Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

ikhsan dan UHT

Sejak umur 1 tahun saya mulai mengenalkan susu UHT ke ikhsan. Sekalian "menyapih" dot. Dulu setelah masa cuti saya berakhir, ikhsan meminum ASIP dengan dot. Kakak saya sempat kasih tahu ke saya kalau menyapih dot lebih susah dibanding menyapih nenen. Itu menurut pengalaman dia. Karena banyak anak-anak yang stelah disapih nenen, tetep ngedot ampe TK bahkan SD.

Nah, setelah tahu gitu, asisten saya mulai kasih ikhsan ASIP dengan sendok. Agak repot memang. Jadi setiap kali ikhsan minum ASIP/susu selalu dengan sendok. Pun ketika saya coba kasih UHT, tetep pake sendok minumnya hehe..
Pelan-pelan ikhsan mulai belajar minum susu lewat sedotan. Dan akhirnya ikhsan ga begitu kenal dengan namanya dot.

sejak umur 2 tahun kalau pengen minum susu, saya selalu suruh ikhsan ambil sendiri susu UHT-nya dan buang bungkus-nya di sampah. Lumayan ibuna jadi ngirit tenaga hehe. Pernah sekali waktu mas usul buat ganti UHT-nya ikhsan dengan susu bubuk yang "bagus". Saya kadung cocok ikhsan m…

met ultah eyang..

tanggal 24 maret 2011 kemarin, eyang genap berusia 70 tahun. Kami semua bersyukur pada Allah SWT, di usia eyang ke 70 ini, eyang masih diberi kesehatan. Meski sudah 11 tahun eyang putri meninggal namun eyang masih diberi kekuatan untuk mengisi hari-harinya dengan bahagia.
Meski tinggal di rumah sendirian, eyang tetap legowo dan nrimo.
Meski kadang terbersit rasa bersalah di hati saya karena tidak bisa setiap saat menjenguk dan menemani eyang di rumah condong. Ah, eyang memang bapak yang baik dan sabar bagi kami, anak-anaknya.

Tidak ada yang spesial di hari ultah eyang. Saya hanya pesan kue tart dan nasi kuning untuk dibagi ke tetangga dekat rumah eyang. Rasanya memang kurang lengkap, karena di hari eyang ultah, mas dapat tugas ke manado. Jadi saya membayangkan, hanya akan ada saya dan ikhsan saja yang bakal meniup lilin ke 70-nya eyang. Ke3 kakak dan adik saya yang di solo dan semarang kayaknya ga bisa datang.




Ah, ga dinyana kakak saya yang di solo (mba ratna) tiba-tiba datang menjel…

selamat jalan mba yanti

Rasanya memang sedih dan ga kuat menahan air mata kalau salah seorang teman kita pergi menghadap sang Khalik. Begitu juga yang saya rasakan. Hari minggu tanggal 22 mei 2011, salah seorang teman kantor saya -mba yanti- meniggal dunia, setelah berjuang melawan kanker selama 3 bulan terakhir ini. Semua orang tidak menyangka, betapa waktu sangat cepat merenggut dia. Saya masih terbayang wajahnya, ketika saya menengok di rumahnya 1 minggu sebelum mba yanti meninggal. Dengan tubuh yang lemah, mba yanti minta ditemani karena merasa takut kalau sendirian dan ga ada yang menemani. Saya dan 2 orang teman yang lain, menemaninya di kamar. Kami memijit-mijit kaki dan tangannya serta mencoba mengajak ngobrol. Sakit di kepalanya, membuat mba yanti susah tidur ditambah muntah yang terus menerus. Saya sedih dan bingung sekali melihat keadaannya ketika itu. Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa memijit dan mengelus tangannya sambil sesekali menuntun dzikir.
Waktu itu, Mba yanti juga sempat…

dadaah bapak..

kemarin, mas sudah menunjukkan surat tugas ke jakarta. Weks.. baru 2 hari di rumah dah terbang lagi, batin saya rada manyun. Tapi jangan ditanya ikhsan, apa dia sedih atau enggak bakal ga liat bapakna beberapa hari kedepan. Ketika dikasih tahu kalau bapakna mau ke jakarta, ikhsan sontak berteriak gembira.
"ayok ngantar bapak ke bandara. Aku mau naek ke anjungan. Mau lihat pesawat Lion dan Garuda."

Ga masalah ditinggal bapak, yang penting bisa ke bandara liat pesawat. Dan pagi tadi, saya dan ikhsan melakukan rutinitas yang sebenarnya ga begitu saya sukai tapi sangat disukai ikhsan, yaitu mengantar bapak ke bandara.

"ibu, jangan lupa bawa gendongan ya? ntar ikhsan digendong, biar bisa liat pesawat di anjungan!" ikhsan dah wanti-wanti saya.
Di anjungan pengantar bandara, dulu sebenarnya ada kursi yang diperuntukkan bagi pengunjung. Karena jendela anjungan agak tinggi, jadi banyak anak-anak yang akhirnya naek ke kursi supaya bisa lihat pesawat yang mendarat atau terbang.
Na…

permainan ikhsan

beberapa hari yang lalu, saya dibikin ketawa dengan permainan ikhsan.Ternyata anak-anak kadang memang punya ide yang luc-lucu ya?
Ceritanya, setelah maghrib, ikhsan berlarian keliling di dalam rumah. Entah berapa kali putaran. Keknya lebih dari 5 kali deh. Saya yang ngeliat kemudian mencoba menghentikan aksi "joging" ikhsan di malam hari itu.
"udah le, nanti ndak capek lho. Tuh dah keringetan!"
"capek ki yo rapopo," ikhsan tetep aja melanjutkan aksi lari-larinya.

Saya menunggu, apa yang akan dilakukan ikhsan selanjutnya. Tak berapa lama ikhsan dengan nafas tersengal-sengal, menghentikan aksinya. Kemudian berteriak memanggil mba wal (asisten saya di rumah).
"mba lihat, kringetku wes kilong-kilong..." (maksudnya keringat di tubuhnya sudah banyak)
"ayok mba..., mulai," ikhsan menarik si mba dudukdi dekatnya.

Saya makin penasaran, sebenarnya permainan apa yang akan mereka berdua lakukan?
Ternyata mereka menempelkan uang mainan dari kertas ke muka …

bingung memilih

memasuki bulan mei ini, kami-saya dan mas-, belum bisa memutuskan TK mana yang cocok buat Ikhsan. Kalau teman-teman playgroup ikhsan sih, sudah pada daftar ke TK pilihan mereka. Lha kalau saya masih bingung dengan banyak pertimbangan:
1. Ini terkait dengan mobilitas hidup kami yang ga tentu hehe, maksudnya walaupun kami sudah memiliki rumah sendiri, tapi notabene jarang banget bisa tinggal di rumah lebih dari 4 hari. Paling banter kami hanya 2 hari di rumah, selebihnya kami tinggal di rumah eyang. Eyang kan cuma hidup sendirian jadi ya kasian kalao ga ada yang nemenin.
2. mas sering banget tugas luar kota. Kalau ditinggal gitu, saya lebih nyaman kalau mudik ke rumah eyang. Halah, pake istilah mudik segala hehe...
3. kami tidak sreg kalau ikhsan masuk TK yang full day
4. pengen jarak sekolah ikhsan tidak jauh dari rumah (tapi karena alasan no.1, jadi bingung, yang jadi patokan rumah kita yang mana?? hehe..., sementara ini ikhsan sekolah playgroup di deket rumah eyang.

Nah, sekarang lag…