Langsung ke konten utama

Batikkan harimu! – proses panjang sehelai kain batik

Batik merupakan salah satu cara pemuatan pakaian yang sudah dikenal sejak berabad-abad lalu. Salah satu hal yang membuat batik unik, adalah tata cara pewarnaannya. Pada batik digunakan teknik pencegahan pewarnaan menggunaan malam yang dipanaskan. Di Indonesia, teknik ini dipercaya sudah dikenal sejak jaman kerajaan Majapahit. Lama juga ya?
Dulu saya tidak begitu ngeh tentang batik. Nah, sejak saya kerja di kantor ini, saya jadi lebih ngerti tentang batik. Di kantor saya ada studio tekstil yang salah satu tugasnya adalah mengajarkan tentang tata cara membatik dengan berbagai teknik kepada guru-guru, baik guru SD, SMP, SMA maupun SMK. Dari teknik membatik yang sederhana sampai yang rumit.
Di tahun 2009 saya pernah mencoba pelatihan membatik yang diadakan oleh Darma Wanita kantor bekerjasama dengan studio tekstil. Waktu itu saya membuat batik tulis pada sehelai kain katun primisima sepanjang 2,5 meter. Karena bener-bener awam tentang membatik, saya membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding teman-teman peserta yang lain.
Langkah pertama dalam proses membatik itu adalah menggambar motif pada kain. Kebetulan di studio tekstil sudah tersedia berbagai macam motif yang bisa dipake. Kemudian saya ngeblat motif itu ke atas kain katun. Butuh waktu lama untuk ngeblat motif itu, maklum saya tidak begitu piawai dalam hal menggambar. (hihi...ngaku)
Setelah motif tergambar pada kain, langkah selanjutnya adalah menutupi motif dengan malam yang dipanaskan menggunakan canting. Nah, canting untuk membatik ini ada 3 jenis yaitu canting klowong, canting cecek 1 dan canting cecek 2.
Canting klowong digunakan untuk menutupi motif yang gambarnya besar-besar. Sedangkan canting cecek bisa digunakan untuk menutupi motif yang kecil-kecil, seperti membuat titik-titik ataupun garis yang kecil.


Bagi pemula, proses mencanting ini adalah proses yang sulit, karena biasanya malam selalu mleber keluar garis atau menetes pada kain. Waktu itu bahu saya sampai pegal-pegal karena harus menunduk dan berhati-hati saat nglowong motif batik saya.
Dan malam yang digoreskan harus tembus sampai belakang kain supaya besok kalau diwarna bisa tertutup dengan sempurna. Saya membutuhkan waktu bermingu-minggu untuk menyelesaikan proses nglowong ini. Maklum masih amatir. Saya jadi bisa mengerti kenapa harga batik tulis itu mahal. Lha proses pembuatannya lama dan jlimet.  Ditambah lagi, pembatik harus telaten dan sabar, kalau gak, wah dah hancur tuh kain karena malam-nya mleber kemana-mana hehe…



Setelah kain selesai diklowong, maka langkah selanjutnya adalah pewarnaan. Pewarnaan batik ini juga macem-macem lho, mau pilih pake naptol, indigosol atau warna alam. Kalau pake naptol, warnanya lebih kuat.
Saya memilih memakai naptol. Setelah bubuk naptol “diresep” sama instruktur, (maksudnya ukurannya pake ditimbang segala lho biar pas dan sesuai dengan warna yang diharpkan), saya mencelupkan kain ke cairan naptol. Setelah selesai, kemudian kain dimasukkan ke dalam air yang mendidih. Fungsinya untuk meluruhkan malam yang menempel pada kain. Setelah itu dijemur sampai kering.

Proses belum selesai lho…

Setelah kain itu kering, proses menutupi motif pake malam dimulai lagee..., Sekarang kita menutupi motif yang nanti warnanya tidak kita inginkan berubah ketika proses pewarnaan kedua. Jadi intinya, kalau batik tulis itu warnanya beragam dan rumit, maka proses menutupi malam-pewarnaan-penjemuran, akan berulang-ulang lebih banyak lagi.
Kebayang kan rumitnya??? Dan yang pasti lama selesainya.
Dan saya membutuhkan waktu total pengerjaan batik 2 bulan. Kalau teman-teman lain, sekitar 1 bulan. Setelah kain batik milik peserta selesai semua, ternyata panitia mengadakan fashion show atas kain-kain batik hasil karya peserta.  Fashion show diadakan di auditorium kantor. Wuih, bangga juga kain saya dikenakan peragawati yang berlenggak-lenggok di panggung. Serasa jadi desainer hehe...
Sayangnya saya ga sempat jeprat-jepret, jadi ga punya foto fashion show.
Jadi sampai sekarang, kain batik hasil karya saya masih tersipan rapi. Mau saya simpan saja sebagai kenangan, tidak saya jahitkan jadi baju.



Oya, teman-teman ada yang masih bingung membedakan antara batik tulis dan cap ga? Saya dulu sempat tidak bisa membedakan antara batik tulis dan batik cap. Yang saya tahu, kalau batik tulis  tuh harganya mahal. Tapi sebenarnya ada cara yang paling mudah untuk membedakannya, yaitu:
1.      Perbedaan Warna:
Amatilah perbedaaan warna antara kain bagian depan dan belakang. Batik tulis hampir tidak ada perbedaan warna yang mencolok antara kain depan dan belakang, kalaupun ada hanya sedikit. Pada batik cap, perbedaan warna kain bagian depan dan belakang sangat mencolok sehingga bagian belakang hampir tidak kelihatan warnanya.
2.      Perbedaan Motif:
Amatilah motif pada kain batik tulis dan kain batik cap , pada kain batik tulis pasti ada titik-titik pada bagian garis motif  yang melebar, ini  merupakan sambungan ketika pembatik mencanting malam. Sedangkan pada kain batik cap pada bagian garis motif gambarnya tidak ada titik pelebaran dan garis motifnya terlihat sangat rapi.
Nah, semoga bisa jadi referensi teman-teman untuk membedakan batik tulis dan batik cap.

“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan nia, puteri dan orin





Komentar

hilsya mengatakan…
bagus Tik.. iih, keren bisa bikin batik sendiri
karyanya dijual ga? :)
Lidya Fitrian mengatakan…
keren ya sudah pernah coba mbatik
monda mengatakan…
pengalaman yang sangat mengassyikkan ya mbak,
kantornya hebat banget bikin pelatihan seperti ini, hasilnya cantik mbak
Lidya Fitrian mengatakan…
aku lupa tadi udah komen belum ya :)
asyik ya bisa ikutan ngebatik mbak
dey mengatakan…
wahhh, mupeng .... pengen ngerasain ngebatik sendiri ..
Elsa mengatakan…
Mbak.. aku pernah belajar batik... dan aku menyerah!!!!

huahahahahaaaa
bukan orang yang sabar tampaknya nih
Nia mengatakan…
Mbak Entik terimakasih atas partisipasinya yachhh...senangnya sudah pernah merasakan sendiri bikin batik...dan hasilnya kerenn...warnanya juga bagus...
yustha tt mengatakan…
kalau aku disuruh milih, postingan mb Entik kupilih jadi juara..
Thanks infonya ya mb. Aku pernah liat proses per proses pembuatan batik tulis di SMP N 1 Imogiri, jadi tiap tahap dipasang hasilnya. Benar-benar rumit, karna itu UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya lisan dan non bendawi, krn prosesnya itu.
entik mengatakan…
@hilsya:hehe.., kebetulan ada kesempatan belajar membatik mba hilsya..

@mba lidya: ah, tapi hasilnya masih dari bagus, masih terlalu biasa

@mba monda: kebetulan kantorku memang bergerak di bidang seni budaya dari seni pertunjukan sampai seni kriya dan tekstil
entik mengatakan…
@mba dey:yuk mari ke djogja, latihan mbatik bareng aku mba..

@elsa: emang kudu sabar dan telaten el..

@mba nia: makasih sudah terdaftar
entik mengatakan…
@jeng tt: weh ntar aku jadi ge-er jeng hehe..
Cyber Katrox mengatakan…
Karena proses pembuatannya yang panjang, sudah sepantasnya batik Indonesia menjadi warisan budaya bangsa.
Bundit mengatakan…
Pengalaman membatiknya keren jeng,hasilnya juga bagus banget.Duluuu saya sempet sih coba2 membatik di rumah tetangga di jogja dulu, tapi udh lupa. Sukses kontesnya ya jeng :-)
puteriamirillis mengatakan…
wah keren nih mbak hasil batiknya, ajarin dong aku :D
btw makasih ya mbak udah ikutan batikkan harimu
Orin mengatakan…
Ehem...keknya aku termasuk yg ga bakalan tahan ngebatik nih Bu, ga sabaran >_<
Kakaakin mengatakan…
Saya lebih memilih untuk bersahabat dengan pensil saja dibandingkan dengan canting, hehe...
Jadi ingat sama ibunya Azzam di film KCB yang membatik di teras rumah :D
Semoga sukses ya, Mbak :)
Bang Aswi mengatakan…
Akhirnya, ada juga blogger yang bisa mengetahui proses pembuatan batik dan jadi pelaku pula. Ternyata ... ya udah, selamat yaaaaa ... ^_^
omietha mengatakan…
mbak entik... selamat ya...menang di batikkan harimu...

wah..emang keren banget ini... bagus banget hasil batiknya....
yustha tt mengatakan…
Jeng2, selamat yaaa...
Postingan favoritku terpilih jadi pemenang...
Lanjutkan kecintaan dan kebanggaan terhadap batik ya Jeng... :-*
Gaphe mengatakan…
ribet bangeet.. itu yang terpikir di benak saya pas nyobain nyanting dulu pas di fakultas ilmu budaya nemenin hosting pelajar dari luar.

repot, panas, belum tentu jadinya bagus.

salut buat yang telaten, dan nggak heran kalo batik tulis asli harganya mahal
Gaphe mengatakan…
Eh, postingan ini menang ya?.. selamaaat kalo begitu.. hehehe
dhenok habibie mengatakan…
asyiik banget mbak bisa ikut mbatik gitu.. dhe daridulu pengen banget belajar mbatik, tapi di Palembang kagak ada.. :(

oyaa, selameeeett yaa mbak, terpilih sebagai juara.. semoga jadi rajin mbatiknya..
nh18 mengatakan…
entik ...
jujur ... ada beberapa informasi di postingan ini ... merupakan hal yang baru saya ketahui ...
Terima kasih telah menceritakannya untuk kita semua ...
agar kita semua semakin cinta dengan warisan budaya ini

Salam saya
sprei bed cover mengatakan…
wow nice steady interesting and useful info, really nice blog
sprei anak
sprei murah
bed cover murah
sprei mengatakan…
thanks for your blog articles and useful info, success is always hope, greeting bloggers.
sprei bed cover
sprei murah
sprei online
jual sprei
grosir sprei
sprei anak
Unknown mengatakan…
Thanks for sharing.. Butuh alat membatik dan pewarna batik berkualitas dengan harga murah? Anda bisa mendapatkannya di Fitinline..

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnanya …

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog.
Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname.
Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman, semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan.

Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang padat, …

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita.
Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance. Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “have fun” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alhasil tidak…