Langsung ke konten utama

permainan ikhsan

beberapa hari yang lalu, saya dibikin ketawa dengan permainan ikhsan.Ternyata anak-anak kadang memang punya ide yang luc-lucu ya?
Ceritanya, setelah maghrib, ikhsan berlarian keliling di dalam rumah. Entah berapa kali putaran. Keknya lebih dari 5 kali deh. Saya yang ngeliat kemudian mencoba menghentikan aksi "joging" ikhsan di malam hari itu.
"udah le, nanti ndak capek lho. Tuh dah keringetan!"
"capek ki yo rapopo," ikhsan tetep aja melanjutkan aksi lari-larinya.

Saya menunggu, apa yang akan dilakukan ikhsan selanjutnya. Tak berapa lama ikhsan dengan nafas tersengal-sengal, menghentikan aksinya. Kemudian berteriak memanggil mba wal (asisten saya di rumah).
"mba lihat, kringetku wes kilong-kilong..." (maksudnya keringat di tubuhnya sudah banyak)
"ayok mba..., mulai," ikhsan menarik si mba dudukdi dekatnya.

Saya makin penasaran, sebenarnya permainan apa yang akan mereka berdua lakukan?
Ternyata mereka menempelkan uang mainan dari kertas ke muka ikhsan yang penuh keringat. Tentu saja kertas-kertas itu tertempel di seluruh muka ikhsan. Saya hanya melongo, jadi ikhsan berlarian sampai terengah-engah itu cuma biar keringat di tubuhnya banyak dan bisa ditempeli uang kertas mainan itu??

"ibu, liat. Apik to?" Ikhsan memamerkan hasil "kerajinan tangannya"
Saya hanya mengangguk.
"Ibu, ayo difoto. Nanti dikirim ke bapak."

Mas, yang lagi keluar kota, ketika saya kirimi foto ikhsan cuma tertawa ngakak..

Komentar

dey mengatakan…
hihihihi, ikhsan kreatif ya ...
Anak2 memang penuh ide yang kadang gak kepikiran ama kita.
Nia mengatakan…
ikhsan lucuuu....

ina juga suka nempel2 uang kertas itu, tapi ngga lari2an dulu.....biasanya uang mainannya dibasahin dikiit baru di tempelin ke mukanya ehhehe...
lidya mengatakan…
seru juga ya Ikhsan main nya
Bunda Farras mengatakan…
waduuh ikhsan mo main tempelan aja harus cape dulu ya .. soalnya kalo gak kringetan gak nempel duit duitannya .. hahahha , good job !
marsudiyanto mengatakan…
Terkadang anak mendapatkan kepuasan pada sesuatu yang menurut kita sederhana, padahal justru dari kesederhanaan itulah letak kenyamanan anak.
Sayang disayang era sekarang ini banyak permainan yang kurang mendidik, ada diawang2 dan jauh dari pikiran sederhana seorang anak.
Teknologi merubah semuanya, termasuk mengubah kearah yang negatif
Fitri3boys mengatakan…
hi hi lucu banget ikhsan, namanya permainan apaan tuch?
Gaphe mengatakan…
wahahaha, namanya anak-anak pasti ulahnya selalu bikin ngakak. coba yang ditempel bukan uang mainan tapi uang beneran.. udah kayak raja minyak dari medan bah!

yoo segera dikirim ke bapak.. emang bapanya dimana to?
Zulfadhli's Family mengatakan…
Hohohoho, kirain Ikhsan malem2 mo fitness, ternyata cuma butuh keringatnya toh supaya bisa ditempel2in :-)

Pinter nya kamu, Nak!
Desy Noer mengatakan…
hehe.. ikhsan ada-ada aja
Darin mengatakan…
Wah wah, ikhsan calon pemain timnas nih. Jago lari! :D

Salam dari Jayapura :)
Elsa mengatakan…
Hahahahaaa...
siapa yang gak ketawa lihat fotonya mas Ikhsan dengan wajah penuh kertas mainan gitu Mbak?
aku ngakak ngakak!!!
Baby Dija mengatakan…
Hihihihi.... mas ikhsan lucu banget!

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.