Langsung ke konten utama

label baju

Kebiasaan ikhsan yang satu ini, selalu bikin saya heran. Setiap kali saya membelikan baju entah itu kaos atau kemeja, selalu saja dia meributkan masalah label di bagian krah.
"ibu ada labelnya ga?"
"aku mau lihat labelnya...!"
Ketika ikhsan sudah menemukan labelnya kemudian dia akan ribut lagi cari gunting.
"ibu, mana gunting?"
"Lha mau buat apa to?" tanya saya
"mau buat motong labelnya." jawab ikhsan pendek.
Lah, baju baru kok labelnya mau dipotong??? ikhsan tetep bersikeras minta label di bajunya dipotong. Alasannya sederhana banget.
"Aku mau lihat labelnya, kalau dipotongkan aku bisa pegang dan lihat.."

Dan, sekarang hampir semua kaos dan kemeja ikhsan tanpa label. Dipotong semua karena alasan sederhana itu. Weh, jan aneh-aneh saja...



Komentar

Lidya Fitrian mengatakan…
Ikhsan mau koleksi label mungking :)
Orin mengatakan…
Lahhh...aku pikir minta dicopot coa ngerasa terganggu Bu, kan kadang suka gatel tuh si label di leher :D
sheno monkey mengatakan…
di kolekisi aja labelnya jangan dibuang nanti berguna untuk kolase kain :D
gardino mengatakan…
hehehe...lucu juga tuh, kalau besar pasti dia ketawa kalau diceritakan kebiasaannya. (atau jangan-jangan kebawa sampai besar?)
Kamelia Marfuah mengatakan…
salam kenal dari ku,

anak2 memang lucu, punya caranya sendiri, atau mungkin dia merasa tdk nyaman dengan adanya label d krah ya? bg sebagian org kan bs mengganggu, bisa berasa geli atau malah gatal.
yustha tt mengatakan…
iya mb, kadang memang kerih/risih di leher. Aku jg sering takpotong kalau kerasa kerih.
Andy mengatakan…
Mungkin bagi ikhsan label dikerah bikin gatel di leher kaya aku dulu kecil
puteriamirillis mengatakan…
emang kadang jadi gatel ya mbak, tapi sekaligus ikhsan suka aja ya dek menggunting gunting. salam pu ya mbak
sheno monkey mengatakan…
hobinya unik, jarang-jarang ada yang begitu :D
Keke Naima mengatakan…
sama mbak.. keke-nai juga gitu.. selalu minta labelnya di potong
Nia mengatakan…
wahh lucuyach ikhsan...jadi semua bajunya ngga ada labelnya yachh.....
Elsa mengatakan…
buat apa ya Mbak?
koleksi kali Mas Ikhsan

Postingan populer dari blog ini

Hidangan Khas Lebaran: Tape Ketan dan Emping Melinjo

Di Yogyakarta ada makanan khas yang hadir pada setiap lebaran. Namanya tape ketan yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan bersama emping melinjo. Saat ini tidak semua keluarga menyajikan makanan tradisional ini. Sewaktu saya kecil, hampir semua rumah di desa pasti menyajikan tape ketan dan emping melinjo sebagai makanan spesial. Berhubung saya tinggal di perumahan, jadi saya menanti-nanti saat Bapak mengajak ujung (silaturahmi) ke tempat saudara-saudaranya di daerah Sleman supaya dapat makan tape ketan dan emping melinjo. Rasa asam manis tape ketan dan rasa pahit emping melinjo berpadu sempurna di lidah saya. Emping melinjo ini berfungsi sebagai sendok untuk makan tape ketan berbungkus daun pisang ini. Tidak cukup satu bungkus tape ketan untuk memuaskan lidah saya.  Waktu itu, hampir semua rumah menyajikan tape ketan dan emping melinjo, sehingga saya bisa membandingkan rasa tape ketan di rumah yang satu dengan rumah yang lain. Ada tape ketan yang sempurna dalam artian warnan

perencanaan keuangan keluarga (part 1)

Membicarakan masalah uang akan selalu menjadi topik bahasan yang menarik terutama bagi emak-emak yang notabene adalah “manajer keuangan” keluarga. Menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran pada kenyataannya bukanlah semudah membalik telapak tangan. Jumlah penghasilan yang cenderung tetap, terkadang harus berpacu dengan jumlah pengeluaran yang cenderung bertambah. Dan pada akhir cerita, ada yang berakhir dengan berhutang untuk menutup kekurangan tersebut. Padahal kita semua tahu, hutang adalah tambahan beban keuangan bagi kita. Sekolah khusus untuk mendapatkan ilmu merencanakan dan mengelola keuangan keluarga memang tidak ada, jadi kita musti pandai-pandai mencari informasi seputar itu. Saya sendiri baru akhir-akhir ini saja mulai “ngeh” dengan urusan family finance . Sejak masih single dan mempunyai penghasilan sendiri, saya tidak mempunyai planning keuangan. Kala itu uang gajian sebagaian besar saya gunakan untuk “ have fun ” saja dan jika ada sisa baru saya tabung. Alha

instropeksi diri

lama banget ga apdet blog.. hampir sebulan ini ga buka blog. Ngilang karena akhir bulan oktober kemaren saya harus opname di RS karena kena typus. Sempat ga percaya juga, tapi ternyata bakteri salmonela sudah bersarang di usus saya. Banyak teman bertanya ke saya, kok bisa kena typus?? secara saya memang jarang banget sakit, eh sekalinya sakit langsung opname. Awal mulanya adalah karena aktivitas saya yang sangat padat dan saya kurang bisa memanajemen waktu sehingga kurang istirahat. Waktu itu memang kerjaan kantor lumayan padat ditambah lagi mas super duper sibuk dan tugas keluar kota terus. Anak-anak juga maunya saya yang antar jemput sekolah. niat hati pengen jadi super woman , semua dilakukan sendiri tapi ternyata memang saya butuh bantuan orang lain untuk berbagi pekerjaan. Karena disibukkan dengan aktivitas, pola makan saya jadi ga teratur. Kadang pagi ga sempat sarapan dan siangnya males makan. Ternyata selama hampir sebulan dengan pola makan yang kacau dan aktivitas yang pad