Langsung ke konten utama

the sweetest memorie

Saya pengen ikut memeriahkan 1st Giveaway-nya jeng orin, sebelumnya saya mengucapkan happy 1st anniversary buat jeng orin dan suami semoga menjadi keluarga yang SAMARA dan cepet dapat momongan.

Nyari-nyari foto yang sweetest memorie emang susah. Soalnya banyak foto yang punya cerita dan kenangan sendiri-sendiri. Setelah ngubrek-ubrek file, akhirnya saya milih foto ini.
Foto ini diambil di tahun 2007 saat ikhsan berumur 4 bulan. Waktu itu kami menghadiri sawalan keluarga di bantul dan pertama kali pake baju kembaran sekeluarga. Dan pas kondisi saya benar-benar pulih setelah melahirkan ikhsan. Melahirkan ikhsan, memang sebuah perjuangan yang tidak mudah. Saya dinyatakan positif hamil setelah 1,5 tahun menikah. Dan harus opname di RS sampai 2 kali selama masa kehamilan. Morning sickness yang parah membuat saya dehidrasi dan harus opname di usia kehamilan 7 minggu.. Morning sickness masih terus hadir selama 9 bulan kehamilan. Memasuki bulan ke 8, saya mengalami kontraksi hebat dan harus opname lagi. Alhamdulillah, kehamilan masih bisa dipertahankan sampai HPL. Proses melahirkan pun ternyata tidak mudah. Saat itu saya baru bisa merasakan beratnya perjuangan seorang ibu bagi anaknya. Perjuangan antara hidup dan mati. Dan saya jadi teringat pada almh. Ibu, sungguh saya merindukannya saat saya mengalami perjuangan antara hidup dan mati itu.

Proses pembukaan memakan waktu sekitar 7 jam, setelah bukaan komplit ternyata bayi tak kunjung keluar. Setelah berjuang mengejan hampir 2 jam, akhirnya saya menyerah untuk di-sesar karena terjadi bleeding. Tepat jam 16.00, tanggal 30 Juni 2007, lahirlah seorang bayi laki-laki dari perut saya. Mas yang meng-adzani telinganya.

Pasca sesar, ternyata saya mengalami komplikasi. Bekas luka jaitan basah dan terus mengeluarkan cairan. Saya juga sempat mengalami baby blues. Treatment yang dilakukan dokter adalah memencet bekas luka dan membuat luka baru karena tubuh saya menolak benang yang ditanam sehingga terus-menerus mengeluarkan cairan. Wuih, rasanya seperti diiris pisau lagi, perihnya mak... Saya selalu menangis menahan perihnya, habis ga dibius sama dokternya. Mas yang menemani saya juga ikutan mringis-mringis kayak nahan sakit juga. Dan kejadian ini berlangsung terus sampai 3 bulan. Menjelang masa cuti saya habis, Alhamudulillah luka bekas jaitannya saya juga mulai mengering.

Ketika hari idul fitri tahun 2007 tiba, kondisi saya sudah fit dan ok, jadi bisa berpose cantik bareng ikhsan dan mas :)

Postingan ini diikutsertakan dalam 1st Giveaway: The Sweetest memories-nya jeng orin

Nb: maaf ya jeng malah isi postingannya jadi curhat hehe...

Komentar

Orin mengatakan…
Ibuuu...Orin merinding2 nih bacanya, bisa ga ya Orin se-kuat ibu kelak? *mikir serius*. pasti foto ini bermakna bgt ya Bu :)

Sudah tercatat Bu, makasih banyak udh ikut meramaikan yaa ;)
Dhenok mengatakan…
waaahh mbak, kok serem banget proses kehamilannya?? dhe jadi inget, ketika hampir 1 tahun dulu, setelah penantian panjang yang menakutkan, legaaa banget ketika dhe melihat bayi mungil keluar dari rahim ibu trus mendengar tangisan pertamanya.. subhanallah.. semga besok2 ketika mbak mengandung lagi, kondisi mbak jadi jauh lebih sehat dan kuat yaaa.. :D
Nia mengatakan…
Ya ampun mom, gak kebayang yach sakitnya waktu di jahit itu...sampe 3 bulan msh berasa sakit? mudah2an ngga trauma yach mom.......

kalo aku Alhamdulillah dua2nya lahir normal....hamilnya juga ngga mengalami morning sickness....

sukses utk kontesnya yachh....
Bunda Kanaya mengatakan…
semoga menang ya mbak... di kontesnya mba orin
dhila13 mengatakan…
hmm... sakit ya bu rasanya? berat ya bu? aduh aku bisa ga ya kayak ibu? tapi aku salut ibu entik ttp semangat dan kuat hingga sekarang! semangat ya bu..

salam perdana kunjungan aku kemari. maaf lahir bathin. aku suka lho fotonya. baju batiknya seragam gitu. manis. :)
dey mengatakan…
memang perih banget saat bekas sesar di korek2, karena masih berair dan gak kering2, saya juga pernah ngalamin.

Tapi semua itu membuat kita kuat kan ? Insya Allah ..

Sukses buat lombanya ..
Lidya mengatakan…
iih serem ya mbak harus mengalami itu. Allhamdulillah 2 kali cesar gak ada keluhan.
good luck ya buat kontesnya
Tarry Kitty mengatakan…
Perjuangan yg berat ya mbak,
Mg jd anak yg sholeh
marsudiyanto mengatakan…
Seragam yang serasi, sampai si kecil juga seragam...
entik mengatakan…
@ jeng orin: makasih sudah tercatat jadi peserta. Ga usah merinding jeng,tiap wanita pasti punya kekuatan kok..

@dhenok: masak serem sih? kayak film horor ajah hehe..

@mba nia: nah enak tuh kalo hamilnya ga ribet.. semoga aja besok kalo aku hamil lagi kayak mba nia
entik mengatakan…
@bunda kanaya: makasih..

@dhila13: setiap wanita pasti kuat kok kalo berjuang untuk buah hatinya..

@mba dey: doh, senasib ya kita mba..., semoga kita bisa terus kuat jadi ibu yang baik

@mba lidya: seneng dewh kalo lairannya ga pake acara komplikasi kayak diriku

@tarry: iya, makasih tary

@pak mars: ternyata pake baju sarimbitan emang seru dan bagus dewh hehe..
Lyliana Thia mengatakan…
Wah... Menakjubkan proses kehamilan dankelahirannya Bun... Sakitnya dobel2...

Mudah2an jd ladang amal ya Bun...

Makasih udah berkunjung ke tempatku.salam kenal jg..

Semoga menang ya Bun..
hilsya mengatakan…
bener-bener the sweetest memory ya..
Kakaakin mengatakan…
Astagfirullah, Mbak... saya pernah melihat luka operasi yang basah dan terinfeksi hingga membawa nyawa. Syukurlah, Mbak diberikan kesehatan oleh Allah Ta'ala dan berkesempatan merawat keluarganya lagi :)

Semoga sukses di perhelatanna Orin ya :)
omietha mengatakan…
Subhanallah perjuangan seorang ibu.. Serasi dan manis foto bertiga sarimbitan

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…