Langsung ke konten utama

hampir 4 taon

tanggal 30 juni besok, ikhsan genap 4 tahun. Saya mau sedikit update tentang ikhsan.
tahun ajaran, juli ini, rencananya ikhsan mau masuk TK setelah hampir 1,5 tahun di playgroup. Sebenarnya ikhsan lagi enjoy banget sekolah di playgroup. Cocok sama guru dan teman-temannya. Saya juga seneng sama guru-guru ikhsan di sekolah. Berhubung, dalam 1 kelas muridnya cuma 12 orang dan gurunya 3 alhasil semua anak bener-bener diperhatiin sama gurunya, termasuk ikhsan.

saya pernah dipanggil sama guru ikhsan, karena menurut pengamatannya, beberapa minggu terakhir ini kok ikhsan agak cuek dengan pembelajaran di sekolah dan kayak asyik dengan dia sendiri. Ikhsan sering mengulang-ulang dialog upin-ipin saat di dalam kelas. Menurut bu guru, mungkin ikhsan kebanyakan nonton tv pas dirumah.
Dan saya diberi masukan yang banyak tentang masalah ini.
Akhirnya saya mulai memberlakukan aturan baru di rumah untuk ikhsan. Setiap hari ikhsan hanya boleh nonton tv sekali saja selama 1 jam. Selebihnya mainan, menggambar, mewarnai atau belajar menulis.

Awalnya saya agak ragu, ikhsan berontak ga ya dengan aturan saya?? Alhamdulillah ternyata ikhsan manut dan nurut banget.
"iya ibu, aku nonton tivi-nya 1 jam aja. Kata bu Sri ga boleh lama-lama," komentar ikhsan.
ah, saya jadi agak terharu. Ikhsan jarang banget ngeyel(ga nurut)kalau saya kasih tahu. Kalaupun dia ga mau, pasti nolaknya penuh argumentasi versi anak-anak. kayak kejadian kemaren sore. Teman-temannya di rumah pada balapan sepeda. Ikhsan cuma jadi penggembira karena dia cuma sorak-sorak ngeliat temannya pada balapan. Nah, dasar anak-anak, kalau pada balapan gitu ga pernah merhatiin kendaraan lain yang lewat di jalan. Akhirnya salah seorang dari mereka-yudis- nabrak mobil yang lagi lewat. Untungnya tuh mobil jalannya pelan, kayaknya nyadar lagi lewat di perumahan yang banyak anak kecil. Jadi yudis cuma lecet aja, cuma sepedanya rusak karena masuk kolong mobil.

setelah itu, ikhsan buru-buru pulang dan ngasih tahu kejadian itu ke saya.
"ibu, yudis nabrak mobil. sepedanya masuk kolong mobil. Tapi yudis ga nangis."
"kalau begitu, ikhsan jangan suka lari kenceng-kenceng ya, kalau di luar rumah. Nanti kalau ada mobil gimana?" saya kasih tahu.
"yudis wae nabrak mobil ga nangis kok.."
"Lha iya, ikhsan jangan sampai nabrak mobil kayak yudis."
"Lha aku kan kalau lari hati-hati. Nanti kalau ada mobil, yo ta rem. Jadi ga nabrak mobil."
Weh, jan nih anak kalau dikasih tahu dah bisa berargumenasi.. :) Percakapan saya hentikan, soale kalau tetep diteruskan, jawaban ikhsan akan tetep sama hehe..

akhir-akhir ini ikhsan juga suka menempel stiker gambar atau bintang dari sekolah. Setiap hari, gurunya akan membagi stiker atau bintang untuk anak-anak yang pinter. Misalnya mewarnainya bagus, ga ramai sendiri di kelas dan lain-lain.
setiap pulang sekolah, pasti stikernya langsung ditempel di kamar. Ampe banyak. Hasil mewarnai gambar pun juga ditempel. Biasanya ikhsan akan dengan bangga menghitung jumlah stiker yang tertempel di dinding itu..



Komentar

Orin mengatakan…
Ikhsan pinteeeeer.... ;)
Lucu ya Bu pas berdebat sama anak kecil gitu hihihihi
Bundit mengatakan…
Waaa...pinter ya Ikhsan berargumentasinya. Semoga nanti betah di TK ya ..Bukannnya nanti temen2 nya juga sama spt di PG? Atau beda sekolah jeng?
Bunda Farras mengatakan…
wah ikhsan dah gede nih dah bisa argumen ma ibu .. :) Farras juga gitu tuh mbak ,aku layanin aja argumennya dia .. lucu aja kadang denger argumen bocil .. hahhaha
dey mengatakan…
mau dong stikernya satu, boleh gak ? hehehe ...
Nia mengatakan…
sama kayak ina, kalo dikasih tau ngejawab heheheh.....wah Ikhsan pinter yachh...dapat stikernya udah banyak tuch.......minta satu dong utk ina....
Mama Calvin mengatakan…
ga berasa ya mbak ,Ikhsan sudah besar sudah mau masuk TK. beda 1 thn ya sama Pascal
entik mengatakan…
@ orin: iya, debat ama anak kecil kadang bikin geli

@Bundit: di sekolah ikhsan cuman playgroup aja, ga ada TK-nya

@ Bunda Farras: tul itu, lucu, geli kadang tambah dongkol juga hehe..
entik mengatakan…
@mba dey: boleh, ambil aja tante..

@mba Nia: ayok ina ambil aja, tapi ambil sendiri ke djogja ya? :)

@mama CalVin: iya,mba.. ga terasa dah ampir 4 tahun, kayaknya baru kemaren ngelahirin hehe...
marsudiyanto mengatakan…
semoga Mas Iksan cepet besar, sehat dan lancar sekolahnya

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad