Langsung ke konten utama

latihan puasa

Puasa di ramadhan tahun ini rasanya berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Biasanya selama bulan ramadhan, saya-ikhsan dan bapakna bisa sahur dan buka bareng, bisa tarawih berjamaah dan tadarus bareng. Tapi tahun ini, si bapak dapat tugas ke riau jadi rutinitas itu ga bisa dijalani. Karena ditinggal ke riau, jadi kami pulang ke rumah eyang di condong. Jadi puasa tahun ini kami lewati bersama eyang.


Puasa tahun ini, ikhsan dengan pede bilang kalau dia mau puasa. Alasannya biar kalau di sekolah ditanyain bu guru, "siapa yang puasa?" ikhsan bisa ikutan tunjuk tangan dan bilang,"saya...!"

Saya cuma bilang," ikhsan kan masih 4 tahun, jadi latihan puasa dulu ya?"

Ikhsan terdiam dan menunggu penjelasan saya.

"Jadi kalau latihan puasa, ikhsan tidak minum susu di siang hari. Minum susu-nya kalau sudah adzan maghrib. Kuat ga?" tantang saya.

"kuat..," jawab ikhsan mantaf banget.

Dan sejak mulai puasa, ikhsan ga minta minum susu kalau siang. Minumnya kalau malam hehe..


Setiap sore, saya dan ikhsan minus si bapak, berangkat ke mesjid buat ikut takjilan. Senengnya ikhsan ketemu banyak teman di mesjid. Setelah pada ngaji dan belajar hafalan surat-surat pendek, anak-anak langsung bersiap di depan makanan takjil. Begitu terdengar suara adzan, ikhsan dan anak-anak lain langsung pada bersorak gembira karena bisa minum dan makan...

Komentar

Lidya mengatakan…
Gak minum susu aja atau ga makan juga mbak?
Bundit mengatakan…
Wah hebat, Ikhsan sudah mau puasa atas kesadaran sendiri. Dita belum nih hehehe, tapi selama sekolah gak boleh bawa bekel, cuma bawa minm :-)
entik mengatakan…
@mba lidya: ga minum susu, kalau makan masih seperti biasa. Biasanya kalau siang, ikhsan minum susunya banyak.

@BunDit: Namanya juga anak-anak, jadi ikutan euforia puasa, padahal pada belum kuat :)
Orin mengatakan…
Wahhh...begitu ya Bu latihan puasanya Ikhsan, tapi pinter ya Ikhsan nurut ga minum susu siang2 hihihihi
Gaphe mengatakan…
wah, ternyata 4 tahun kuat nggak minum susu pas siang.. tapi teh dan jus masuk teteeup. hahaha..

semangat yaa buat ikhsan, moga nggak cuman sehari dua hari ini aja puasa susunya
Baby Dija mengatakan…
hebat ya Mas Ikhsan...
udah kuat puasa loh
Elsa mengatakan…
puasa minum susu ya Mbak
berarti puasa Mutih. (putih)
kan susu warnanya putih.

Hahahhaaa

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya.
Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.