Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

kiriman hadiah

setelah beberapa kali ikutan kontes di dunia per-blogeran, akhirnya saya menang juga hehe... Ikutan nulis fiksi mini di Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio Pakdhe Cholik, mba Nia, mba Lidya, saya dapet juara harapan V. Weh, begitu tahu hasilnya rasanya pengen jingkrak-jingkrak saking senengnya.

Dua hari yang lalu, kiriman dari JNE datang. Begitu lihat ada bungkusan, Ikhsan langsung spontan pengen buka. Menurut dia, ini hadiah buatnya. Ya sudahlah, tanpa komando langsung dibuka. Setelah bungkusan dibuka, Ikhsan rada kecewa karena isinya adalah jilbab swarna berwarna biru tua.
"Yah..., ini buat ibu, bukan buat aku," kata ikhsan sambil ngeloyor pergi.
hihi..., ya iyalah le, wong isinya jilbab.
ketika saya melihat-lihat jilbab itu, ikhsan mendekati saya dan mulai merengek, " ibu, kado buat aku mana? kok aku ga dapat kado?"
"ya, besok ya le," jawab saya pendek.



Saya langsung penasaran pengen nyobain jilbab swarna itu. L…

marah pada anak

Pernahkah teman-teman marah, jengkel atau ngomel pada anak? Saya yakin pasti pernah walau cuma sekali saja. Untuk menjadi marah memang mudah. Setiap orang pasti mampu untuk marah terhadap sesuatu atau seseorang. Dan akan paling mudah marah terhadap anak. Apalagi jika anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran dan kehendak kita. Posisi kita sebagai orang tua menjadi posisi yang superior untuk marah terhadap anak yang masih kecil. Tetapi, marah yang tepat tidaklah mudah. Marah pada waktu yang tepat dan pada orang yang tepat dengan cara yang baik, bukanlah sesuatu yang mudah.

Bagi orangtua yang beraliran konservatif dalam mendidik anak, akan selalu merasa berhak untuk marah, bila merasa jengkel dan tidak menyukai perilaku anak. Hak ini didukung oleh argumen, bahwa kemarahan orangtua adalah demi kebaikan terhadap anak itu sendiri. Tujuan ini tentu saja dibenarkan, namun kadar, waktu, dan cara marah yang keliru, sering menimbulkan suasana semakin ruwet. Orangtua semakin marah,…

6th annyversary

14 Agustus 2011, usia pernikahan kami genap 6 tahun. Sungguh waktu berjalan begitu cepat. Dulu hanya berdua, sekarang formasi kami jadi bertiga.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah, yang telah mencurahkan rahmatnya kepada kami.
Alhamdulillah selama 6 tahun ini, kami bisa saling belajar memahami, menyayangi dan mencintai. Walau kadang kala ada percik-percik perbedaan, itu membuat kami lebih menghargai satu sama lain.

Saya juga bersyukur mendapat suami yang sangat pengertian dan sabar dalam membimbing saya. Semoga keluarga kami senantiasa terbingkai menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah dan dikaruniai anak-anak yang soleh dan solihah. Amien...
Luv you mas...

lepi baru

Saya lagi sumringah karena 2 minggu yang lalu mas mbelikan lepi baru buat saya. Sebenarnya semua pekerjaan bisa saya selesaikan di kantor. Saya juga jarang banget mengerjakan kerjaan kantor di rumah. Kalau di rumah ya melulu ngurusin ikhsan. Di kantor sudah ada kompi buat saya, jadi rasanya belum butuh lepi.

Memang sih sesekali saya pinjem lepi-nya mas buat ngerjakan kerjaan kantor. Nah, karena akhir-akhir ini saya beberapa kali dapat tugas keluar kantor yang mengharuskan saya bawa lepi sendiri, akhirnya mas berbaik hati mbeliin saya lepi. Alasannya daripada saya musti minjem lepi-nya mas. Ah, alasan apa pun, saya tetep jingkrak-jingkrak seneng hehe...

Bukan saya saja yang seneng, Ikhsan juga ikutan seneng soalnya bisa ikutan make lepi buat maen game atau buka gambar-gambar di google.

Sekarang saya jadi punya banyak kesempatan buat ngenet di rumah hehe.. tapi kalau ketahuan ikhsan, pasti deh saya yang harus ngalah. Ikhsan lagi seneng cari gambar-gambar pesawat di google. Selain …

cincin terakhir

latihan puasa

Puasa di ramadhan tahun ini rasanya berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Biasanya selama bulan ramadhan, saya-ikhsan dan bapakna bisa sahur dan buka bareng, bisa tarawih berjamaah dan tadarus bareng. Tapi tahun ini, si bapak dapat tugas ke riau jadi rutinitas itu ga bisa dijalani. Karena ditinggal ke riau, jadi kami pulang ke rumah eyang di condong. Jadi puasa tahun ini kami lewati bersama eyang.

Puasa tahun ini, ikhsan dengan pede bilang kalau dia mau puasa. Alasannya biar kalau di sekolah ditanyain bu guru, "siapa yang puasa?" ikhsan bisa ikutan tunjuk tangan dan bilang,"saya...!"
Saya cuma bilang," ikhsan kan masih 4 tahun, jadi latihan puasa dulu ya?"
Ikhsan terdiam dan menunggu penjelasan saya.
"Jadi kalau latihan puasa, ikhsan tidak minum susu di siang hari. Minum susu-nya kalau sudah adzan maghrib. Kuat ga?" tantang saya.
"kuat..," jawab ikhsan mantaf banget.
Dan sejak mulai puasa, ikhsan ga minta minum susu kalau siang. Minumnya kal…