Langsung ke konten utama

ikhsan & bapak

Banyak orang yang bilang kalau anak cowok biasanya lebih dekat sama ibunya, trus kalau anak cewek deket sama bapaknya. Bener ga sih??
Yang saya alami, memang ikhsan lebih deket ke saya dibanding ke bapakna. Sebenarnya perhatian saya dan mas sama besarnya ke ikhsan. Tapi mungkin karena mas sering tugas luar kota ampe berminggu-minggu gitu jadi intensitas ketemu ikhsan-nya lebih jarang dibanding saya yang ga pernah pergi keluar kota.

Sejak ikhsan lahir, memang hampir tiap bulan sekali mas dapat tugas keluar kota.
Setiap kali mas dapat tugas keluar kota, saya selalu memberi tanda di kalender. Iseng aja. Tiap ganti kalender di tahun berikutnya saya akan menjumlah total mas ga dirumah. Tahun kemaren ternyata hampir 5 bulan lebih lho totalnya hehe...
Mas biasanya sih cuma ketawa kalau liat aksi saya itu.

Ikhsan juga biasa ga liat bapakna berhari-hari. Jarang tanya keberadaan bapakna. kalau ditanya, "ikhsan kangen bapak ga?"
jawabannya selalu,"tidak!"
"pengen telpon bapak ga?"
"ga, aku ga mau telpon bapak!"
"Bapak kangen nih, pengen ngomong sama ikhsan," pernah saya coba menyorong telpon ke telinga ikhsan.
eh, malah tuh telpon dimatiin :(

Ikhsan juga jarang klayu kalau ditinggal bapakna keluar kota. Syaratnya cuma 1, yaitu dia kudu ikut nganter sampai bandara trus naek ke anjungan pengantar dan melihat bapakna naek ke pesawat.
Ikhsan juga kudu jemput bapakna di bandara. Acara nganter dan jemput ke bandara ini kayak jadi moment yang ditunggu ikhsan. Jadi ikhsan seneng kalau denger bapakna mau pergi keluar kota, soalnya dia dapat ikut ke bandara dan liat pesawat hehehe.....

Nah, begitu bapakna pulang, baru naruh koper, bisanya ikhsan langsung ngajak mainan. Ga peduli si bapak masih capek dan pengen istirahat, pokoknya mainan. Untungnya si mas menyadari kalau itu salah satu bentuk ikhsan untuk "minta perhatiannya", jadi ya biasanya mas langsung meladeni permintaan ikhsan untuk mainan bareng.

Untuk urusan mainan bareng, mereka kompak banget. Kalau lagi mainan berdua, kadang saya dilarang untuk gabung, hanya boleh jadi penonton aja. Mainan apa aja, kalau sama bapakna kayaknya asyik dan seru.
Tapi untuk urusan mandi, makan, pipis, BAB, pake baju dan bobok, ikhsan pilih sama ibuna. Bapakna dilarang gabung, hehe..

Komentar

Fitri3boys mengatakan…
wah seru ya ikhsan main sama bapak.
lidya mengatakan…
namanya juga anak bapak :)
isma mengatakan…
bener jeng, memang siapa yg sering sm anak, ayah atau ibu, dengan dialah anak akan deket. kayak aku ini, komunikasi cuma lwt telpon hehe, jd anak2 pasti lbh dekat sm ayahnya. malah kmrn, yg momong atha kan pulang sehari, atha langsung panas dan manggil-manggil si mbak gik-nya ...
Zulfadhli's Family mengatakan…
Zahia mah kalo ada Ayahnya apa2 mau sama Ayahnya. Alhamdulillah gw jadi agak bisa bernafas lega sedikit hehehe

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…