Langsung ke konten utama

ikhsan 3 taon 9 bulan

saya mau review tentang perkembangan ikhsan yang dah lama tidak saya ap det. Ternyata anak yang masuk usia 3 tahun menuju 4 tahun banyak hal-hal yang amazing.
Ikhsan sekarang sudah mulai pinter bikin argumen tentang sesuatu kalau dia dilarang. Adoh, pokoknya jadi sering tepok jidat deh. Kalau orang jawa bilang sih, nih anak mulai ngeyel. Bukan nakal tapi, gimana ya.. susah dibilangin dan pengen bikin aturan sendiri. Kadang jadi gondok sendiri hihi...

Misalnya kayak gini, pas hari senin, saya bilang ke mba-nya yang momong untuk makan siang duluan.
"mbak, makan dulu, ibu puasa kok!"
"ho o mba, maem dulu aku juga puasa." ikhsan menimpali. "puasa kan berarti aku ga makan dan ga minum."
Trus nih anak ga mau makan dan minum lho. Weh lha, katanya mau sama kayak ibu.

pernah juga, pas hari sabtu saya pengennya molor alias bangun agak siangan. Habis sholat subuh saya tidur lagi. Eh, ga dinyana jam 6 pagi saya dibangunin ikhsan.
"Ibu, ini sudah pagi. Ayok bangun. Ga boleh tidur!"
doh, gayanya sudah kayak orang gede yang mbangunin anak kecil dewh. :( Dan, rencana tidur molor gagal total, karena ikhsan tidak akan berhenti mbangunin saya sebelum saya bangkit dari kasur.

ada lagi,
"ibu, aku kebelet pipis!" kata ikhsan sambil megang celana
"ya udah cepet ke kamar mandi," saya tarik tangannya menuju kamar mandi.
"eh, aku mau cari pesawatku dulu," ikhsan melepaskan tangannya.
"WEh, ayok ntar keburu ngompol."
"enggak jadi pipis ah..,"sambil ngeloyor pergi.
Selang beberapa menit, ada teriakan ikhsan.
"Ibu aku pipis," daaa..aan dia pipis di celana.
Duh, gondok banget saya.

Sekarang juga dah mulai kompakan sama bapakna. Kadang kompak ngerjain saya.
Pernah suatu ketika, bapakna pengen es krm, eh yang dikomporin anaknya. Lha, ikhsannya jadi nge-rengek ke saya. Pas saya bilang ndak boleh, eh ternyata si bapakna yang kepengen. Ya sudahlah, biasanya saya tak kuasa kalau dah dikeroyok 2 jagoan itu.

Pokoknya ikhsan pengen diperlakukan sama kayak orang-orang di sekitarnya. Kalau yang lainnya makan pake sambel, eh dianya juga maunya pake sambel.
Bapakna nyetir, pasti minta duduk di depan sambil pura-pura nyetir.
Bapakna pegang gitar, dianya juga ikutan.
Bapakna buka laptop, ikutan juga..
wes, ikhsan sekarang lagi jadi anak bapak...

Komentar

marsudiyanto mengatakan…
Hampir 4 taun...
Semoga ananda selalu sehat dan cepet gede...
Fitri3boys mengatakan…
Ikhsan tambah gede tambah pinter..kompak ya sama Bapak.
Lidya mengatakan…
sama-sama keren tuh pakai kacamata
Nia mengatakan…
wehh siap2 nech bentar lagi ina kayak ikhsan...dah mulai ngeyel heheh.....
dey mengatakan…
ikhsan hebat ya ..
BunDit mengatakan…
Hahaha yang mbangunin itu persis Dita, suka mbangunin Ayahnya hehehe. Anak makin gede makin bikin amaze ya jeng, kebayang juga makin ngeyel, lha Dita yang menuju 3 tahun aja ngeyelnya puolll. Selalu sehat ya le :-)
isma mengatakan…
ihsan tambah pinter. biar jeng entik ada yang bs diajak kompakan, nambah satu lagi ya, cewek hehehe
Anggorowati mengatakan…
ikhsan keren euy pake kacamata item... betul,bu apa kt jeng isma..namabh satu lg cewe biar ada yg nempel ke ibunya jg hihihi... ikhsan udah gede loh...sdh saatnya punya adek...:d
minimazee mengatakan…
hari ini ikhsan ikut bapak ke kantor yah.. tadi ketemu.. :)
entik mengatakan…
@jeng mini: iya hari ini ikut bapakna ngantor. Maklum kita mesti gantian "momong" ikhsan selagi mbak-nya mudik
Keke Naima mengatakan…
uhuy... ikhsan gaya di fotonya keren loh. Cool.. ^^
Baby Dija mengatakan…
waaaaaaah kacamatanya Mas Ikhsan sama kayak punya Dija...
merah item warnanya...
Hihiiihi
Elsa mengatakan…
kompak ngerjain ibunya?
hehehehee....
bikin adik aja Mbak, yang cewek. jadi nanti 2 lawan 2 gitu. hehehehe
Baby Dija mengatakan…
oh ya Mama Entik...
Dija mau ulang tahun nihh
mama Entik datang ya ke acara ulang tahunnya Dija yang ke satu, nanti tanggal 23 maret.
ikutan ya ...

http://yellow-up-yourlife.blogspot.com/2011/03/dijas-first-birthday-giveaway-letters.html
Zulfadhli's Family mengatakan…
hehehe MAs Ikhsan tambah pinter ajah. kapan neh Ibu kasih adik? Biar rumahnya tambah rame lagi

Iihhh poto yang pake kacamat ga kuku booooo. Zahia boleh pinjem ga Mas kacamatanya?? :-)

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya. Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan. Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega. Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba. Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sud