jadi jarang di rumah. Nah, waktu itu saya sampai rumah sudah jam 5an sore. Rasanya dah tepar dan pengen tidur. Tapi seperti biasa ikhsan selalu menunggu-nunggu kedatangan saya dari kantor. Maklumlah seharian ga ketemu, jadi anaknya kangen (ibuna juga ding hihi...) Kalau saya pulang, saya sudah ditodong untuk menemani ikhsan mainan pesawat dan mobil-mobilan. Ga peduli saya belum membasuh tangan dan ganti baju, pokoknya nemenin mainan sambil nyuapin dia makan. Si mbak-nya ga boleh menggantikan posisi saya untuk nemenin maen dan nyuapin. Ya, sudah, dengan sisa-sisa kekuatan, saya ladenin keinginan anak lanang satu-satunya ini. Karena mas lagi tugas keluar kota, jadi sepanjang sore sampai malem, ikhsan maunya sama saya terus. Ga mau ditinggal. Berhasil saya tinggal pas sholat

label baju

Kebiasaan ikhsan yang satu ini, selalu bikin saya heran. Setiap kali saya membelikan baju entah itu kaos atau kemeja, selalu saja dia meributkan masalah label di bagian krah. "ibu ada labelnya ga?" "aku mau lihat labelnya...!" Ketika ikhsan sudah menemukan labelnya kemudian dia akan ribut lagi cari gunting. "ibu, mana gunting?" "Lha mau buat apa to?" tanya saya "mau buat motong labelnya." jawab ikhsan pendek.

belajar membaca

Di usia berapakah, anak-anak tepat untuk belajar membaca? pertanyaan itu seringkali mengusik pikiran saya. Apalagi ketika dulu ikhsan menginjak usia 3 tahun. Bener ga ya, kita ngajarin ikhsan mengenal huruf dan membaca? apa ga kecepeten? Saya dan mas masih agak ragu-ragu. Kata mas, kalau di luar negeri anak-anak play group dan TK lebih banyak diasah keberaniannya untuk tampil di depan kelas seperti menceritakan kembali dongeng atau buku yang dibacakan oleh guru mereka. Tanya ke temen-temen, hampir sebagian besar mereka bangga kalau anak-anak mereka bisa membaca lebih dini. Jadi ketika masuk SD sudah lancar bin lancir baca tulisan. Tetangga saya di condongcatur bahkan mengikutkan anak les privat membaca ketika mereka masih TK (jadi kira-kira usia 4 tahun, sama dengan usia ikhsan sekarang).

saat perpisahaan

Kemarin sore adalah saat terakhir bagi kami bertemu dengan mba wal asisten saya. Mba wal akan pulang ke magelang dan melangsungkan pernikahaannya, seperti yang saya ceritakan di sini . Sebenarnya kami sudah sangat cocok dengan keberadaan mba wal, termasuk ikhsan, sudah kayak kakak-adik saja. Saya juga ga bisa berbuat apa-apa untuk menunda kepergian mba wal. Hanya bisa mendoakan semoga pernikahan lancar dan jadi keluarga sakinah. Hari rabu sore tanggal 12 Oktober, saya dan mas sepakat untuk mengantarkan mba wal pulang sampai ke rumahnya di lereng gunung merbabu, magelang. Kami berangkat setelah sholat ashar. Perkiraan perjalanan dari jogja memakan waktu 1,5-2 jam kalau lancar. Setelah memasuki daerah blondo, jalanan agak tersendat karena ada pengerjaan aspal jalan. Hampir 1//2 jam kami terjebak macet disana. Alhasil sampai rumah mba wal sudah masuk maghrib.

Book Review: Simfoni di Dalam Diri

Data buku : Judul    : Simfoni di Dalam Diri Mengolah Kemarahan menjadi Keteduhan Pengarang: Gede Prama Penerbit    : Gramedia, 2009, 377 halaman Saya membeli buku ini di akhir tahun 2009, dan buku ini diterbitkan pertama kali di tahun itu. Melihat sampul bukunya yang menampilkan foto lautan yang biru tanpa batas sudah membuat mata dan hati adem melihatnya. Saya langsung tertarik untuk membeli buku ini. Maklum saya lagi seneng dengan buku-buku motivasi hidup. Jadi kalau lihat segala buku yang berbau motivasi, saya langsung ngiler pengen baca dan beli hehe... Dari judulnya, sudah bisa tertebak bahwa buku ini berisi ulasan mengenai kehidupan. Sang pegarang buku ini- Gede Prama- adalah penulis tetap pada harian kompas. Setelah puluhan tahun tinggal dan bekerja di Jakarta, Gede Prama menghabiskan tiga tahun terakhir (2006-2009) di Bali untuk merangkai tulisan di buku ini.

Batikkan harimu! – proses panjang sehelai kain batik

Batik merupakan salah satu cara pemuatan pakaian yang sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Salah satu hal yang membuat batik unik, adalah tata cara pewarnaannya. Pada batik digunakan teknik pencegahan pewarnaan menggunaan malam yang dipanaskan. Di Indonesia, teknik ini dipercaya sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit. Lama juga ya? Dulu saya tidak begitu ngeh tentang batik. Nah, sejak saya kerja di kantor ini , saya jadi lebih ngerti tentang batik. Di kantor saya ada studio tekstil yang salah satu tugasnya adalah mengajarkan tentang tata cara membatik dengan berbagai teknik kepada guru-guru, baik guru SD, SMP, SMA maupun SMK. Dari teknik membatik yang sederhana sampai yang rumit. Di tahun 2009 saya pernah mencoba pelatihan membatik yang diadakan oleh Darma Wanita kantor bekerjasama dengan studio tekstil. Waktu itu saya membuat batik tulis pada sehelai kain katun primisima sepanjang 2,5 meter. Karena bener-bener awam tentang membatik, saya membutuhkan waktu yang leb

menikah?????

kalau teman-teman ditanya, di usia berapakah dikatakan ideal untuk menikah??? pasti jawabannya akan beragam. Kebanyakan pasti menjawab diatas usia 17 tahun. UU perkawinan kan mengatur untuk menikah minimal usia 17 tahun. Nah, kalau menurut saya usia sekitar 25an tahun bagi wanita adalah saat yang pas untuk menikah. Walaupun di jaman sekarang, di kota (catatan bukan pedesaan yang terpencil) usia itu bisa bergeser lagi. Banyak pertimbangannya yang diambill wanita ketika memutuskan untuk menikah.

mari berubah menjadi lebih baik

Setiap orang pasti ingin berubah menjadi lebih baik. Tapi perubahan tidak akan terjadi kalau tidak dimulai. Tidak sedikit orang yang nyaman dengan keadaannya sekarang (status quo). Ga mau berubah karena untuk berubah pasti akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada diri kita. Betul ga? Contoh paling nyata adalah seseorang yang kecanduan narkoba. Kalau ingin ada perubahan pada dirinya, dia harus melepaskan kecanduannya tersebut. Untuk lepas dari kecanduan, tidaklah mudah karena sang pecandu akan mengalami rasa tidak nyaman pada tubuhnya ketika tidak memakai narkoba seperti sakaw atau nagih. Rasanya sungguh tidak nyaman dan sangat menyiksa. Kunci keberhasilannya adalah keyakinan dan kematapan hati bahwa dia bisa melaluinya. Kalau saya ditanya, apakah ada perubahan yang berarti dalam hidupmu selama ini? Jawabannya, ya ada.

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya. Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.

cerita lebaran (lanjutan)

di postingan kemarin, saya belum memajang foto-foto waktu lebaran kemarin. Acara lebaran kami dipenuhi dengan jadwal sawalan trah keluarga, baik dari keluarga saya maupun keluarga mas di bantul. Hari kedua lebaran, kami sawalan di keluarga besar eyang di tempel-sleman. Bulik Sri yang kebetulan lebaran di djogja, jadi bisa ikutan ketemu dengan keluarga besar eyang yang sekarang jumlahnya mencapai 150an orang termasuk anak,cucu sampai buyut. Saya aja,ga kenal semua hihi..

the sweetest memorie

Saya pengen ikut memeriahkan 1st Giveaway-nya jeng orin , sebelumnya saya mengucapkan happy 1 st anniversary buat jeng orin dan suami semoga menjadi keluarga yang SAMARA dan cepet dapat momongan. Nyari-nyari foto yang sweetest memorie emang susah. Soalnya banyak foto yang punya cerita dan kenangan sendiri-sendiri. Setelah ngubrek-ubrek file, akhirnya saya milih foto ini. Foto ini diambil di tahun 2007 saat ikhsan berumur 4 bulan. Waktu itu kami menghadiri sawalan keluarga di bantul dan pertama kali pake baju kembaran sekeluarga. Dan pas kondisi saya benar-benar pulih setelah melahirkan ikhsan. Melahirkan ikhsan, memang sebuah perjuangan yang tidak mudah. Saya dinyatakan positif hamil setelah 1,5 tahun menikah. Dan harus opname di RS sampai 2 kali selama masa kehamilan. Morning sickness yang parah membuat saya dehidrasi dan harus opname di usia kehamilan 7 minggu.. Morning sickness masih terus hadir selama 9 bulan kehamilan. Memasuki bulan ke 8, saya mengalami kontraksi hebat d

rapelan cerita

wah, lama ga apdet blog. Jadi banyak cerita yang terlewatkan nih. Bingung mau mulai dari mana nih. Mulai dari cerita ultah bapakna ikhsan aja ya? ultah mas tanggal 28 agustus kemaren mas ultah. Kebetulan pas bulan puasa. Sebenarnya ga ada niat buat ngerayain. Biasanya kalau di keluarga kami ada yang ultah, saya hanya beli blackforest, doa bareng, tiup lilin dan buka kado. Nah, kemaren si mas minta dirayain. Wah, kayak anak-anak aja, batin saya. Akhirnya saya turuti keinginan mas. Saya ngundang keluarga kakak ipar, kakak saya dari semarang yang kebetulan udah mudik dan eyang untuk buka bersama dalam rangka ultah mas. Saya coba booking resto langganan saya di kawasan jl. kaliurang, ternyata di tanggal 28 agustus mereka dah tutup karena libur lebaran. Nyari-nyari resto di seputaran jalan kaliurang, akhirnya pilihan saya jatuh di resto palem gading. Resto yang terbilang baru, tapi kami dulu pernah nyobain makan di sana dan lumayan enak. Akhirnya kami buka bersama disana tepat di malam tgl

kiriman hadiah

setelah beberapa kali ikutan kontes di dunia per-blogeran, akhirnya saya menang juga hehe... Ikutan nulis fiksi mini di Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio Pakdhe Cholik , mba Nia , mba Lidya , saya dapet juara harapan V. Weh, begitu tahu hasilnya rasanya pengen jingkrak-jingkrak saking senengnya. Dua hari yang lalu, kiriman dari JNE datang. Begitu lihat ada bungkusan, Ikhsan langsung spontan pengen buka. Menurut dia, ini hadiah buatnya. Ya sudahlah, tanpa komando langsung dibuka. Setelah bungkusan dibuka, Ikhsan rada kecewa karena isinya adalah jilbab swarna berwarna biru tua. "Yah..., ini buat ibu, bukan buat aku," kata ikhsan sambil ngeloyor pergi. hihi..., ya iyalah le , wong isinya jilbab. ketika saya melihat-lihat jilbab itu, ikhsan mendekati saya dan mulai merengek, " ibu, kado buat aku mana? kok aku ga dapat kado?" "ya, besok ya le ," jawab saya pendek. Saya langsung penasaran pengen nyobain j

marah pada anak

Pernahkah teman-teman marah, jengkel atau ngomel pada anak? Saya yakin pasti pernah walau cuma sekali saja. Untuk menjadi marah memang mudah. Setiap orang pasti mampu untuk marah terhadap sesuatu atau seseorang. Dan akan paling mudah marah terhadap anak. Apalagi jika anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran dan kehendak kita. Posisi kita sebagai orang tua menjadi posisi yang superior untuk marah terhadap anak yang masih kecil. Tetapi, marah yang tepat tidaklah mudah. Marah pada waktu yang tepat dan pada orang yang tepat dengan cara yang baik, bukanlah sesuatu yang mudah. Bagi orangtua yang beraliran konservatif dalam mendidik anak, akan selalu merasa berhak untuk marah, bila merasa jengkel dan tidak menyukai perilaku anak. Hak ini didukung oleh argumen, bahwa kemarahan orangtua adalah demi kebaikan terhadap anak itu sendiri. Tujuan ini tentu saja dibenarkan, namun kadar, waktu, dan cara marah yang keliru, sering menimbulkan suasana semakin ruwet. Orangtua semakin mara

6th annyversary

14 Agustus 2011 , usia pernikahan kami genap 6 tahun. Sungguh waktu berjalan begitu cepat. Dulu hanya berdua, sekarang formasi kami jadi bertiga. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah, yang telah mencurahkan rahmatnya kepada kami. Alhamdulillah selama 6 tahun ini, kami bisa saling belajar memahami, menyayangi dan mencintai. Walau kadang kala ada percik-percik perbedaan, itu membuat kami lebih menghargai satu sama lain. Saya juga bersyukur mendapat suami yang sangat pengertian dan sabar dalam membimbing saya. Semoga keluarga kami senantiasa terbingkai menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah dan dikaruniai anak-anak yang soleh dan solihah. Amien... Luv you mas...

lepi baru

Saya lagi sumringah karena 2 minggu yang lalu mas mbelikan lepi baru buat saya. Sebenarnya semua pekerjaan bisa saya selesaikan di kantor. Saya juga jarang banget mengerjakan kerjaan kantor di rumah. Kalau di rumah ya melulu ngurusin ikhsan. Di kantor sudah ada kompi buat saya, jadi rasanya belum butuh lepi. Memang sih sesekali saya pinjem lepi-nya mas buat ngerjakan kerjaan kantor. Nah, karena akhir-akhir ini saya beberapa kali dapat tugas keluar kantor yang mengharuskan saya bawa lepi sendiri, akhirnya mas berbaik hati mbeliin saya lepi. Alasannya daripada saya musti minjem lepi-nya mas. Ah, alasan apa pun, saya tetep jingkrak-jingkrak seneng hehe... Bukan saya saja yang seneng, Ikhsan juga ikutan seneng soalnya bisa ikutan make lepi buat maen game atau buka gambar-gambar di google. Sekarang saya jadi punya banyak kesempatan buat ngenet di rumah hehe.. tapi kalau ketahuan ikhsan, pasti deh saya yang harus ngalah. Ikhsan lagi seneng cari gambar-gambar pesawat di google. Sela

cincin terakhir

Maryati menghela nafas panjang. Tumpukan cucian kering yang menggunung di hadapannya menunggu untuk disetrika dan dirapikan. Kakinya sudah mulai menegang karena sudah lebih dari tiga jam berdiri pada posisi yang sama. Sementara tangannya sudah mulai berkeringat karena memegang setrika. “Kalau capek, istirahat dulu mba,” suara Ida mengingatkan. “Enggak kok Da, ga papa.” “Lha tuh kayaknya dah capek banget,” sahut Ida. “Ntar jatah mba Mar, aku aja.” Maryati terdiam. Sebenarnya tubuhnya masih kuat melakukan pekerjaan ini. Dia sudah terbiasa berdiri lebih dari empat jam untuk menyetrika baju-baju di konter laundry ini. Tapi banyak hal yang berputar-putar di kepalanya. Minggu ini adalah batas akhir Arman membayar uang seragam lomba baris berbaris. Ingatan Maryati melayang tentang percakapan dengan anaknya itu tadi malam. “Ibu, hari sabtu besok Arman harus bayar uang seragam peleton inti di sekolah. Arman ga enak Bu, sama teman-teman, masak seragam dah dibawa tapi belum dibayar. Lomb

latihan puasa

Puasa di ramadhan tahun ini rasanya berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Biasanya selama bulan ramadhan, saya-ikhsan dan bapakna bisa sahur dan buka bareng, bisa tarawih berjamaah dan tadarus bareng. Tapi tahun ini, si bapak dapat tugas ke riau jadi rutinitas itu ga bisa dijalani. Karena ditinggal ke riau, jadi kami pulang ke rumah eyang di condong. Jadi puasa tahun ini kami lewati bersama eyang. Puasa tahun ini, ikhsan dengan pede bilang kalau dia mau puasa. Alasannya biar kalau di sekolah ditanyain bu guru, "siapa yang puasa?" ikhsan bisa ikutan tunjuk tangan dan bilang,"saya...!" Saya cuma bilang," ikhsan kan masih 4 tahun, jadi latihan puasa dulu ya?" Ikhsan terdiam dan menunggu penjelasan saya. "Jadi kalau latihan puasa, ikhsan tidak minum susu di siang hari. Minum susu-nya kalau sudah adzan maghrib. Kuat ga?" tantang saya. "kuat..," jawab ikhsan mantaf banget. Dan sejak mulai puasa, ikhsan ga minta minum susu kalau siang.

teman baru

setiap kali pulang sekolah, ikhsan selalu cerita kalau dia maen sama mas reza - temannya di sekolah- Katanya seru kalau maen sama reza. Saya sebenarnya penasaran sama yang namanya reza. Setiap kali jemput ikhsan, saya ga ketemu sama dia. Nah, tadi saya sengaja jemput ikhsan agak awal. Niatnya ngilangin rasa penasaran, sama yang namanya reza. saya nunggu agak lama dan ngobrol sama ibu-ibu lain di halaman sekolah. Begitu ikhsan keluar, dia langsung tersenyum dan berlari ke arah saya. "Hoi... ibu...," teriak ikhsan senang. "Yang namanya mas reza mana le ?" tanya saya penasaran melihat anak-anak keluar kelas. Ikhsan langsung melihat sekeliling dan berteriak, "nah, itu mas reza," sambil nunjuk anak yang lagi maen ayunan sama ibu dan adeknya. Ikhsan bergegas mendekati reza dan mulai maen bareng. Saya pun kenalan sama mamanya. Ngobrol sana-sini, ternyata mama reza asli dari condong catur (weks.., sama kayak saya), trus SD-nya di SD Perumnas condongcatur ( satu S

rutinitas baru

sejak ikhsan masuk TK, kami menjalani rutinitas baru. Ikhsan yang biasanya susah diajak mandi pagi, sekarang mau tidak mau harus mandi pagi dan sarapan. Saya juga harus lebih pagi bangun buat nyiapin sarapaan ikhsan dan bapakna plus rantang sayur buat eyang di condong. Alhamdulillah, selama 2 minggu ini, ga perlu harus "bersitegang" untuk ngajak ikhsan bersiap ke sekolah karena dia happy banget kalau disuruh pake seragam sekolah. Bangga banget kalau udah pake seragam. "aku kan dah sekolah TK A, jadi pake seragam," gitu komentarnya setiap kali selesai pake baju seragam dengan bangga. seragam hari senin & kamis seragam hari selasa & jumat Tugas mengantar dan menjemput ikhsan adalah tugas saya. Biasanya di pagi hari, bapakna ikhsan yang berangkat duluan ke kantor. Kemudian baru saya dan ikhsan. Berhubung jarak rumah ngaglik dengan sekolah ikhsan & kantor saya dekat, jadi saya ga terburu-buru. Hanya butuh waktu 5 sampai 10 menit saja. saya hanya mengan

“Poetry Hujan: benang perak"

aku adalah sehelai benang perak yang jatuh perlahan seusai hujan turun membasahi tanah bersama hembusan angin aku menyapa wajahmu yang basah karena tetesan hujan yang kan menghapus semua laramu yang kan membawamu menembus hujan melintasi perputaran jagad raya dan perbatasan hatimu hingga kau rasakan kedamaian bersemayam dalam jiwamu Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirilis

?!???

:: "wah enak ya, suaminya sering tugas luar kota.." jawaban saya:"ga enak sama sekali. Kalau disuruh milih, saya milih bisa ketemu suami setiap hari. Bisa menatap matanya yang teduh, bisa menyentuh tangannya, bisa meluk setiap saat, bisa bareng-bareng nemenin ikhsan maen, bisa gantian antar-jemput ikhsan sekolah dan bisa melakukan banyak hal bareng suami....." :: tuh, kan kalau liat rumput tetangga pasti keliatan lebih hijau...

masuk TK

tahun ajaran baru sudah mulai. Tgl 11 Juli, Ikhsan mulai masuk TK . Saya dan bapakna memutuskan memilih TKIT Baiturahim. Setelah merenung dan menimbang segala hal akhirnya pilihan jatuh di sana. TKIT Baiturahim lokasinya di desa sukoharjo dekat dengan rumah nganglik dan kantor saya. Kalau dari rumah nganglik cuma 5 menit aja naek motor. Tapi kalau dari rumah eyang di condong, butuh waktu sekitar 30an menit. Kami memilih disini karena TKIT Baiturahim mulai pembelajaran jam 8 pagi sampe jam 12 siang. Hari sabtu libur, jadi bisa barengan libur sama saya dan bapakna. Disana ikhsan sudah dapat makan siang. Setiap hari sholat dhuha dan dhuhur berjamaah. Karena lokasinya deket kantor saya, jadi tidak masalah kalau pas kami harus mudik di rumah eyang di condong (cttn: itu kalau pas ditinggal bapakna ikhsan keluar kota), saya bisa antar ikhsan sekolah sekalian berangkat kantor. Dan jemput ikhsan pulang pas jam istirahat kantor. Untungnya sudah lumayan lancar nyopir :) Di hari awal sekolah, ik

genap 4 tahun

tanggal 30 juni 2011 ini, ikhsan genap berusia 4 tahun. Ga terasa waktu berjalan begitu cepat. Sepertinya kemarin ikhsan masih bayi, eh ternyata sekarang sudah jadi bocah kecil yang berumur 4 tahun & mau masuk TK hehe.. kami (saya & bapakna) berdoa & berharap, semoga ikhsan tumbuh jadi anak yang soleh, sehat, pintar, berbakti pada orang tua & dapat berguna bagi orang lain. Doa yang selalu kami lantunkan setiap saat, dan semoga Allah mengabulkannya. Amien... Sebagai ungkapan rasa syukur kami semua, tanggal 29 Juni, kami mengundang anak-anak TPA buat ngaji di rumah. Biasanya mereka ngaji di mesjid tapi khusus hari itu, ngajinya di rumah ikhsan. Ikhsan sudah hepi dan heboh banget menyambut temen-temen ngajinya. Jam 1/2 4 sore dah bersiap di depan rumah nunggu anak-anak datang. akhirnya jam 4 sore, rombongan anak-anak TPA pada datang. Lumayan banyak, sekitar 30an anak lebih. Rumah jadi rame. Kebetulan hari itu, kakak saya (mama rahma) yang dari semarang bisa datang, ja

jadi "lebih" berani

di kala ikhsan berumur 2-3 tahun saya sempat khawatir dengan perkembangan sosialisasi ikhsan dengan teman sebaya-nya. Sejak bayi, memang ikhsan jarang sekali keluar rumah atau bermain dengan anak-anak tetangga. Sehingga ikhsan seringnya bergaul dengan orang dewasa. Kalau ditanya sama orang dewasa pasti menjawab dan bisa langsung akrab. Tapiii kalau disuruh keluar rumah dan bermain dengan anak-anak tetangga, ga mau sama sekali. Alasannya cuma pengen main di rumah sama mba wal (asisten saya). duh, saya sempat bingung kala itu. Normal ga sih?? kalau menurut bapakna, itu ga masalah, ntar kalau sudah saatnya, bakalan berani sendiri. Hmm.., saya masih belum yakin. Kemudian sebagai salah satu usaha biar ikhsan bisa bergaul dengan teman-teman sebaya-nya, akhirnya di umur 2,9 tahun kami memutuskan menyekolahkan ikhsan di playgroup. Di masa awal-awal sekolah, saya masih harus ikut duduk di samping ikhsan. Ikhsan super duper takut kalau disuruh duduk sendiri. Kalau saya pindah duduk si belakang

hampir 4 taon

tanggal 30 juni besok, ikhsan genap 4 tahun. Saya mau sedikit update tentang ikhsan. tahun ajaran, juli ini, rencananya ikhsan mau masuk TK setelah hampir 1,5 tahun di playgroup. Sebenarnya ikhsan lagi enjoy banget sekolah di playgroup. Cocok sama guru dan teman-temannya. Saya juga seneng sama guru-guru ikhsan di sekolah. Berhubung, dalam 1 kelas muridnya cuma 12 orang dan gurunya 3 alhasil semua anak bener-bener diperhatiin sama gurunya, termasuk ikhsan. saya pernah dipanggil sama guru ikhsan, karena menurut pengamatannya, beberapa minggu terakhir ini kok ikhsan agak cuek dengan pembelajaran di sekolah dan kayak asyik dengan dia sendiri. Ikhsan sering mengulang-ulang dialog upin-ipin saat di dalam kelas. Menurut bu guru, mungkin ikhsan kebanyakan nonton tv pas dirumah. Dan saya diberi masukan yang banyak tentang masalah ini. Akhirnya saya mulai memberlakukan aturan baru di rumah untuk ikhsan. Setiap hari ikhsan hanya boleh nonton tv sekali saja selama 1 jam. Selebihnya mainan, mengga

jadilah teman hidupku

begitu banyak perbedaan diantara kita namun cinta hadir untuk menyatukannya kini marilah bergabung bersamaku sebagai teman hidup jika sepakat inilah tanganku bawalah dalam tanganmu yang manis dan rentangkan sayapmu untukku.. inilah jiwaku peluklah dengan lenganmu yang penuh kasih jadilah nahkoda kapal kehidupanku untuk mengarungi lautan hidup bersama... selamanya... medio agustus 2005 ini adalah puisi yang saya buat untuk mas ketika kami memutuskan untuk menikah pada 14 agustus 2005. Puisi ini tertulis pada souvenir pernikahan kami. dan saya memang sering menulis puisi untuk mas dari dulu sampai sekarang. Walaupun mas jarang bahkan hampir ga pernah menulis untuk saya. (padahal ngarep banget, hehe...) postingan ini saya ikutkan pada giveaway angka 100-nya mba Dey

wanita jawa

saya terdiam dan tertunduk mendengar wejangan itu... "menjadi wanita jawa ibarat bunga. Ia indah dipandang dan selalu memancarkan bau harum mewangi. Ia adalah ratu yang bertahta dengan agung di dalam rumah tangganya. Untuk itu wanita harus punya sifat merak ati , gemati dan luluh . merak ati , artinya kamu harus pandai menjaga kecantikan lahir batin, pandai bertutur sapa dengan santun, pandai mengatur pakaian yang pantas, murah senyum, luwes gerak-geriknya dan lumampah anut wirama - bertindak sesuai irama. Gemati artinya kamau harus bisa menunaikan kewajiban istri dengan sebaik-baiknya. Sebagai istri, wanita adalah perawat rumah tangga dan pengatur keuangan. Kamu juga harus bisa mendidik anak-anakmu dengan baik. Luluh , artinya kamu harus jadi seorang yang penyabar,tidak keras kepala, menerima segala masalah dengan hati lapang. Menjadi seorang istri yang berhasil dalam perkawinan adalah seorang wanita yang mampu memelihara dirinya agar tetap cantik, bertingkah laku manis,

ikhsan dan UHT

Sejak umur 1 tahun saya mulai mengenalkan susu UHT ke ikhsan. Sekalian "menyapih" dot. Dulu setelah masa cuti saya berakhir, ikhsan meminum ASIP dengan dot. Kakak saya sempat kasih tahu ke saya kalau menyapih dot lebih susah dibanding menyapih nenen. Itu menurut pengalaman dia. Karena banyak anak-anak yang stelah disapih nenen, tetep ngedot ampe TK bahkan SD. Nah, setelah tahu gitu, asisten saya mulai kasih ikhsan ASIP dengan sendok. Agak repot memang. Jadi setiap kali ikhsan minum ASIP/susu selalu dengan sendok. Pun ketika saya coba kasih UHT, tetep pake sendok minumnya hehe.. Pelan-pelan ikhsan mulai belajar minum susu lewat sedotan. Dan akhirnya ikhsan ga begitu kenal dengan namanya dot. sejak umur 2 tahun kalau pengen minum susu, saya selalu suruh ikhsan ambil sendiri susu UHT-nya dan buang bungkus-nya di sampah. Lumayan ibuna jadi ngirit tenaga hehe. Pernah sekali waktu mas usul buat ganti UHT-nya ikhsan dengan susu bubuk yang "bagus". Saya kadung cocok ikh

met ultah eyang..

tanggal 24 maret 2011 kemarin, eyang genap berusia 70 tahun. Kami semua bersyukur pada Allah SWT, di usia eyang ke 70 ini, eyang masih diberi kesehatan. Meski sudah 11 tahun eyang putri meninggal namun eyang masih diberi kekuatan untuk mengisi hari-harinya dengan bahagia. Meski tinggal di rumah sendirian, eyang tetap legowo dan nrimo . Meski kadang terbersit rasa bersalah di hati saya karena tidak bisa setiap saat menjenguk dan menemani eyang di rumah condong. Ah, eyang memang bapak yang baik dan sabar bagi kami, anak-anaknya. Tidak ada yang spesial di hari ultah eyang. Saya hanya pesan kue tart dan nasi kuning untuk dibagi ke tetangga dekat rumah eyang. Rasanya memang kurang lengkap, karena di hari eyang ultah, mas dapat tugas ke manado. Jadi saya membayangkan, hanya akan ada saya dan ikhsan saja yang bakal meniup lilin ke 70-nya eyang. Ke3 kakak dan adik saya yang di solo dan semarang kayaknya ga bisa datang. Ah, ga dinyana kakak saya yang di solo (mba ratna) tiba-tiba data

selamat jalan mba yanti

Rasanya memang sedih dan ga kuat menahan air mata kalau salah seorang teman kita pergi menghadap sang Khalik. Begitu juga yang saya rasakan. Hari minggu tanggal 22 mei 2011, salah seorang teman kantor saya -mba yanti- meniggal dunia, setelah berjuang melawan kanker selama 3 bulan terakhir ini. Semua orang tidak menyangka, betapa waktu sangat cepat merenggut dia. Saya masih terbayang wajahnya, ketika saya menengok di rumahnya 1 minggu sebelum mba yanti meninggal. Dengan tubuh yang lemah, mba yanti minta ditemani karena merasa takut kalau sendirian dan ga ada yang menemani. Saya dan 2 orang teman yang lain, menemaninya di kamar. Kami memijit-mijit kaki dan tangannya serta mencoba mengajak ngobrol. Sakit di kepalanya, membuat mba yanti susah tidur ditambah muntah yang terus menerus. Saya sedih dan bingung sekali melihat keadaannya ketika itu. Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa memijit dan mengelus tangannya sambil sesekali menuntun dzikir. Waktu itu, Mba yanti juga sempat