Langsung ke konten utama

mie sayuran

Kalau disuruh maem sayuran susah, bukan ikhsan namanya hehe..
Dari sejak umur 2 tahunan, ikhsan mulai susah maem sayuran, terutama sayuran yang berwarna hijau. Kalau wortel, bunga kol dan brokoli masih mau. Tapi kalau bayam, kangkung, terong, dan oyong susah banget. Kalau dalam suapan sendoknya ada sayuran yang berwarna hijau itu, pasti langsung dilepeh bahkan sampai hampir muntah gitu.

Saya sudah sering "mempertunjukan" kelezatan makan sayuran di depan ikhsan. maksudnya sih kasih contoh ke ikhsan kalau maem sayuran itu enak dan ga bikin muntah. Tapi ya masih susah.

Nah, baru-baru ini saya nemu produk mie kering yang ok banget. Maksudnya mie ini cocok buat anak-anak balita. Mie ini terbuat dari terigu dan sayuran. Tidak mengandung pengawet dan MSG. Jadi tenggat kadaluarsa-nya cuma pendek, ga sampai 1 tahunan kayak mie instan pabrikan. Ada dua varian mie tomat dan mie bayam.

Berhubung ikhsan demen banget makan aneka mie, saya kemudian mencoba bikin mie sayuran ini buat ikhsan. Ga dinyana ikhsan doyan banget. Pasti tandas makannya. Ah.., lumayan juga ada sayuran yang bisa masuk ke tubuh ikhsan.

Kalau, ibu-ibu blogger pengen nyobain boleh kok beli di tempat-ku. Harganya murah banget. Cuma Rp. 10.000 per bungkus tambah ongkos kirim. Kalau ikhsan bisa buat 2 kali makan karena porsi tiap kemasannya besar.
Kalau berminat bisa email ke aku di triwidy@yahoo.com.

Komentar

Bunda Farras mengatakan…
cara jitu mengatasi anak susah makan sayur :) mie nya ada bumbunya gak sih mbak ?
entik mengatakan…
@bunda farras: mie dah dilengkapi bumbu. Jadi bikinnya kayak bikin mie instan itu bun...
Nia mengatakan…
wahh sama kayak ina nech? klo ada sayuran ngga mau makan, katanya ada pohonnya hahaha....... 1 bungkus beratnya brp kg mom?
lidya mengatakan…
tampilannya menarik ya. belum pernah coba
marsudiyanto mengatakan…
Smoga mienya laris Mbak...
entik mengatakan…
@mba nia: 1 bungkus beratnya 65 gr
@mba lidya: mari dicoba, enak lho
@pak. mars: amien.., mau mencoba ndak pak? hehe...
Desy Noer mengatakan…
wahh boleh juga tuh, kapan-kapan aku pesen ahh.. ongkirnya berapa ya bun ke kuningan-jabar?
Anonim mengatakan…
hai mbak, salam kenal,
jadi pengen nyobain, ongkir k cebongan gratis kaaan ? he....
aq link blognya ya...
Zulfadhli's Family mengatakan…
Waaahhh gw berminta Mbakyu. Tapi ongkir ke Miri pasti mahal banget yah. Tar deh kalo pas Nyokap pulang ke Indo bulan Juni, gw pesen. Kalo beli 1 box dikasih diskon ga? Rasanya gimana? Ok ga??
entik mengatakan…
@jeng soes: kalau ikhsan sih demen banget. Rasanya enak kok, tapi memang ga seperti mie instan yg ada MSG-nya itu
Akhid mengatakan…
Wah, mienya sepertinya sehat untuk anak-anak nih. Alternatif, soalnya anak-anak kan hobi banget dengan mie instan....:)
Elsa mengatakan…
wah kayaknya enak tuh Mbak...
boleh nih...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…