Senin, 23 Mei 2011

selamat jalan mba yanti

Rasanya memang sedih dan ga kuat menahan air mata kalau salah seorang teman kita pergi menghadap sang Khalik. Begitu juga yang saya rasakan. Hari minggu tanggal 22 mei 2011, salah seorang teman kantor saya -mba yanti- meniggal dunia, setelah berjuang melawan kanker selama 3 bulan terakhir ini. Semua orang tidak menyangka, betapa waktu sangat cepat merenggut dia. Saya masih terbayang wajahnya, ketika saya menengok di rumahnya 1 minggu sebelum mba yanti meninggal. Dengan tubuh yang lemah, mba yanti minta ditemani karena merasa takut kalau sendirian dan ga ada yang menemani. Saya dan 2 orang teman yang lain, menemaninya di kamar. Kami memijit-mijit kaki dan tangannya serta mencoba mengajak ngobrol. Sakit di kepalanya, membuat mba yanti susah tidur ditambah muntah yang terus menerus. Saya sedih dan bingung sekali melihat keadaannya ketika itu. Karena kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa memijit dan mengelus tangannya sambil sesekali menuntun dzikir.
Waktu itu, Mba yanti juga sempat meminta tolong, kalau bisa ketika minggu depannya dia menjalani kemoterapi ada teman kantor yang menemaninya di RS. Tapi sayang, karena kesibukan kegiatan kantor, saya dan teman-teman lain tidak bisa menemani. Maaf ya mba..

Mba yanti dan saya, masuk di kantor kami pada tahun yang sama. Sebenarnya usia kami terpaut cukup banyak, tapi tetep aja nyambung kalau ngobrol. Apalagi mba yanti orangnya sangat centil dan ramah. Kalau ketemu saya, Mba yanti biasa memanggil saya," Halo bu Sig.." (maksudnya bu Sigit, karena nama suami saya Sigit) dan saya biasa membalas dengan memanggil," Bu An.." (karena nama suaminya Aan). Geli aja kalau mengingatnya.

Sering juga kami tuker-tukeran resep dan cara masak sayur, kalau ketemu sehabis pulang kantor di warung sayuran -bu bibit- (warung dekat kantor). Karena sama-sama punya anak yang susah maem sayuran, jadi kita kadang tukeran ide masak sayur buat ufi (anak mba yanti) dan ikhsan. Kalau dah di tempat bu bibit, pasti pake acara bingung milih sayuran dan bingung mau dimasak apa. Nah, kalau ketemu mba yanti, kadang dapat ide masak.
"Cobain otak-otak bandeng aja Tik,buat lauk ikhsan."
Eh, pas nurutin sarannya, ternyata ikhsan doyan juga. Makasih ya mba...



Moment yang masih teringat di kepala saya adalah bulan mei tahun 2010 lalu ketika Ufi ultah ke-5 di KFC. Saya, ikhsan dan Mas ikutan datang di acara itu. Seru dan menyenangkan. Mba yanti sekeluarga tampak bahagia banget. Ga nyangka memang, setahun kemudian di bulan mei menjelang ultah Ufi yang ke6, mba yanti sudah pergi meninggal kami semua.



saya dan teman-teman kantor rasanya belum percaya, mba yanti meninggal secepat itu. Sesekali masih terlintas di kepala saya bayangan mba yanti di kantor pusat dan melirik meja kerjanya. Ternyata ksosong. Tapi inilah jalan terbaik yang diberikan Allah untuk mba yanti.
Semoga mba yanti khusnul kotimah, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran untuk terus melanjutkan hidup.

14 komentar:

dey mengatakan...

ikut berduka cita ya bu, semoga Almarhumah di lapangkan jalannya.

firda mengatakan...

saya hanya mengenal mba yanti melalui fb, blum pernah ketemu, tapi hanya dia satu2nya yg mau menerima persahabatan saya tanpa curiga dan prasangka, dia menyambut uluran pertemanan sy meski dengan begitu dia dimarahi sahabatnya. mba yanti yang baik selamat jalan, semoga khusnul khotimah, firda kangen becanda dan mendengarkan curhatnya mba yanti

Desy Noer mengatakan...

Sedih sekali memang kehilangan orang-orang yang dekat dengan kita, apalagi yang meninggalkan banyak kenangan bersama. Ikut mendoakan, semoga segala amal dan ibadahnya diterima di sisi-Nya. Dan semoga Ulfi bisa tumbuh menjadi anak yang kuat dan selalu ceria walopun tanpa kasih saying sang ibu tercinta. Amin..

Bundit mengatakan...

Ikut belasungkawa jeng. Smg almarhumah mendapatkan tempat damai di sisi Allah. Amin.

entik mengatakan...

@dey: amien..

@firda: merasa kehilangan mba yanti juga ya?

@Desy: iya, masih terbayang wajahnya pas sakit. Ga tega saya..

@Bundit: amien ya jeng...

IbuDzakyFai mengatakan...

Ikut berduka cita ya jeng..

hilsya mengatakan...

turut berduka cita..
semoga amal ibadah almarhumah diterima Allah

Gaphe mengatakan...

Sedih banget pastinya, dan semua kenangan pasti terlintas di pikiran. Semoga mbak Yanti diampuni segala dosanya dan ditempatkan pada tempat yang layak disisiNya.. semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

karena mati, rejeki, jodoh hanya Tuhan yang tahu

lidya mengatakan...

Innalillahi,turut berduka cita ya

Zulfadhli's Family mengatakan...

Semoga Mba Yanti diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT. Juga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amien

Btw almarhum emang kena kanker apaan Mba?

Susindra mengatakan...

Semoga amalan mbak Yanti diterima Allah, mbak. Dan yang ditinggalkan mendapat ketabahan. Amin

entik mengatakan...

@IbuDzakiFai, Hilsya, Gaphe, mba Lidya, mba Susi: terimaksih amien.., semoga semuanya menjadi baik.

@Jeng soes: Kena kanker kelenjar getah bening, cepet banget dari mulai ketahuan bulan februari, dan dibulan mei sudah ga ada..

kangto mengatakan...

Innalillahi Wa Innailaihi Roji'un. Semoga mbak yanti di terima di sisi-Nya. Amiin

Elsa mengatakan...

amiiiiiiiiiiiin amiiiiiiiiiiiiiin......

subhanallaaaah
umur memang benar benar rahasia Allah ya Mbak...