Langsung ke konten utama

met ultah eyang..

tanggal 24 maret 2011 kemarin, eyang genap berusia 70 tahun. Kami semua bersyukur pada Allah SWT, di usia eyang ke 70 ini, eyang masih diberi kesehatan. Meski sudah 11 tahun eyang putri meninggal namun eyang masih diberi kekuatan untuk mengisi hari-harinya dengan bahagia.
Meski tinggal di rumah sendirian, eyang tetap legowo dan nrimo.
Meski kadang terbersit rasa bersalah di hati saya karena tidak bisa setiap saat menjenguk dan menemani eyang di rumah condong. Ah, eyang memang bapak yang baik dan sabar bagi kami, anak-anaknya.

Tidak ada yang spesial di hari ultah eyang. Saya hanya pesan kue tart dan nasi kuning untuk dibagi ke tetangga dekat rumah eyang. Rasanya memang kurang lengkap, karena di hari eyang ultah, mas dapat tugas ke manado. Jadi saya membayangkan, hanya akan ada saya dan ikhsan saja yang bakal meniup lilin ke 70-nya eyang. Ke3 kakak dan adik saya yang di solo dan semarang kayaknya ga bisa datang.




Ah, ga dinyana kakak saya yang di solo (mba ratna) tiba-tiba datang menjelang doa bersama kami untuk eyang. Dia datang sendiri. Anak-anaknya ditinggal di rumah sama suaminya.
Wah, surprise banget tentunya. Dengan kado di tangan mba ratna mencium tangan eyang. Akhirnya perayaan ultah eyang agak ramai karena ada saya, ikhsan dan mba ratna.


selamat ulang tahun eyang...
semoga Allah melimpahi kesehatan, dan kekuatan bagi eyang untuk menjalani hari-hari eyang..
Kami hanya bisa bersujud syukur atas limpahan karunia yang tak terhingga ini...
Maafkan kami jika kami tidak bisa setiap saat menemani eyang...
Maafkan kami, jika kami belum bisa membalas semua jasa dan kebaikan eyang selama ini..
Tapi doa dan perhatian kami selalu tercurah untuk eyang...
selalu dan selamanya, tak kan terputus sepanjang waktu.

Komentar

ratnalihin mengatakan…
selamat ultah eyang, barakalloh, semoga Alloh senantiasa memberi berkah dan ridho Nya pada eyang.

semoga Alloh memberikan kesehatan dan khusnul khotimah. dan amin untuk semua doa-doa eyang

dan untuk mama terimakasih saja tidak cukup untuk menggantikan pengabdian mama untuk eyang, terlantun doa dari mulutku: Ya Alloh ya robb, berikanlah balasan pada mama entik berupa pahala atas pengabdiannya pada eyang barakahilah keluarganya, jadikan keluarga sakina mawadah waromah, dan jadikan anak2 mama, anak2 yang sholih. amin

tengkyuuuu ya sudah memberi hari yang indah untuk eyang:)
kangto mengatakan…
Met ultah Eyang, Semoga tambah makmur dan barokah. Amiin :)
Fitri3boys mengatakan…
Met milad buat eyang tercinta...smoga slalu sehat yach.....dan bahagia dikelilingi anak2 dan cucu2. Amin
dey mengatakan…
met ultah ya buat eyang-nya ikhsan, mudah2an selalu sehat ...
Anas mengatakan…
selamat ultah buat eyang mbak entik... semoga Allah memberi kesehatan dan kelimpahan rezeki selalu.. Anas cuma bisa mendoakan saja.. :)
entik mengatakan…
@mba ratna: amien.. semoga doa untuk eyang terkabul. Dan amien juga untuk doa buat aku

@kangto: amien doanya..

@IbudzakyFai: amien, makasih ya mba

@dey: amien, makasih ya mba

@anas: amien doanya. Makasih ya..
lidya mengatakan…
Met ultah untuk EYang ya, semoga sehat selalu
Elsa mengatakan…
subhanallaaaaaaaaah
Beruntungnya Eyang bisa mencapai umur 70
apa resep sehatnya Eyang, Mbak???

apakah nanti kita bisa sepanjang umurnya Eyang yaa...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…