Langsung ke konten utama

cerita lebaran (lanjutan)

di postingan kemarin, saya belum memajang foto-foto waktu lebaran kemarin. Acara lebaran kami dipenuhi dengan jadwal sawalan trah keluarga, baik dari keluarga saya maupun keluarga mas di bantul. Hari kedua lebaran, kami sawalan di keluarga besar eyang di tempel-sleman. Bulik Sri yang kebetulan lebaran di djogja, jadi bisa ikutan ketemu dengan keluarga besar eyang yang sekarang jumlahnya mencapai 150an orang termasuk anak,cucu sampai buyut. Saya aja,ga kenal semua hihi..


bulik sri & kakak saya

eyang & kakak-kakaknya

ikhsan dan hayyun (keponakan saya)

foto yang diambil ikhsan, lumayan bagus juga..


Nah, minggu kemaren, kami ikutan acara sawalan kantor-nya mas yang diadain di rumah salah satu temannya mas. Lokasi sawalannya lumayan jauh, yaitu di daerah manding, bantul. Ngebayangin rumah temannya mas pasti di daerah pedesaan, ternyata bener. Disana masih banyak sawah dan pepohonan, jadinya semilir banget anginnya. Seger deh ah...
Pulangnya kami mampir di masjid agung bantul. Ternyata gede banget. Halaman masjidnya juga luas. Ikhsan seneng banget bisa sholat di sana. Plus lari-larian hehe...

halaman masjid agung bantul

foto dulu sebelum masuk masjid

bedug yang gede

bawaannya lari mulu, saking luasnya masjid

ini dia, 2 jagoan yang pose di depan bedug ;)

setelah sawalan di kantornya mas, esok paginya kami mruput ke magelang untuk jemput mba wal (asisten kami di rumah) setelah dia libur lebaran selama 2 minggu. Perjalanannya lancar, karena sudah bukan masa arus balik lebaran. Cuma butuh waktu 1,5 jam saja untuk sampai di kecamatan pakis, magelang.
Pulangnya kami mampir ke lapangan dengung sleman. Disana sekarang tambah banyak permainan buat anak-anak. Mulai dari komedi putar, kereta mini, motor dan mobil mini juga arena pancing. Ikhsan langsung minta memancing dan naek motor atv mini bareng bapakna. Ah, lumayan juga, arena permainan anak yang murah meriah..


Komentar

Orin mengatakan…
Ya ampun Bu, bedugnya beneran gede yah *takjub*
Lidya mengatakan…
bedugnya besar juga ya. anak-anak skrsudah pintar memoto mbak.Pascal juga kadang2 motoin sendiri
marsudiyanto mengatakan…
Lebaran kemarin saya juga muter dari satu acara ke acara berikutnya Mbak. Selain dengan keluarga besar istri, juga "diculik" murid yg reuni. Sehari bisa 3 kelompok reuni yg saya datangi. Acaranya makan2 dan pastinya ngasih bingkisan buat saya...
Nia mengatakan…
wahh acara lebarannya bener2 padat yachhh....coba setiap bulan ada liburan seperti lebaran kayak gini...fresh trs kali yach hehehe.....
Dhenok mengatakan…
acara sawalan itu acara kumpul2 keluarga yaa mbak??
puteriamirillis mengatakan…
seru mbak pengalaman mudiknya...foto2nya seru2...
vira mengatakan…
hii salam kenal iya dari vira .. :)
jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
wah bagus juga iya blog ka2 ... ^_^ good luck iya.....
Majalah Masjid Kita mengatakan…
kira kira harga atv mini seperti itu berapa yah?!??! huehehee.. :p
dey mengatakan…
paling seneng kalo ketemu sodara kayak gini ya mbak ..meski gak kenal semua ... :D
Bundit mengatakan…
Ah jadi malu...saya orang mBantul tapi belum pernah mampir ke mesjid agung Bantul hiks :-(
isma mengatakan…
sampai belum sempat berlebaran ya sama jeng entik sekeluarga ... mohon maaf lahir batin yaaa ...

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

story puding: cinta dalam hati

Mau menceritakan tentang pernikahan sendiri kayaknya kurang mantaps karena usia pernikahan kami masih seumur jagung, baru 6 tahun. Nah, kali ini saya mau berbagi kisah tentang pernikahan orang tua saya. Bapak saya berasal dari keluarga petani di sleman, sedangkan ibu dari keluarga guru di kutoarjo. Perbedaan budaya keluarga jelas terlihat diantara kelauarga besar bapak dan ibu. Keluarga besar ibu sangat mementingkan pendidikan dan pekerjaan sebagai pegawai negeri. Semua kakak dan adik ibu adalah pegawai negeri dan mengenyam pendidikan. Sedangkan dari keluarga bapak, karena latar belakang petani, maka pendidikan tidak begitu menjadi prioritas. Hanya beberapa orang anak dari embah yang jadi pegawai termasuk bapak. Selebihnya adalah bertani dan berdagang di pasar.

cerita khitanan-nya kakak ikhsan

Tanggal 29 desember 2015 kemaren menjadi "hari yang bersejarah bagi kakak ikhsan". Ya, di tanggal itu kakak ikhsan mantap untuk di khitan. Saya dan mas juga "memaksakan hati" untuk mantap. Karena saya, kalau ditanya kapan siap meng-khitan-kan ikhsan? hua...saya selalu ngambang njawabnya. Rasa hati ga tega ngeliat mr p****nya kakak ikhsan dikhitan. Takutnya juga ngerawatnya pasca khitan. Membayangkan kakak bakal rewel. Huh, pokoknya ga tega. Tapi ternyata ikhsan sudah memberi saya ultimatum, kalau pas liburan terima rapot kelas 3 semester 1, dia harus sudah khitan. Jadi masuk sekolah sedah khitan, titik. Usut diusut ternyata pak guru di sekolah menghimbau anak-anak putra untuk khitan pas libur sekolah tiba. Saya dan mas belum menentukan tempat khitan buat ikhsan. Tetapi sudah pasti harus di rumah sakit dengan bantuan dokter bedah. Ga bisa di bong supit atau tempat sunat non RS. Latar belakangnya adalah karena sebenarnya saran untuk segera meng-khitan ikhsan sud