Langsung ke konten utama

selamat jalan mba yanti

Rasanya memang sedih dan ga kuat menahan air mata kalau salah seorang teman kita pergi menghadap sang Khalik. Begitu juga yang saya rasakan. Hari minggu tanggal 22 mei 2011, salah seorang teman kantor saya -mba yanti- meniggal dunia, setelah berjuang melawan kanker selama 3 bulan terakhir ini. Semua orang tidak menyangka, betapa waktu sangat cepat merenggut dia. Saya masih terbayang wajahnya, ketika saya menengok di rumahnya 1 minggu sebelum mba yanti meninggal. Dengan tubuh yang lemah, mba yanti minta ditemani karena merasa takut kalau sendirian dan ga ada yang menemani. Saya dan 2 orang teman yang lain, menemaninya di kamar. Kami memijit-mijit kaki dan tangannya serta mencoba mengajak ngobrol. Sakit di kepalanya, membuat mba yanti susah tidur ditambah muntah yang terus menerus. Saya sedih dan bingung sekali melihat keadaannya ketika itu. Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa memijit dan mengelus tangannya sambil sesekali menuntun dzikir.
Waktu itu, Mba yanti juga sempat meminta tolong, kalau bisa ketika minggu depannya dia menjalani kemoterapi ada teman kantor yang menemaninya di RS. Tapi sayang, karena kesibukan kegiatan kantor, saya dan teman-teman lain tidak bisa menemani. Maaf ya mba..

Mba yanti dan saya, masuk di kantor kami pada tahun yang sama. Sebenarnya usia kami terpaut cukup banyak, tapi tetep aja nyambung kalau ngobrol. Apalagi mba yanti orangnya sangat centil dan ramah. Kalau ketemu saya, Mba yanti biasa memanggil saya," Halo bu Sig.." (maksudnya bu Sigit, karena nama suami saya Sigit) dan saya biasa membalas dengan memanggil," Bu An.." (karena nama suaminya Aan). Geli aja kalau mengingatnya.

Sering juga kami tuker-tukeran resep dan cara masak sayur, kalau ketemu sehabis pulang kantor di warung sayuran -bu bibit- (warung dekat kantor). Karena sama-sama punya anak yang susah maem sayuran, jadi kita kadang tukeran ide masak sayur buat ufi (anak mba yanti) dan ikhsan. Kalau dah di tempat bu bibit, pasti pake acara bingung milih sayuran dan bingung mau dimasak apa. Nah, kalau ketemu mba yanti, kadang dapat ide masak.
"Cobain otak-otak bandeng aja Tik,buat lauk ikhsan."
Eh, pas nurutin sarannya, ternyata ikhsan doyan juga. Makasih ya mba...



Moment yang masih teringat di kepala saya adalah bulan mei tahun 2010 lalu ketika Ufi ultah ke-5 di KFC. Saya, ikhsan dan Mas ikutan datang di acara itu. Seru dan menyenangkan. Mba yanti sekeluarga tampak bahagia banget. Ga nyangka memang, setahun kemudian di bulan mei menjelang ultah Ufi yang ke6, mba yanti sudah pergi meninggal kami semua.



saya dan teman-teman kantor rasanya belum percaya, mba yanti meninggal secepat itu. Sesekali masih terlintas di kepala saya bayangan mba yanti di kantor pusat dan melirik meja kerjanya. Ternyata ksosong. Tapi inilah jalan terbaik yang diberikan Allah untuk mba yanti.
Semoga mba yanti khusnul kotimah, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran untuk terus melanjutkan hidup.

Komentar

dey mengatakan…
ikut berduka cita ya bu, semoga Almarhumah di lapangkan jalannya.
firda mengatakan…
saya hanya mengenal mba yanti melalui fb, blum pernah ketemu, tapi hanya dia satu2nya yg mau menerima persahabatan saya tanpa curiga dan prasangka, dia menyambut uluran pertemanan sy meski dengan begitu dia dimarahi sahabatnya. mba yanti yang baik selamat jalan, semoga khusnul khotimah, firda kangen becanda dan mendengarkan curhatnya mba yanti
Desy Noer mengatakan…
Sedih sekali memang kehilangan orang-orang yang dekat dengan kita, apalagi yang meninggalkan banyak kenangan bersama. Ikut mendoakan, semoga segala amal dan ibadahnya diterima di sisi-Nya. Dan semoga Ulfi bisa tumbuh menjadi anak yang kuat dan selalu ceria walopun tanpa kasih saying sang ibu tercinta. Amin..
Bundit mengatakan…
Ikut belasungkawa jeng. Smg almarhumah mendapatkan tempat damai di sisi Allah. Amin.
entik mengatakan…
@dey: amien..

@firda: merasa kehilangan mba yanti juga ya?

@Desy: iya, masih terbayang wajahnya pas sakit. Ga tega saya..

@Bundit: amien ya jeng...
Fitri3boys mengatakan…
Ikut berduka cita ya jeng..
hilsya mengatakan…
turut berduka cita..
semoga amal ibadah almarhumah diterima Allah
Gaphe mengatakan…
Sedih banget pastinya, dan semua kenangan pasti terlintas di pikiran. Semoga mbak Yanti diampuni segala dosanya dan ditempatkan pada tempat yang layak disisiNya.. semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

karena mati, rejeki, jodoh hanya Tuhan yang tahu
lidya mengatakan…
Innalillahi,turut berduka cita ya
Zulfadhli's Family mengatakan…
Semoga Mba Yanti diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT. Juga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amien

Btw almarhum emang kena kanker apaan Mba?
Susi Susindra mengatakan…
Semoga amalan mbak Yanti diterima Allah, mbak. Dan yang ditinggalkan mendapat ketabahan. Amin
entik mengatakan…
@IbuDzakiFai, Hilsya, Gaphe, mba Lidya, mba Susi: terimaksih amien.., semoga semuanya menjadi baik.

@Jeng soes: Kena kanker kelenjar getah bening, cepet banget dari mulai ketahuan bulan februari, dan dibulan mei sudah ga ada..
kangto mengatakan…
Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un. Semoga mbak yanti di terima di sisi-Nya. Amiin
Elsa mengatakan…
amiiiiiiiiiiiin amiiiiiiiiiiiiiin......

subhanallaaaah
umur memang benar benar rahasia Allah ya Mbak...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.