Langsung ke konten utama

mari berubah menjadi lebih baik

Setiap orang pasti ingin berubah menjadi lebih baik. Tapi perubahan tidak akan terjadi kalau tidak dimulai. Tidak sedikit orang yang nyaman dengan keadaannya sekarang (status quo). Ga mau berubah karena untuk berubah pasti akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada diri kita. Betul ga? Contoh paling nyata adalah seseorang yang kecanduan narkoba. Kalau ingin ada perubahan pada dirinya, dia harus melepaskan kecanduannya tersebut. Untuk lepas dari kecanduan, tidaklah mudah karena sang pecandu akan mengalami rasa tidak nyaman pada tubuhnya ketika tidak memakai narkoba seperti sakaw atau nagih. Rasanya sungguh tidak nyaman dan sangat menyiksa. Kunci keberhasilannya adalah keyakinan dan kematapan hati bahwa dia bisa melaluinya.
Kalau saya ditanya, apakah ada perubahan yang berarti dalam hidupmu selama ini? Jawabannya, ya ada.

Perubahan yang sangat saya rasakan itu dimulai ketika saya mengikuti sebuah diklat possitive mental model  (PMM) yang diadakan oleh kantor bulan maret lalu. Saya pernah menceritakannya di sini. Di awal diklat, kami semua diminta menuliskan goal of life atau tujuan utama kami masing-masing dalam hidup. Weks.., saya sempat bingung mau menjawab apa. Apa tujuan saya dalam hidup ini? Selama ini saya tidak pernah memikirkan tujuan utama. Teman-teman peserta yang lain juga seperti itu. Kebanyakan menjalani hidup sebagai rutinitas saja. Mengalir terbawa rutinitas, begitu kata seorang teman saya. Pagi hari berangkat kantor sampai sore, trus pulang, ketemu keluarga, tidur dan besoknya bangun lagi. Begitu terus setiap hari.
Ketika saya menjawab ingin jadi istri yang baik, ibu yang baik, dan cukup rejeki.Tutor saya  (mba irine) mengatakan bahwa itu kurang tepat, itu bukan merupakan goal of life. Goal of life adalah sebuah tujuan besar yang pencapaiannya membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan mungkin sepanjang hidup kita. Untuk mencapai goal of life tersebut, dimungkinkan kita mencapai tujuan-tujuan kecil dalam jangka pendek seperti lulus kuliah, dapat pekerjaan, menikah dan sebagainya.

Berhubung jangka waktu diklat tersebut kurang lebih 4 minggu, maka saya dan beberapa teman membutuhkan waktu lebih dari 1 minggu untuk merumuskan goal of life kami. Ternyata tidak mudah, membutuhkan perenungan dan pertimbangan.
Selama saya belum menemukan goal, tutor memberikan banyak motivasi dengan kata-kata positif dan beberapa video orang-orang yang melakukan perubahan dalam hidupnya. Dengan begitu, saya dapat belajar berpikir positif terhadap situasi apa pun yang saya hadapi, walaupun itu adalah situasi yang negatif, saya belajar untuk memberikan respon secara positif. Ternyata itu sangat membantu saya untuk menemukan goal of life.
Di minggu terakhir, semua peserta dipersilakan mempresentasikan goal of life masing-masing disertai plan yang akan dilaksanakan untuk mencapai goal tersebut. Saya lega, karena akhirnya saya berhasil merumuskan goal saya. Beberapa teman saya, bahkan belum begitu yakin dengan rumusan goal yang telah dibuatnya.
Goal dibuat dalam satu kalimat yang bisa mencakup semuanya. Dan goal of life saya adalah: menjadi muslim yang bertakwa dan bermanfaat bagi orang lain. Hanya satu kalimat tapi sangat bermakna bagi saya. Penjabaran goal tersebut saya perinci dalam plan yang jumlahnya lebih dari 20an item. Plan tersebut berisi tujuan-tujuan jangka pendek saya untuk mencapai goal of life. Tujuan jangka pendek itu mungkin bisa saya capai dalam hitungan bulan, minggu bahkan hari. Harapannya jika tujuan jangka pendek itu tercapai, maka kita sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai goal of life. Salah satu plan saya adalah tidak mudah marah pada ikhsan pada saat keadaan badan saya letih dan ikhsan melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan demi meminta perhatian saya. Untuk mencapai plan ini ternyata tidak mudah, membutuhkan kesabaran, pengorbanan dan waktu yang lama.

Setelah mantap dan yakin dengan goal yang saya rumuskan, perlahan saya belajar untuk melakukan perubahan dalam hidup saya. Saya merubah kebiasaan saya yang tidak sesuai dengan plan saya. Sedikit demi sedikit tapi pasti. Proses ini membutuhkan waktu yang lama dan tentu saja motivasi dan semangat dari diri saya sendiri. Mungkin proses ini akan terus terus berjalan sepanjang usia saya. Tapi saya yakin, saya dapat melalui proses ini untuk menuju perubahan yang lebih baik.
Tak jarang mood jelek menyerang, dan yang saya lakukan adalah segera membuka notes dan membaca kembali catatan goal dan plan saya, sehingga motivasi saya muncul lagi. Melakukan sharing dan testimoni dengan teman-teman eks peserta diklat PMM tentang progress yang telah mereka capai juga sangat membantu saya agar tetap berada di jalur yang benar. Support keluarga dan orang terdekat juga sangat membantu saya untuk tetap semangat melakukan perubahan.

Saya juga berharap bisa menularkan proses ini kepada keluarga dan teman-teman yang lain. Karena saya sendiri merasakan manfaatnya. Saya bisa menjalani rutinitas tidak hanya sebagai rutinitas belaka tapi terasa bermakna dan sangat ringan. Selalu berpikir positif terhadap situasi apa pun ternyata membuat hati dan pikiran kita tenang. Dan tentu saja itu akan berdampak pada kesehatan kita lho..
Saya jadi teringat kata-kata positif yang diberikan tutor saya yang mengena di hati saya: "when a person learns, changes will take place in his inner world. Therefore his behavior changes, not because he has to but because he wants to."


Jadi marilah belajar sesuatu yang baik, dan rubahlah diri menjadi lebih baik. Dan semoga keinginan untuk berubah muncul dari dalam hati kita .Itu akan membuat langkah perubahan kita menjadi lebih ringan dan mudah...

 bersama mba irine (3 dari kiri) dan teman-teman diklat PMM


NB: thanks to mba irine for being good tutor for me..

artikel ini diikutsertakan kontes make The Change Pendar Bintang

Komentar

Lidya mengatakan…
semoga sukses kontesnya ya mbak
dhenok mengatakan…
acaranya mantep yaa mbak, bisa membuat perubahan didiri mbak dkk.. sukses kontesnya.. :)
isma mengatakan…
bagus sekali jeng kalau kita bisa menjadikan hari besok lbh baik dr sekarang, meski susahnya bukan main hehe. sukses buat kontesnyaaa ...
Nia mengatakan…
jadi kita harus punya tujuan hidup yach mbak.....saya sech udah punya rencana2 utk kedepannya...tp blm bisa dilaksanakan...sepertinya masih butuh motivasi yg kuat nech hehehe.....

sukses utk kontesnya yachh...
entik mengatakan…
@mba lidya: yups makasih

@dhenok: iya, jarang-jarang bisa ikut diklat bagus dan gratis pulak

@jeng isma: iya, mari jadikan hari ini lebih baik dari hari kemaren..

@mba nia: hayuk semangat mba nia.. (ih, sok ngasih motivasi nih hihi...)
Bundit mengatakan…
Ayo semangat berubah!. Semoga lewat tulisan ini bisa saling memotivasi ya jeng. Sukses buat kontesnya jeng..*jeng entik banci kontes ternyata hehehe * :D
Tarry Kitty mengatakan…
Pernah dpt pelajaran goal of life dr salah 1 bisnis MLM. Perubahannya memang luar biasa kalo kita pny goal hehe
Pendar Bintang mengatakan…
Terima kasih telah berpartisipasi Mbak...

Pelatihan-pelatihan seperti ini memang ternyata banyak membawa manfaat ya, itulah kenapa banyak lahir motivator-motivator di negara ini dan tentunay diharapkan mental bangsa kita menjadi mental orang-orang yang positive dan mempunya visi mencapai suatu tujuan (insyaallah) yang ta hanya pandai mengkritik.

Biasanya perubahan pada beberapa orang tak lama, hanya beberapa saat terbakar semangatnya kecuali mereka memang menginginkannya :)

Luar biasa, Mbak...semoga saya bisa mengirimkan buku salah satu motivator yang sudah saya kumpulkan ke tempat Mbak :)
entik mengatakan…
@Bundit: iya, suntikan motivasi dari teman sangat ampuh lho..
(sstt.. lagi keserang virus kontes nih, hihi..)

@Tarry; nah, dah pernah dapat pelajaran tentang goal of life juga mba? ayok dipraktekin ajah..

@mba hani: bener mab hani, pelatihan kayak itu banyak manfaatnya. Tapi yang paling susah adalah menjaga semangat perubahan tetap menyala pasca pelatihan.
Orin mengatakan…
Uhuk...kadang masih kesulitan mensejajarkan goal, plan, dan action yang dipilih itu Bu :(

Gudlak ngontesnya yaa^^
Kakaakin mengatakan…
Hmm... berarti gaya hidup kita harus sesuai dengan tujuan kita itu ya...
Kalo gak sesuai = tujuan tak tercapai...
Sepertinya saya terlalu santai selama ini, hehe...
Semoga sukses peubahannya ya, Mbak :)
hilsya mengatakan…
kayaknya aku butuh pelatihan itu deh.. sekarang lagi acak-acakan banget :(
Keke Naima mengatakan…
iya ya kita hrs selalu punya niat utk berubah lebih baik, tp kadang pelaksanaannya sy suka on/off. hehe..

sukses utk kontesnya :)
entik mengatakan…
@jeng orin: iya, kalau ga dibimbing kadang ga sejajar-sejajar :)

@kakaakin: berubah harus dimulai dari hal-hal yang kecil ka..

@hilsya: berarti saya termasuk beruntung bisa dapat pelatihan yang gratis dari kantor

@ke2nai: kadang saya juga on/off kok mba, namanya juga proses sepanjang usia :)
dey mengatakan…
perubahan memang perlu ya mbak, ke arah yang lebih baik ..

sukses kontesnya ..
Pakde Cholik mengatakan…
Yup-mirip GBHN dulu kan ya. Ada yang disebut Pembangunan Nasional yang dibagi-bagi menjadi Pembangunan Nasional Jangka Panjang, Jangka Menengah dan Jangka Pendek.

Sukses kontesnya nduk.

Salam hangat dari Surabaya

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…