Langsung ke konten utama

wanita jawa

saya terdiam dan tertunduk mendengar wejangan itu...

"menjadi wanita jawa ibarat bunga. Ia indah dipandang dan selalu memancarkan bau harum mewangi. Ia adalah ratu yang bertahta dengan agung di dalam rumah tangganya. Untuk itu wanita harus punya sifat merak ati, gemati dan luluh.
merak ati, artinya kamu harus pandai menjaga kecantikan lahir batin, pandai bertutur sapa dengan santun, pandai mengatur pakaian yang pantas, murah senyum, luwes gerak-geriknya dan lumampah anut wirama- bertindak sesuai irama.
Gemati artinya kamau harus bisa menunaikan kewajiban istri dengan sebaik-baiknya. Sebagai istri, wanita adalah perawat rumah tangga dan pengatur keuangan. Kamu juga harus bisa mendidik anak-anakmu dengan baik.
Luluh, artinya kamu harus jadi seorang yang penyabar,tidak keras kepala, menerima segala masalah dengan hati lapang.

Menjadi seorang istri yang berhasil dalam perkawinan adalah seorang wanita yang mampu memelihara dirinya agar tetap cantik, bertingkah laku manis, penuh pengabdian, berbakti, setia dan taat pada suami. Selain itu, untuk menjadi wanita luhur, wanita harus menjaga keimanannya kepada Allah SWT. Dengan begitu kebahagian dalam keluarga yang harmonis dapat kamu capai.

hmmm..., ya, ya saya memang seorang wanita yang terlahir di Jawa.

Komentar

Mama Calvin mengatakan…
semoga kita bisa menjadi istri yang sholehah ya mbak
dey mengatakan…
amin .. tapi wanita jawa sekarang bukan sekedar konco wingking kan bu ..
kangto mengatakan…
Wanita sejati bukanlah yang punya pangkat tinggi, namun wanita yang bisa menjadi ibu bagi anak-anaknya dan juga istri bagi suaminya. :)
joe mengatakan…
nasihat yang bagus buat para calon ibu nih...
entik mengatakan…
@mba lidya: amien, semoga ya mba..

@mba dey: bener, sekarang wanita bukan hanya kanca wingking-nya suami

@kangto: harapan setiap wanita adalah menjadi wanita sejati

@joe: nasihat buat yang sudah jadi ibu juga mas :)
Nia mengatakan…
wah susah yach jadi wanita jawa....untung suami sy bukan orang jawa hehehe......
yustha tt mengatakan…
pasti mb entik udah masuk dlm 3 hal itu.. :)
Bundit mengatakan…
Hmm..wanita Jawa idaman itu jeng hehehe. Insya Allah kita, wanita Jawa bisa menjadi sesuai wejangan itu ya :-)
Elsa mengatakan…
wanita jawa itu luar biasa lho Mbak...
wanita jawalah yang mengendalikan rumah. sebenarnya dia punya kontrol yang luar biasa...

suami pun bisa dikontrol, dengan caranya yang halus..sehingga sang suami tidak merasa dikontrol. bukan begitu??

aku yakin Mbak Tri Widy adalah wanita jawa yang jempolan!!!
Gaphe mengatakan…
kayaknya nggak harus jawa juga dimana-mana emang kodrat wanita kan seperti itu Tik?.. ya nggak sih?

#sotoy.. secara nggak pernah jadi wanita. ihihihi..
Motik mengatakan…
Halusnya wanita jawa emang diacungi jempol deh. tapi kalo terlalu nrimo ya gawat juga hehehe
kalo aku wanita jawa palsu :D
keturunan jawa tapi dari lahir di jakarta makanya ada halusnya tapi ada juga berontaknya hehe...
entik mengatakan…
@mba Nia; emang susye jadi wanita jawa yang ideal. Sebenarnya ga ada tuntutan dari suami untuk jadi wanita jawa yang ideal itu hehe...

@tt: hmm.., semoga ya jeng..

@BunDit: yup semoga kita bisa ya?

@Elsa: bener elsa, wanita jawa memang pemegang kendali secara halus. Dia bisa "mengendalikan" suami dan anak-anaknya tanpa mereka sadari.

@Gaphe: ya gini nih, repotnya jadi wanita, untung kamu belum pernah ngerasain, Phe hehe..

@Motik: wanita jawa jaman sekarang dong jeng, banyak campurannya hehe..
sapton mengatakan…
Aku selalu berdoa siang malam semoga dari hari ke hari istriku bisa jadi wanita jawa idaman seperti itu.

Indahnya.......

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad