Langsung ke konten utama

kiriman hadiah

setelah beberapa kali ikutan kontes di dunia per-blogeran, akhirnya saya menang juga hehe... Ikutan nulis fiksi mini di Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio Pakdhe Cholik, mba Nia, mba Lidya, saya dapet juara harapan V. Weh, begitu tahu hasilnya rasanya pengen jingkrak-jingkrak saking senengnya.

Dua hari yang lalu, kiriman dari JNE datang. Begitu lihat ada bungkusan, Ikhsan langsung spontan pengen buka. Menurut dia, ini hadiah buatnya. Ya sudahlah, tanpa komando langsung dibuka. Setelah bungkusan dibuka, Ikhsan rada kecewa karena isinya adalah jilbab swarna berwarna biru tua.
"Yah..., ini buat ibu, bukan buat aku," kata ikhsan sambil ngeloyor pergi.
hihi..., ya iyalah le, wong isinya jilbab.
ketika saya melihat-lihat jilbab itu, ikhsan mendekati saya dan mulai merengek, " ibu, kado buat aku mana? kok aku ga dapat kado?"
"ya, besok ya le," jawab saya pendek.



Saya langsung penasaran pengen nyobain jilbab swarna itu. Langsung deh ngacir ke kamar. Langsung dipake dan ternyata pas banget di kepala. Pas liat di cermin, ternyata ok deh. Jadi langsung aja menjepret diri sendiri (naluri narsis-nya mulai muncul hehe..)

Ikhsan dan bapakna sepakat memberi komentar," Ibu cantik.."
Wah, jadi melayang dewh..
jadi, makasih mba Nia, mba Lidya,mba dey dan Pakdhe Cholik buat kadonya yang bikin saya dapat komentar "cantik" dari 2 lelaki ganteng di rumah.

Komentar

Lidya mengatakan…
kita wanita tercantik dirumah ya mbak
Nia mengatakan…
Wahh emang beneran cantik Mbak pake jilbab itu....jilbabnya sumbangan dari Bunda Dey.....makasih yach mbak udah ikut meramaikan kontes di blog aku.....mudah2an kedepannya bisa bikin kontes lagi....
Orin mengatakan…
He-eh, setuju sama Ikhsan, ibu cantiiik, nanti bisa dipake pas Lebaran Bu heuheuheu... Selamat yaa, udh juara^^
hilsya mengatakan…
hehehe.. emang seneng kok kalo dapet hadiah itu...
*jadi rajin ikutan kontes*
Bunda Farras mengatakan…
wah slamat ya mbak .. :)
dey mengatakan…
pas banget kan di kepalanya .. hihihi, yuk ngeborong jilbab swarna di tempatku ... biar cantik terus .. :D

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…