Langsung ke konten utama

refleksi diri

satu bulan terakhir ini saya ikut diklat positive mental model yang diadakan kantor. Semua materi diberikan dalam bahasa inggris. Saya seneng bisa kepilih jadi peserta, maklum saya sadar kalau saya ga fluent bicara dalam bahasa inggris. Jadi lumayan sekalian ngasah kemampuan saya memahami dan berbicara bahasa inggris.

bisa ikut diklat ini, ternyata benar-benar bisa mencerahkan hati dan pikiran saya. Tutornya ok dan materinya ok juga. Materi tentang pemberdayaan diri dan belajar berpikir positif tentang apa pun yang terjadi ternyata membuat kita bisa menjalani hidup dengan ringan dan senang.

Beberapa hal yang bisa saya rangkum dari diklat itu bahwa:
* Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dihadapkan dengan masalah entah itu di kantor maupun di rumah. Omongan orang tentang sesuatu yang negatif pun tanpa sadar telah mempengaruhi cara berpikir dan bertindak kita. Salah satu contoh yang terjadi pada saya misalnya, urusan datang ke kantor tepat waktu. Doh, rasanya susah. Teman-teman kantor banyak yang datang diatas jam 8 dan secara tidak langsung itu mempengaruhi saya. Saya ikutan datang diatas jam 8 karena tidak ada teguran dari atasan. Padahal itu kan salah, wong aturannya kudu datang sebelum jam 8.
Nah, dengan berpikir yang positif, kita bisa memilah mana hal yang baek dan yang tidak. Pengaruh dari lingkungan dapat sedikit kita kurangi. Nah, sekarang yang saya coba lakukan adalah datang tepat waktu, dan berusaha tidak terpengaruh dengan teman-teman yang datang siang. Ternyata rasanya hati rada enteng karena tidak melanggar aturan hehe...

*tutor saya bilang," very few situations are 100% negative, most of the time, we can find something good in every circumstance, even if we have to be really dilligent about it."
ya, saya sepakat sekali dengan perkataannya. Setiap situasi pasti ada hikmahnya, tinggal bagaimana kita menyikapi situasi yang terjadi itu.
Sekarang saya tidak terlalu "panik" kalau asisten saya di rumah tiba-tiba pamit minta pulang beberapa hari. Seperti minggu lalu, asisten saya minta pulang ke magelang selama 5 hari. Weks..,sebenarnya dah kebayang repotnya gimana "momong" ikhsan karena ikhsan sekolah hanya 3 kali dalam seminggu. Jadi saya harus memikirkan waktu saat ikhsan ga sekolah. Harus gimana??
Mau saya titipin ke eyang kok kasihan, karena pengalaman pas saya titipin ikhsan beberapa hari, eyang sakit karena kecapekan. Alhasil saya kudu kompromi dengan mas. Kalau mas dikantor ga sibuk, ikhsan diajak ngantor dan begitu pula sebaliknya dengan saya. Pas waktu ikhsan bobo siang baru kita titipin ke eyang. Jadi eyang ga gitu capek. Alhamdulillah semua berjalan baek, karena biar bagaimana pun, ikhsan adalah tanggungjawab kami. Biar ga ada asisten di rumah, kami tidak merasa terbebani :)
Semua pasti ada jalan keluarnya.

*ada banyak kata-kata positif yang diberikan tutor saya. Dan ada satu yang mengena di hati saya: "when a person learns, changes will take place in his inner world. Therefore his behavior changes, not because he has to but because he wants to."
Jadi marilah belajar sesuatu yang baik, dan rubahlah diri menjadi lebih baik. Dan semoga keinginan untuk berubah muncul dari dalam hati karena itu akan membuat langkah perubahan kita menjadi lebih ringan dan mudah...

Komentar

Desy Noer mengatakan…
setuju buuu.. mari tetap optimis dengan fikiran yang selalu positif.
dey mengatakan…
asik ya dapat ilmu yang mencerahkan ..
Bunda Farras mengatakan…
setuju jeung .. thanks for sharing nya .. maapkan baru bisa mampir nih :)
lidya mengatakan…
mensugesti diri sendiri ya
entik mengatakan…
@ desy: yuk mari berpikir positif, biar hati dan pikiran enteng

@ dey & bunda farras: yup semoga sharing saya dapat bermanfaat

@mba lidya: betul, mensugesti diri untuk melakukan perubahan menuju hal yang baik mba, susah tapi kenapa tidak dicoba???
Fitri3boys mengatakan…
Sharingannya bagus skali....
Gaphe mengatakan…
segala sesuatu kejadian memang kembali bagaimana kita menyikapinya. Kalo memang dari dasrnya positive, pasti hasilnya juga akan baik dan segala hal positif juga akan mengikuti..

salam dari jogja!
BunDit mengatakan…
Wah beruntung bisa ikut diklat yang sangat bermanfaat ya jeng. Saya juga berusaha men-sugesti diri, hadapi masalah , jangan lari dr masalah. Setiap masalah pasti ada jalan keluar terbaik. Walau kadang kalau ART tiba2 minta pulkam ya panik juga hahaha :D
Bintang mengatakan…
asek juga yah bisa dapet ilmu...dan ilmunya itu bisa langsung kita terapin
Nia mengatakan…
asyik yach kalo di kantor ada acara seperti ini...pastinya sangat bermanfaat sekali.......
Zulfadhli's Family mengatakan…
Senengnya bisa ikutan diklat yang bagus kaya begituh. selain ningkatin kemampuan ber-bahasa inggris, juga menumbuhkan positive thinking dalam kepala yah Mbakyu.

Gw juga sekarang mencoba utnuk selalu ngeliat apapaun dari sisi positifnya. Contoh hari gini belom juga dapet ART. Padahal pengennya sebelom berojol dedeknya Zahia dah nemu yang ok. Tapi dengan ngebaca blog temen2 yang ternyata bisa ngejalanin semuanya tanpa ART, gw jadi mulai pasrah. Dapet syukur, ga juga gpp, karena Insya Allah gw pasti bisa :-)
isma mengatakan…
pelatihannya bagus banget, benar2 bermanfaat ya. baik untuk inggrisnya juga materinya ...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad