Langsung ke konten utama

jadilah teman hidupku

begitu banyak perbedaan
diantara kita
namun cinta hadir
untuk menyatukannya

kini marilah bergabung bersamaku
sebagai teman hidup
jika sepakat inilah tanganku

bawalah dalam tanganmu
yang manis dan rentangkan sayapmu
untukku..
inilah jiwaku
peluklah dengan lenganmu yang penuh kasih

jadilah nahkoda kapal kehidupanku
untuk mengarungi lautan hidup
bersama...
selamanya...

medio agustus 2005

ini adalah puisi yang saya buat untuk mas ketika kami memutuskan untuk menikah pada 14 agustus 2005. Puisi ini tertulis pada souvenir pernikahan kami.
dan saya memang sering menulis puisi untuk mas dari dulu sampai sekarang. Walaupun mas jarang bahkan hampir ga pernah menulis untuk saya. (padahal ngarep banget, hehe...)

postingan ini saya ikutkan pada giveaway angka 100-nya mba Dey

Komentar

Mama Calvin mengatakan…
kreatif juga mbak buat puisi,ada puisi balasannya ga?
omietha mengatakan…
bagus puisinya...

ibu entik .. puitis nih...

duh .. si bapak klepek klepek pesti deh bacanya....

hehehe...

sip deh..moga sukses di giveawaynya
dey mengatakan…
sipppp bu, aku catat sebagai peserta ..

sama dengan diriku, sering bikin puisi buat suami, tapi tanpa balasan, qeqeqe....
balasannya dalam bentuk nyata aja kali ya ..*apa coba.. :D
entik mengatakan…
@mama Calvin: ga dapat puisi balasan, yang dikasih pusisi cuma senyum2 aja :)

@Jeng omi: wkwkwk.., ini memang senjata ampuh buat bikin orang klepek-klepek :)

@mba Dey: weks, kita senasib ya mba? makasih dah dicatet..
Diah Alsa mengatakan…
kereeen mbak, puisi yang penuh arti :)

salam kenal Mbak :)
Orin mengatakan…
co cwiiiiiittt... tapi para pria memang rata2 begitu ya Bu, jarang yg bisa berpuisi ria heuheu
Suke mengatakan…
huhuiiii...
puisinya mantap bu.... :)
Elsa mengatakan…
wuuuah ternyata romantis juga ya Mbak satu ini
hehehe
saluuut deh

semoga menang yaaaa
Nia mengatakan…
begitulah sifat lelaki...ngga ngerti2 kalo istrinya nungguin balasan puisinya hehehe....

goodluck utk kontesnya yach mbak...
Fitri3boys mengatakan…
bagus puisinya....xi xi , gak pernah terbalas mungkin karena bapake ikhsan lebih mengutamakan action daripada puisi...
Bundit mengatakan…
So sweet....Saya kurang berlatih menulis puisi jeng. Sukses dengan kontesnya ya jeng :-)
Honey mengatakan…
kalau mas nya suka bikin puisi juga pasti nanti menyantol gadis lain...

hehehe
makanya yang pinter bikin puisi itu mbaknya..

salam kenal dari Pontianak

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad